Cegah Korupsi APBD DKI

Hal yang menarik di awal kepemimpinan duet Jokowi-Ahok adalah, menjalin kemitraan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kemitraan antara Pemprov DKI Jakarta dan lembaga antikorupsi itu bertujuan untuk mengamankan pengelolaan keuangan terkait dengan proses APBD.

"Anggaran adalah faktor utama untuk bisa mengawal anggaran Pemprov DKI," ujar Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja kepada pers seusai penandatanganan MoU dengan Pemprov DKI di Jakarta, Selasa (27/11).

Ini menunjukkan komitmen kuat Gubernur dan Wagub DKI untuk membangun sebuah sistem online di semua lini terkait pendapatan daerah. Langkah ini sangat strategis sebagai bukti nyata pengelolaan manajemen pemerintahan daerah (pemda) yang bersifat transparan dan akuntabel, dan patut menjadi contoh bagi provinsi lainnya di Indonesia.

Hal yang menarik di awal kepemimpinan Jokowi- Ahok di DKI adalah gebrakan mereka mewujudkan “Jakarta Baru” seperti mereka janjikan saat kampanye pilkada beberapa waktu lalu. Tidak mudah memang mengurai benang kusut persoalan masyarakat Ibu Kota.

Birokrasi memang selama ini kerap menjadi cibiran masyarakat luas, di mana warga DKI sering tidak tahu jalan keluar yang tepat mengatasi maraknya praktik pungli hampir di setiap lini. Kini, Jokowi-Ahok memulai perjalanan panjang dan terjal, sekaligus mengambil tantangan kerasnya atmosfer kekuasaan yang sudah terbentuk sebelumnya.

Adalah sinergi gaya kepemimpinan dua sosok baru di puncak birokrasi DKI itu yang sekarang dapat menghidupkan asa perubahan. Jokowi menitikberatkan pada sisi kesantunan, politik harmoni, mengembangkan komunikasi interaksional, dan menjadi simbolisasi dari pemimpin tipikal low profile alias merakyat.

Rekan kerjanya, Basuki T. Purnama (Ahok), melengkapinya dengan gaya kepemimpinan “bad cop” siap mengatasi kalangan birokrat di Balai Kota yang sudah lama terkooptasi menjadi mesin birokrasi elitis dan kerap untouchable dari warga DKI sendiri. Jokowi fokus membangun komunikasi melalui pendekatan humanistik dengan publik eksternal seperti bertemu warga kumuh di bantaran kali, penghuni rusun, pasar-pasar,terminal, juga para gubernur dari pemda sekitar dan kalangan BUMN.

Gaya Ahok memang berbeda dengan Jokowi. Dia siap berjibaku mengeluarkan jurus verbal agresif, pendekatan komunikasi transaksional, bahkan tidak gentar menghadapi birokrat internal seperti jajaran dinas di lingkungan Pemprov DKI. Ibarat permainan bola, Jokowi menjadi striker yang setiap saat harus bermanuver kreatif tetapi cantik, sementara Ahok seperti pemain belakang dengan gaya bertahan yang tidak mudah dijebol oleh koalisi “birokrat-pengusaha hitam”.

Salah satu kompleksitas persoalan penting adalah soal anggaran pembangunan dan belanja daerah (APBD). Selama ini pengawasan APBD hanya mengandalkan atas laporan tertulis formal baik dari satuan pengawas internal maupun BPK. Artinya, kepemimpinan sebelumnya tidak pernah melakukan uji forensik terhadap rencana dan penggunaan anggaran di lapangan, sehingga laporan akhir tertulis yang bersifat “Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)” merupakan hasil evaluasi di atas kertas belaka.

Apabila kalangan elit di Pemprov DKI mempunyai komitmen tinggi pada good governance dan clean government, maka kerja sama dengan KPK merupakan langkah teknis yang perlu didukung semua stakeholders yang bermuara pada output yang sama, yaitu manfaat positif birokrasi untuk semua warga Jakarta khususnya di bidang pelayanan publik, dan keterbukaan keuangan daerah.

BERITA TERKAIT

Bank DKI Penyumbang Zakat Terbesar BUMD DKI Jakarta Tahun 2018

  NERACA Jakarta - Tunaikan kewajiban ZIS (Zakat, Infaq & Sedekah), Bank DKI sumbang zakat terbesar BUMD DKI Jakarta tahun…

Setop Politisasi Bantuan Pemprov DKI Bagi Korban Unras

Setop Politisasi Bantuan Pemprov DKI Bagi Korban Unras NERACA Jakarta - Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia mengajak seluruh pihak untuk menghentikan…

Capaian Kinerja Pencegahan Korupsi Pemprov Sumut Perlu Ditingkatkan

Capaian Kinerja Pencegahan Korupsi Pemprov Sumut Perlu Ditingkatkan NERACA Medan - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo menyebutkan, capaian…

BERITA LAINNYA DI EDITORIAL

Diversifikasi Ekonomi Daerah

Prediksi sejumlah ekonom bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 (yoy) sebesar 5,2%, ternyata meleset pada hanya mencapai 5,07%, atau naik tipis…

Infrastruktur Jadi Tumpuan

Belum lama ini Bank Dunia menyampaikan kritik terhadap proses perencanaan dan pembiayaan infrastruktur yang dilakukan pemerintahan Indonesia, karena dinilai ada…

Jaga Momentum Ekonomi 2019

Membaca kinerja ekonomi Indonesia hingga triwulan I-2019 terlihat cukup positif. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,07% (yoy), tumbuh stabil dibandingkan pertumbuhan periode…