Bank Sentral Dorong Bank Asing Punya Modal Kuat

NERACA

Jakarta - Saat ini Bank Indonesia (BI) tengah fokus mengarahkan supaya kantor cabang bank-bank asing memiliki modal cukup kuat. "Ini sebagai langkah awal sebelum adanya UU Perbankan baru yang mengharuskan bank asing itu memiliki badan hukum nasional di Indonesia," ujar Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah di Jakarta, Selasa (27/11).

Untuk saat ini, UU perbankan masih memperbolehkan bank-bank asing membuka cabang di Indonesia. "Undang-undang kita masih membolehkan kantor-kantor cabang bank asing. Jadi kita harus menghormati Undang-undang itu. Kecuali nanti kalau pemerintah bersama DPR memutuskan bentuknya itu dalam bentuk PP, itu lain lagi," tutur Halim.

Bank sentral, kata Halim, mengarahkan kantor cabang bank asing itu untuk tetap bisa beroperasi di Indonesia dengan modal yang lebih kuat. "Dan itu akan menuju kepada komitmen mereka yang lebih besar di Indonesia," ucap dia.

Sebelumnya, BI melakukan penyempuraan ketentuan kewajiban penyediaan modal minimum dan kewajiban pemeliharaan atau capital equivalence maintained assets (CEMA) bagi kantor cabang bank asing (KCBA).

Gubernur BI, Darmin Nasution mengatakan, pihaknya berwenang menetapkan modal minimum lebih besar dari kisaran modal minimum itu. BI menilai hasil perhitungan modal mininum tersebut belum mencukupi risiko yang dihadapi.

"Modal minimum, bank wajib menyediakan modal minimum sesuai dengan profil risiko di kisaran antara 8%-14%," kata Darmin di Jakarta, pekan lalu. CEMA adalah alokasi modal kantor cabang dari bank yang berkedudukan di luar negeri berupa dana usaha yang wajib ditempatkan pada aset keuangan dalam jumlah tertentu dan yang memenuhi persyaratan tertentu.

Menurut Darmin, kantor cabang di luar negeri wajib memenuhi CEMA minimum. "Perhitungan CEMA minimum dilakukan setiap bulan, aset keuangan yang telah ditetapkan untuk memenuhi CEMA minimum tidak dapat ditukarkan sampai dengan periode pemenuhan CEMA berikutnya," jelas dia.

Sementara Deputi Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Irwan Lubis menambahkan, usulan memberlakukan CEMA ini untuk mewaspadai jika terjadi masalah pada kantor induk bank asing di negara asalnya. "Latar belakangnya untuk memagari," tambahnya.

Saat ini ada 10 kantor cabang bank asing. Meski dari 10 kantor itu memiliki induk bank besar, namun bank besar itu tidak bisa terlepas dari krisis. "Kalau kita lihat, CEMA ini bagian dari modal kantor cabang bank asing," tambahnya.

Dia juga menjelaskan, nantinya letak dana CEMA sendiri ada di dalam dana usaha bank. Yaitu, dana yang sebagian ditempatkan dalam surat berharga yang disimpan di perbankan Indonesia, bisa berbentuk SBN, SBI dan surat berharga korporasi. Ketentuan ini mulai diterbitkan mulai 1 Januari 2013, dan memberikan transisi enam bulan. Sehingga mulai Juni 2013, bank asing harus menempatkan CEMA sebesar delapan persen dari nilai kewajiban. [ardi]

BERITA TERKAIT

WTP Pemda Punya Korelasi Kinerja Pembangunan

  NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan laporan keuangan pemerintah daerah dengan opini wajar tanpa pengecualian (WTP)…

Regulator Terus Dorong Usaha Mikro Terapkan Usaha E-Commerce - Niaga Online

NERACA Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) turut membangun dan menggerakkan…

Muamalat Raih 3 Penghargaan Sebagai Bank Swasta Publik Terbaik

      NERACA   Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk meraih penghargaan dalam ajang Anugerah Perusahaan TBK Indonesia-V-2018.…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

BRI Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Lion Air

      NERACA   Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) memfasilitasi pengelolaan keuangan Lion Air Group…

Kesadaran Masyarakat dalam Perencanaan Dana Pensiun Masih Rendah

  NERACA   Surabaya - Manulife Indonesia menyebutkan kesadaran masyarakat Indonesia dalam perencanaan dana pensiun masih rendah, karena dari total…