Perlu Langkah Konkret Amankan APBN 2011 - Prediksi Harga Minyak 120 Dolar/Barel

Prediksi Harga Minyak 120 Dolar/Barel

Perlu Langkah Konkret Amankan APBN 2011

Jakarta---Setelah sempat menurun diprediksi harga minyak kembali merangkak naik pada Mei 2011. Tak tertutup kemungkinan 120 dolar/barel. Oleh karena itu pemerintah diminta mengambil langkah guna mengamankan APBN. Karena beban subsidi BBM yang makin bengkak. "Apa tidak mungkin harga minyak kembali ke level US$ 120 (per barel)? Apalagi energi nuklir di Jepang tidak boleh lagi, hingga mereka butuh banyak energi minyak dan gas,” kata pengamat ekonomi Chatib Basri kepada wartawan di Jakarta,8/5.

Situasi harga BBM ini, lanjut Chatib, makin diperparah dengan situasi Timur Tengah yang makin tak menentu. “Belum lagi Timteng tidak jelas, dan menjadikan harga minyak berfluktuasi," tambahnya.

Yang jelas, Chatib memprediski kemungkinan ICP kembali cetak rekor baru, diatas US$ 120-130 per barel, maka subsidi membengkak dan mengorbankan pos belanja lain yang lebih penting, seperti pendidikan, pembayaran beban utang dan belanja gaji pegawai. “Maka porsi subsidi menjadi Rp 211 triliun. Angka ini membengkak dari anggaran sebelumnya,” tandasnya.

Dikatakan Chatib, saat ini pemerintah mempertahankan beban subsidi yang diambil dari APBN, maka pos anggaran lain wajib di tata ulang. “Dengan total APBN Rp 1.000 triliun, maka 20% untuk minyak (subsidi BBM). Belum lagi pembayaran beban utang, 20%, gaji 20-25%, subsidi untuk rakyat miskin?," ujarnya.

Harusnya, kata ekonom FEUI ini, pemerintah berani melakukan langkah konkrit berupa pembatasan BBM subsidi. Pemerintah tidak bisa lagi beralasan bahwa APBN aman karena rupiah yang terus menguat. "Kalau pada level ini, iya APBN masih terjaga. Tapi pertanyaannya, apa BI (Bank Indonesia) akan terus membiarkan rupiah terus menguat? Nanti bisa jadi, impor menjadi lebih murah dan ekspor nggak bisa jual. Nanti industri domestik akan teriak," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyebut anggaran negara masih kuat menahan kenaikan harga minyak. Hal ini didukung oleh penguatan nilai tukar rupiah yang kini menembus level Rp 8.600 per US$. "APBN masih memadai apalagi saat ini nilai tukarnya menguat," kata Agus.

Karena itu opsi kenaikan harga BBM masih bisa ditahan oleh pemerintah. Agus juga mengatakan, pemerintah tengah mempelajari kemungkinan kuota BBM bersubsidi bakal membengkak dari target 38,5 juta KL di 2011 ini.

Berdasarkan informasi Tim Harga Minyak Indonesia--Kementrian ESDM, harga minyak diproyeksikan bakal menguat pada Mei 2011 ini akibat kurangnya pasokan minyak mentah global akibat lambatnya respon OPEC, terutama Arab Saudi, yang tidak segera meningkatkan pasokan minyak mentah untuk menutupi anjloknya produksi Libya, Irak dan Nigeria akibat konflik geopolitik yang terjadi.

Hal lain yang memperkuat harga minyak adalah kuatnya spekulasi bahwa Bank sentral Eropa akan meningkatkan suku bunga dalam waktu dekat sehingga akan semakin memperlemah nilai tukar dolar AS.

Selain itu, recovery ekonomi dunia diperkirakan akan berlanjut dan perekonomian global diperkirakan dapat tumbuh hingga 3,9 persen pada tahun 2011 khususnya ditopang oleh tingginya pertumbuhan ekonomi di China dan India serta masih tingginya permintaan Jepang terhadap minyak mentah, terutama direct burning pascagempa dan tsunami.

Sementara faktor yang dapat memperlemah harga minyak dunia, menurut Tim Harga Minyak Indonesia adalah masih tingginya krisis hutang di zona Eropa, antara lain di Yunani dan Portugal serta tingginya tingkat inflasi dan potensi overheating pada perekonomian negara-negara berkembang di Asia. "Harga minyak yang terlalu tinggi dikhawatirkan akan menimbulkan stagnasi ekonomi yang pada akhirnya berdampak pada penurunan permintaan minyak," tambahnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Anggaran Pembangunan Ibukota Baru Minta Dialihkan untuk Beli APD Tenaga Medis

    NERACA   Jakarta - Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), Hardjuno Wiwoho meminta pemerintah merealokasikan semua dana pengembangan…

Kebijakan Penanganan Covid 19 Harus Berbasis Riset

    NERACA   Jakarta - Kebijakan pemerintah dalam menangani wabah virus corona (Covid 19) yang telah menewaskan ratusan jiwa…

Upaya Advance Cegah Penyebaran Covid 19

    NERACA   Jakarta - Naiknya grafik jumlah kasus penyebaran virus corona di Indonesia kerap membuat resah masyarakat. Advance…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Modena Kenalkan Mesin Cuci Pembasmi Virus

    NERACA   Jakarta - Di tengah situasi penyebaran virus Corona (COVID-19) yang makin tak terkendali, masyarakat dituntut kian…

Anggaran Pembangunan Ibukota Baru Minta Dialihkan untuk Beli APD Tenaga Medis

    NERACA   Jakarta - Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), Hardjuno Wiwoho meminta pemerintah merealokasikan semua dana pengembangan…

Kebijakan Penanganan Covid 19 Harus Berbasis Riset

    NERACA   Jakarta - Kebijakan pemerintah dalam menangani wabah virus corona (Covid 19) yang telah menewaskan ratusan jiwa…