Nikmatnya Berinvestasi Reksa Dana Saham Yang Tidak Luntur

NERACA

Jakarta- Meskipun memiliki profil risiko yang cukup tinggi dibanding produk reksa dana lainnya, reksa dana saham masih mencatatkan pertumbuhan yang cukup signifikan sebagai instrumen investasi. PT BNP Paribas misalnya menargetkan akan menerbitkan produk reksa dana saham pada tahun 2013. Pasalnya, reksa dana saham tercatat memberikan kontribusi besar terhadap dana kelola perusahaan.

“Perseroan akan mengeluarkan 1-2 reksa dana baru pada 2013 yang kemungkinannya berupa reksa dana saham dan campuran.” ujarnya.

Menurut dia, sejauh ini pihaknya cukup berhati-hati dalam mengeluarkan produk reksa dana agar tidak terjadi overlapping. Selain produk reksa dana saham, pihaknya memproyeksikan produk reksa dana pendapatan juga tetap diharapkan dapat memberikan kontribusi cukup besar kepada dana kelolaan perseroan. Hingga Oktober 2012, perseroan mencatat telah mencapai total dana kelolaan sebesar Rp33,91 triliun dengan total 14 reksa dana yang tersebar di hampir seluruh kelas aset.

Untuk potensi reksa dana saham dan reksa dana pendapatan tetap pada 2013, kata Vivian, performa produk reksa dana saham diperkirakan akan tetap lebih baik dibandingkan reksa dana pendapatan tetap.

Hal tersebut mengacu pada kemungkinan suku bunga acuan atau BI Rate yang akan mengalami peningkan sehingga mempengaruhi harga obligasi dan yield obligasi.“Reksa dana pendapatan tetap masih akan baik pada 2013, dan karena adanya kemungkinan BI Rate akan naik secara terbatas sehingga berdampak terbatas juga terhadap reksa dana pendapatan tetap,” jelasnya.

Menurut Vivian, pihaknya berencana akan meluncurkan progam edukasi kepada investor lokal pada tahun 2013 melalui program BNPP IP Investment Academy. Program tersebut dapat diikuti oleh nasabah BNP Paribas dan masyarakat umum. Program edukasi ini, kata dia, sebagai bagian dari kelanjutan komitmen perseroan di industri reksa dana dan pasar modal, sekaligus inovasi dalam bentuk edukasi.

Vivian menambahkan, konsep program edukasi ini berasal dari BNP Paribas internasional yang disiapkan oleh tim BNP Paribas. Program ini akan diadakan secara berkelanjutan setiap 1,5 bulan sekali dengan durasi antara 3-4 jam.

Optimis Capai Target

Wakil Ketua Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI), Denny R. Taher mengatakan, pihaknya optimistis target dana kelolaan reksadana akhir tahun ini bisa mencapai Rp180 triliun. Hal tersebut didasarkan pada pertimbangan, kinerja reksadana saham saat ini, khususnya konsumer dan perbankan, kata dia menunjukkan kinerja yang cukup cukup baik. Selain itu, sejumlah perusahaan manager investasi juga berencana menerbitkan produk baru.

Karena itu, APRDI akan mendorong perkembangan reksa dana ke depan dengan menjadikan produk reksa dana bukan sekadar instrumen investasi alternatif, tetapi diharapkan dapat menjadi instrumen investasi utama. Pasalnya, investasi melalui produk reksadana dapat meng-cover kebutuhan masyarakat di masa mendatang sebagai linvestasi jangka panjang, baik untuk kebutuhan kesehatan maupun pendidikan.

Denny menambahkan, jumlah investor reksa dana ini sangat ironis di tengah melesatnya kelas menengah Indonesia, di mana berdasarkan survey Bank Dunia tahun 2010, populasi kelas menengah dengan pengeluaran US$ 2 hingga US$ 20 dollar per hari mencapai sekitar 134 juta. “Salah satu ciri kelas menengah adalah kebutuhan terhadap investasi makin tinggi. Makanya, agak ironis juga jika investor reksa dana masih kecil seperti sekarang. Karena itu, kami juga terus melakukan sosialisasi.” jelasnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Syafruddin Temenggung Tidak Melanggar Hukum, Ini Alasan Yuridisnya

Syafruddin Temenggung Tidak Melanggar Hukum, Ini Alasan Yuridisnya NERACA Jakarta - Mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arysad…

Bupati Sukabumi Tidak Merekomendasi Perluasan Lahan Sawit

Bupati Sukabumi Tidak Merekomendasi Perluasan Lahan Sawit  NERACA Sukabumi - Bupati Sukabumi Marwan Hamami menegaskan pihaknya tidak akan mengeluarkan rekomendasi…

Jaksa KPK Tidak Memahami Proses Pemberian SKL

NERACA Jakarta- Tim penasehat hukum terdakwa mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Sjafruddin Arsyad Temenggung (SAT) menilai Jaksa Penuntut…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kondisi Ekonomi Masih Baik - Minat Perusahaan Untuk IPO Tetap Tinggi

NERACA Jakarta - Nilai tukar rupiah yang sempat mengalami depresiasi cukup dalam dan memberikan sentimen negaif terhadap kondisi indeks harga…

Debut Perdana di Pasar Modal - Saham PANI Oversubscribed 14 Kali

NERACA Jakarta – Di tengah rapuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan juga terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG)…

Investor Summit 2018 Sambangi Surabaya

Rangkaian acara paparan publik dari perusahaan tercatat secara langsung di 8 kota Investor Summit 2018 kembali berlanjut dengan tujuan kota…