Pencatatan Rekor IHSG Hanya Bersifat Semu

NERACA

Jakarta –Melejitnya pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) awal pekan kemarin menembus level 4.375 point, yang kemudian diklaim sebagai rekor terbarunya sepanjang masa. Rupanya penguatan tersebut tidak berlansung lama. Pasalnya, menutup perdagangan Selasa kemarin, prestasi kinerja IHSG BEI kembali anjlok 37 poin dan ditutup ke level 4.337,509.

Kondisi membuktikan penguatan indeks yang mencapai rekornya tersebut hanya bersifat sementara atau semu. Hal ini sangat beralasan, karena penguatan indeks BEI tidak berlangsung lama dan berikutnya kembali terpuruk ke zona merah akibat aksi ambil untung.

Padahal sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito pernah bilang, pencapaian poin tertinggi baru IHSG diawal pekan menunjukkan optimisme investor asing dan domestik terhadap pasar modal, “Sebetulnya secara umum kinerja ekonomi Indonesia juga masih cukup bagus. Kendati pada Agustus lalu indeks BEI sempat turun cukup dalam karena ada persoalan di pasar keuangan," kata Ito.

Namun Ito tetap memproyeksikan pada 2013, beberapa isu global masih tetap memberikan dampak kepada pergerakan IHSG BEI. Hanya saja, isu tersebut diperkirakan lebih ringan dari tahun ini.

Dirinya menilai, krisis yang terjadi saat ini diperkirakan tidak akan jauh lebih berat. Apalagi sejumlah persoalan juga diperkirakan sudah dapat ditemukan solusinya pada 2013.

Sebagai informasi, pada perdagangan saham BEI awal pekan kemarin, IHSG ditutup naik 26,36 poin atau 0,61 persen ke posisi 4.375,17. Beberapa sektor pendukung diantaranya konsumsi, manufaktur, namun sektor tambang melemah. IHSG juga menguat seiring positifnya indeks Asia.

Analis Trust Securities Reza Priyambada menambahkan, adanya berita positif sehari menjelang pertemuan Euro Group untuk menemukan solusi "bailout" Yunani mengantarkan IHSG BEI menyentuh level tertinggi terbarunya.

Selain itu, lanjut dia, ekspektasi positif kenaikan penjualan ritel AS saat "Thanksgiving Day" juga menjadi salah satu faktor indeks BEI meningkat meski bursa saham lainnya cenderung menguat terbatas, bahkan beberapa diantaranya ada yang mulai melemah.

Sepanjang perdagangan Senin awal pekan, dikemukakan reza, IHSG sempat menyentuh ke 4.377,52 (level tertingginya) jelang akhir sesi kedua dan menyentuh level 4.350,38 (level terendahnya) jelang akhir sesi pertama dan ditutup di posisi 4.375,17.

Sementara, analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menambahkan, IHSG ditutup menguat menembus rekor tertinggi menyusul sentimen positif dari regional paska kenaikan bursa AS pada Jumat pekan lalu. "Kenaikan bursa AS pekan lalu seiring dengan optimisme akan tercapai kesepakatan anggaran sehingga 'fiscal cliff' dapat dihindari," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, data manufaktur China yang tumbuh pertama kali sejak 13 bulan terakhir dan "business confidence" di Jerman yang naik turut menyumbang dorongan positif bagi bursa saham. (bani)

BERITA TERKAIT

Pengamat: Seleksi Cakim MK Oleh DPR Hanya Setengah Hati

Pengamat: Seleksi Cakim MK Oleh DPR Hanya Setengah Hati NERACA Jakarta - Direktur Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (PUSKAPSI) Fakultas…

Aksi Ambil Untung Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  -Mengakhiri perdagangan Selasa (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tipis dipicu…

Masuki Jenuh Jual - Tren IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

NERACA Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (18/2) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PPRO Berikan Kran Air Siap Minum di Semarang

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT PP Properti Tbk (PPRO) bersama…

Tawarkan IPO Rp 178 -198 Persaham - Interfood Bidik Kapasitas Produksi 10.600 Ton

NERACA Jakarta –Perusahaan produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara menawarkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO)…

Mandom Targetkan Penjualan Tumbuh 10%

Sepanjang tahun 2019, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 5% hingga 10%. Hal itu ditopang pertumbuhan penjualan…