Manfaat ASEAN

Oleh: Prof. Firmanzah Ph.D

Dekan Fakultas Ekonomi UI

Peran strategis Indonesia di kawasan regional (ASEAN) sangatlah penting. Selain sebagai satu-satunya wakil ASEAN dalam G-20, untuk 2011 Indonesia ditetapkan sebagai pemimpin ASEAN pada April 2010. Selain itu juga, Indonesia menjadi menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN dan telah dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 7 Mei 2011. Tentunya kita semua berharap kepemimpinan Indonesia tahun ini akan berdampak positif tidak hanya bagi perekonomian nasional tetapi juga bagi kawasan ASEAN. Setiap kesepakatan kerjasama ekonomi dilandaskan pada prinsip fair-trade dan mutual-benefit bagi setiap anggota di kawasan tersebut.

Data makroekonomi menunjukkan bahwa ASEAN merupakan kawasan yang dinamis dan penuh dengan potensi. Jumlah penduduk ASEAN pada 2009 mencapai 590,6 juta jiwa dengan total GDP sebesar US$ 1,49 triliun. Sementara itu aliran investasi asing di kawasan ASEAN mencapai US$39,6 miliar (3,6%dari total investasi asing dunia yang mencapai US$1,1 triliun) dan perdagangan internal ASEAN mencapai US$1,54 triliun. Sementara itu posisi sentral Laut Malaka sebagai urat nadi perdagangan dunia juga membuat ASEAN memainkan peranan yang sangat penting bagi perekonomian Asia Pasifik dan global.

Tantangan yang dihadapi oleh Indonesia untuk dapat memanfaatkan peluang dan potensi pasar ASEAN tidaklah ringan. Meski Indonesia memiliki potensi kekayaan alam baik terbarukan maupun non-terbarukan, perekonomian nasional dihadapkan pada sejumlah permasalahan terkait dengan high cost economy.

Untuk dapat masuk ke pasar ASEAN maka produk, jasa dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia harus kompetitif. Daya saing nasional produk/jasa dan SDM perlu menjadi perhatian semua kalangan. Penataan industri hulu-hilir, pembiayaan, infrastruktur, de-birokratisasi, harmonisasi kebijakan sektoral dan vertikal merupakan faktor sine-qua-non bagi penciptaan daya saing Indonesia di tingkat ASEAN.

ASEAN Economy Community (AEC) akan efektif diterapkan pada 2015 akan menjamin kebebasan lalulintas barang, jasa, investasi dan modal di tingkat regional. Masih terdapat 3-4 tahun untuk mengakselerasi perbaikan di sejumlah bidang ekonomi, infrastruktur, kebijakan dan SDM sebelum kesepakatan tersebut efektif diterapkan. Kekurangsiapan Indonesia untuk mengantisipasi dan melakukan perbaikan menyongsong ACFTA merupakan pelajaran berharga bagi kita semua. Baru akhir 2009 dan awal 2010 kita semua mulai sibuk mendiskusikan ACFTA sementara diskusi dan pembicaraan multilateral sudah dilakukan pada 2004.

Strategi internal dalam akselerasi pembenahan industri dan SDM dalam negeri menyongsong AEC 2015 perlu segera dilakukan. Sementara kepemimpinan Indonesia tahun ini juga perlu diarahkan untuk membangun semangat fair trade dan mutual benefit bagi semua anggota ASEAN. Keberlangsungan integrasi ekonomi kawasan akan panjang ketika masing-masing megara mendapatkan benefit ekonomi, sosio kultural dan keamanan dalam kerangka kerjasama ASEAN. Terbukanya pasar ASEAN merupakan peluang bagi produk/jasa dan SDM Indonesia. Sisa waktu 3-4 tahun mari kita gunakan untuk bekerja keras mengakselerasi perbaikan dan penataan industri dan pendidikan nasional.

BERITA TERKAIT

PEMERINTAH KAJI INSENTIF LISTRIK BAGI INDUSTRI DAN UMKM - Menkeu Prediksi Defisit APBN 2020 Tidak Lebih 5%

Jakarta-Meski pemerintah memberikan banyak bantuan stimulus dan insentif khusus bagi kalangan industri dan pengusaha UMKM yang usahanya terdampak virus Covid-19,…

Impor, Strategi Amankan Pangan Hadapi Wabah Covid-19

NERACA Surabaya – Ditengah-tengah merebaknya serangan virus covid-19, komoditas pangan tidak terpengaruh. Hal ini penting karena meskipun masyarakat dihimbau untuk…

KEPPRES STATUS DARURAT KESEHATAN TERBIT - Presiden Siapkan Perppu Antisipasi Defisit APBN

Jakarta-Presiden Jokowi akan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terkait pelebaran defisit anggaran menjadi 5,07% dalam UU APBN 2020. Selain…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

JANGAN TERULANG KASUS PENYELEWENGAN BLBI - DPR: Tambahan Dana Covid-19 Rp 405 Triliun Rentan Dikorupsi

Jakarta-Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengingatkan, pemerintah terkait risiko penyelewengan dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dalam pelaksanaan aturan baru terkait…

Pelanggan Listrik 1.300 VA Perlu Stimulus Pemerintah

NERACA Jakarta - Analis kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengatakan masyarakat pelanggan listrik 1.300 VA (Volt Ampere) juga…

PEMERINTAH KAJI INSENTIF LISTRIK BAGI INDUSTRI DAN UMKM - Menkeu Prediksi Defisit APBN 2020 Tidak Lebih 5%

Jakarta-Meski pemerintah memberikan banyak bantuan stimulus dan insentif khusus bagi kalangan industri dan pengusaha UMKM yang usahanya terdampak virus Covid-19,…