BNP Paribas Targetkan Dana Kelola Tumbuh 20% - Dampak Meningkatnya Reksa Dana

NERACA

Jakarta-Meskipun isu fiscal cliff di Amerika Serikat dan permasalahan utang Eropa diperkirakan belum akan menemukan titik terang dalam waktu dekat, namun dengan kondisi fundamental perekomian Indonesia yang tumbuh positif dinilai dapat menjadi stimulus pertumbuhan likuiditas di Indonesia.

Presiden Direktur PT BNP Paribas Invenstment Partners, Vivian Secakusuma mengatakan, pihaknya memproyeksikan dana kelolaan di tahun depan masih akan bertumbuh positif. Pasalnya, di tahun ini perusahaan memperkirakan total dana kelolaan mengalami peningkatan sebesar 20% dari total dana kelolaan tahun lalu yang mencapai Rp28,5 triliun.” Untuk tahun depan, bila perkembangan EPS pasar saham sekitar 10%-12%, maka perusahaan memperkirakan akan mengalami pertumbuhan sekitar 10%.” ujarnya di Jakarta (27/11).

Pertumbuhan dana kelolaan tersebut, menurut Vivian, didukung oleh fundamental kondisi perekonomian Indonesia yang cukup tinggi. Meskipun demikian, kata dia, pelaku pasar harus tetap 'aware' terhadap isu fiscall cliff Amerika Serikat dan kondisi ekonomi global, termasuk permasalahan utang Eropa. “Stimulus yang diberikan bank sentral Eropa memang cukup baik karena likuiditas juga masuk ke Asia. Namun isu fiscal cliff di Amerika Serikat juga harus dicermati bagaimana kebijakan selanjutnya karena pengaruh eksternal tersebut cukup besar,” jelasnya.

Sampai dengan akhir Oktober 2012, menurut dia, total dana kelolaan perseroan sudah meningkat 19% menjadi Rp33,91 triliun. Pertumbuhan tersebut sudah melampaui target awal tahun sebesar 15%. Saat ini perseroan mencatat, telah memiliki sebanyak 14 reksa dana yang tersebar di hampir seluruh kelas aset.

Bakal Tumbuh 10%

Vivian menilai, masih akan terjadi peningkatan volatilitas yang cukup tinggi di tahun 2013. Sementara untuk perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengalami peningkatan sebesar 10% dengan proyeksi IHSG di level 4.800-4.900. Adapun sektor saham yang menopang keberadaan bursa saham pada tahun depan, kata dia, masih dari sektor konsumsi domestik dan infrastruktur.

Hal senada juga diungkapkan oleh pengamat pasar modal, Edwin Sebayang. Dia mengatakan, IHSG masih akan bertumbuh secara konservatif sebesar 10% di tahun 2013. “Pertumbuhan ekononomi Indonesia yang masih akan mampu menarik masuknya dana asing ke pasar modal, di samping nilai inflasi yang rendah dan tingkat suku bunga rendah juga menjadi faktor terjadinya peningkatan likuiditas.” jelasnya.

Meskipun demikian, menurut dia faktor eksternal seperti adanya isu fiscall cliff AS dan masalah utang Eropa juga memiliki pengaruh terhadap perkembangan IHSG. Beberapa sektor yang diproyeksikan akan mengalami penguatan di tahun 2013, kata dia, antara lain saham konsumsi domestik yang masih memiliki peluang tumbuh sekitar 5-10 %, sektor perbankan diproyeksikan masih akan tumbuh sekitar 10% dengan besaran penyaluran kredit perbankan sekitar 20-22%.

Sementara untuk sektor infrastuktur, lanjut dia, dengan adanya beberapa proyek besar dari swasta maupun pemerintah diperkirakan masih akan tetap mengalami peningkatan di 2013, sedang untuk sektor properti dinilai akan ada emiten yang tetap memiliki prospek dan tidak berprospek.

Namun, diperkirakan tidak akan mengalami pertumbuhan seperti yang terjadi di tahun ini. “Terjadinya kenaikan harga yang tajam tidak didukung oleh faktor fundamentalnya, sehingga kemungkinan akan ada seleksi.” ujarnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Penyaluran Kredit Di Papua Tumbuh 7,2%

    NERACA   Jayapura - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat menyebut selama 2018 penyaluran kredit/pembiayaan yang…

PD Pasar Tangerang Kelola 18 Pasar Tradisional

PD Pasar Tangerang Kelola 18 Pasar Tradisional NERACA Tangerang - Perusahaan Daerah (PD) Pasar Niaga Kerta Raharja, Badan Usaha Milik…

Sektor Pangan - Kasus Beras Turun Mutu Akibat Tata Kelola Distribusi Tak Optimal

NERACA Jakarta – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menilai kasus 6.000 ton beras busuk di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pemda Kalsel Tertarik Untuk Obligasi Daerah

NERACA Banjarmasin -Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Rudy Resnawan menyatakan tertarik dengan potensi pengembangan obligasi daerah sebagai sumber pendanaan untuk…

URBN Bidik Rp 650,3 Miliar Private Placement

Danai pengembangan bisnisnya, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) berencana menerbitkan 320,366 juta lembar saham baru atau 10% dari modal…

Aksi Ambil Untung Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  -Mengakhiri perdagangan Selasa (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tipis dipicu…