Sempat Tertekan, Indeks BEI Masih Berpeluang Menguat

NERACA

Jakarta – Pasca mencatatkan rekor barunya menembus level 4.375 point, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa kembali terkoreksi. Pelemahan indeks sudah terjadi sejak awal perdagangan hingga penutupan perdagangan.

Aksi ambil untung investor memicu pelemahan indeks, dimana indeks Selasa ditutup melemah 37,660 poin (0,86%) ke level 4.337,509. Sementara Indeks LQ45 ditutup ambles 9,216 poin (1,23%) ke level 742,810. Pada perdagangan kemarin, investor asing mulai mengambil untung memanfaatkan posisi indeks yang sudah tinggi.

Alhasil, transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 251,3 miliar di pasar reguler. Berikutnya, indeks Rabu diproyeksikan masih berpeluang menguat dan pergerakanya sendiri akan berada di level 4.335-4.337.

Pada perdagangan kemarin, saham-saham unggulan menjadi target aksi ambil untung Delapan sektor jatuh ke zona merah dipicu aksi jual di saham-saham komoditas dan bank. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 138,426 kali pada volume 6,299 miliar lembar saham senilai Rp 4,779 triliun. Sebanyak 84 saham naik, sisanya 146 saham turun, dan 110 saham stagnan.

Tercatat bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan dengan mixed. Sentimen positif datang dari Uni Eropa yang menyepakati pemangkasan utang Yunani. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 14.500 ke Rp 714.500, Schering Plough (SCPI) naik Rp 2.200 ke Rp 31.250, Lion Metal (LION) naik Rp 600 ke Rp 11.000, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 400 ke Rp 56.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.100 ke Rp 25.800, United Tractor (UNTR) turun Rp 650 ke Rp 18.600, Astra Agro (AALI) turun Rp 600 ke Rp 19.000, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 52.100.

Sementara menutup perdagangan sesi I, indeks BEI juga ditutup melemah 12,522 poin (0,29%) ke level 4.362,647. Sementara Indeks LQ45 melorot 1,960 poin (0,26%) ke level 750,066. Investor asing mulai mengambil untung memanfaatkan posisi indeks yang sudah tinggi. Dimana investor asing sudah melakukan penjualan bersih di pasar reguler.

Beberapa investor domestik juga ada yang ikut-ikutan mengambil untung. Saham-saham unggulan menjadi incaran untuk aksi jual. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 72.601 kali pada volume 3,12 miliar lembar saham senilai Rp 2,141 triliun. Sebanyak 66 saham naik, sisanya 145 saham turun, dan 97saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indocement (INTP) naik Rp 400 ke Rp 22.200, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 250 ke Rp 40.000, BCA (BBCA) naik Rp 200 ke Rp 9.300, dan Sarana Menara (TBIG) naik Rp 150 ke Rp 5.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 26.500, United Tractor (UNTR) turun Rp 400 ke Rp 18.850, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 400 ke Rp 15.950, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 400 ke Rp 19.200.

Kemudian diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 0,94 poin atau 0,02% ke posisi 4.374,23. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,24 poin (0,03%) ke level 751,79, “Indeks BEI bergerak konsolidasi, dan bergerak melemah tipis," kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono.

Dia menambahkan, optimisme akan tercapai kesepakatan anggaran AS sehingga "fiscal cliff" dapat dihindari dapat menjadi sentimen positif bursa saham regional termasuk IHSG BEI.

Selain itu, lanjut dia, data manufaktur China yang bertumbuh pertama kali sejak 13 bulan terakhir dan "business confidence" di Jerman yang naik turut menyumbang dorongan positif. Kesepakatan Menteri Keuangan di Eropa terkait bantuan untuk Yunani juga menambah sentimen positif.

Sedangkan analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro menambahkan, mayoritas bursa Asia Selasa dibuka menguat setelah Uni Eropa dan dana moneter internasional (IMF) mencapai kesepakatan skema "bailout" untuk Yunani sehingga menghilangkan resiko ketidakpastian gagal bayar Yunani.

Oleh karena itu, dia sempat memperkirakan saham-saham berbasis komoditas diperkirakan akan bergerak menguat setelah "under perform" dalam sepekan terakhir, sementara saham konsumer cukup rawan "profit taking".

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng Selasa dibuka menguat 54,79 poin (0,25%) ke level 21.916,60, indeks Nikkei-225 naik 45,14 poin (0,48%) ke level 9.434,08, dan Straits Times menguat 5,07 poin (0,94%) ke level 3.009,57. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Kaji Penambahan Indeks Tahun Depan

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan penyesuaian di indeks-indeks yang ada di BEI. Salah satu cara…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Indeks Pensiun Indonesia Naik

  NERACA   Jakarta - Indeks Pensiun Global Melbourne Mercer 2018 menunjukkan peningkatan yang signifikan bagi Indonesia sehingga sistem pensiun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…

Strategi Hilirisasi - Pabrik Feronikel Antam Rampung Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Komitmen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjalankan strategi hilirisasi terus dilakukan dengan pembangunan pabrik Feronikel Haltim dengan…