Kinerja Perbankan Syariah di Riau Tumbuh Positif

NERACA

Pekanbaru - Kinerja perbankan syariah di Riau pada triwulan III/2012 menunjukkan perkembangan positif dengan total aset Rp4,24 triliun atau pangsanya mencapai 6,46% dibandingkan periode yang sama 2011. "Aset perbankan syariah tumbuh dengan total Rp4,26 triliun atau pangsanya saat ini mencapai 6,46 persen dari total aset yang dimiliki perbankan di Riau," kata Kepala Tim EKonomi Moneter Kantor Perwakilan BI Wilayah Riau, Muhammad Abdul Majid di Pekanbaru, Senin (26/11).

Lebih lanjut dia menjelaskan, dibanding dengan kinerja tahunan (year on year) di "Bumi Melayu Lancang Kuning" julukan bagi Riau, industri perbankan syariah tumbuh sebesar 40,74%. Saat ini, jumlah bank syariah bertambah satu menjadi 12 bank dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kemudian dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat baik berupa giro, tabungan dan deposito dari Rp2,86 triliun pada triwulan II menjadi Rp3,20 triliun pada triwulan III serta tumbuh sebesar 48,82% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Begitu juga dengan pembiayaan yang meningkat dari periode sebelumnya Rp2,57 triliun menjadi Rp2,75 triliun lebih atau dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tetap tumbuh sebesar 24,56%.

Rasio pembiayaan bermasalah (nonperforming finance/NPF) juga turut meningkat tipis sebesar 0,08% menjadi 3,03% dari periode sebelumnya hanya 2,95%. "Potensi Riau yang sangat luar biasa di bidang ekonomi, mengakibatkan perkembangan perbankan syariah tumbuh dengan pesat atau melampaui pertumbuhan nasional," katanya.

Jika dibandingkan dengan nasional, posisi Riau masih jauh berada di atas karena perbankan syariah nasional hanya memiliki pangsa saat ini sekitar 4,25% dari total aset yang dimiliki. Meski demikian, secara umum industri perbankan syariah nasional tumbuh dengan pesat dan hingga periode III tahun ini tercatat tumbuh sebesar 36,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Departemen Perbankan Syariah BI, Edy Setiadi mengatakan, saat ini ada 11 bank umum syariah dengan 24 unit usaha syariah dan 156 bank pembiayaan syariah, dengan didukung jaringan kantor yang semakin luas dan berbagai alternatif "delivery channel" yang beragam.

Kemudian rasio penyaluran pembiayaan dibandingkan DPK relatif tinggi sekitar 102,1% dan porsi pembiayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sektor-sektor produktif yang tetap dominan dalam portfolio pembiayaan bank syariah.

Walau sejak pertengahan 2011 perekonomian dunia harus menghadapi krisis utang Eropa dan Amerika Serikat, namun kondisi makro ekonomi Indonesia masih relatif cukup baik. "Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini ada pada kisaran 6,3%-6,7% dan laju inflasi diharapkan dapat terkendali pada level 4,5 plus 1%," katanya. [ant/ardi]

BERITA TERKAIT

HASANAH SPOT BNI SYARIAH

Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah, Dhias Widhiyati, Pemimpin Wilayah BNI Jakarta BSD, Henry Panjaitan, Direktur Kepatuhan dan Risiko…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

Sikapi Rekomendasi Credit Suisse - Dirut BEI Masih Optimis Pasar Tumbuh Positif

NERACA Jakarta – Di saat banyaknya pelaku pasar menuai kekhawatiran dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China terus…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BPR Diminta Bantu Kemajuan Daerah

    NERACA   Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) harus terus mampu memberikan…

Tingkatkan Loyalitas Nasabah dengan CIMB Niaga Xtra Xpo

      NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) kembali menggelar pameran perbankan ritel bertajuk…

Gandeng IKA ITS, BNI Life Tawarkan Program Asuransi

    NERACA   Jakarta - PT BNI Life Insurance (BNI Life) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Ikatan Alumni…