Per November, Sub Rekening Pasar Modal Capai 355.893

NERACA

Jakarta – Menjelang akhir tahun, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengungkapkan total sub rekening efek mengalami kenaikan menjadi 355.893 rekening hingga 23 November 2012.

Informasi tersebut disampaikan persepan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (26/11). Disebutkan, kenaikan jumlah sub rekening efek itu juga diikuti jumlah kenaikan single investor id dari 276.990 id per 31 Oktober 2012 menjadi 278.898 id per 23 November 2012.

Investor yang melakukan login mengalami kenaikan tipis dari 34.598 investor menjadi 34.806 investor per 23 November 2012. Adapun jumlah total sub rekening efek itu mengalami penurunan dari 29 Februari 2012 dengan total rekening mencapai 365.321 rekening menjadi 341.541 rekening. "Penurunan jumlah rekening itu karena penutupan dormant account," kata Direktur PT KSEI, Sulistyo Budi.

Saat ini, otoritas bursa sedang giat untuk melakukan sosialisasi dan edukasi pasar modal kepada masyarakat. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan jumlah investor di pasar modal Otoritas pasar modal dan Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal akan menggelar Investor Summit 2012 pada 28 November 2012.

Sebagai informasi, PT Bursa Efek Indonesia mengincar kalangan komunitas khusus demi menggenjot jumlah investor di pasar modal domestik. Di akhir 2013, Bursa Efek menargetkan bursa saham nasional bisa memiliki 2,3 juta investor.

Direktur Teknologi Informasi BEI Adikin Basirun pernah bilang, komunitas yang akan di bidik adalah komunitas yuang umumnya memiliki tujuan yang fokus. Nantinya, akan menyasar komunitas-komunitas khusus, yang akan di fasilitasi klasifikasikan berdasarkan usia dan pendapatan.

Pihaknya menyadari, saat ini edukasi mengenai pasar modal masih kurang di Indonesia. "Untuk itu, kami menyasar kalangan komunitas yang umumnya memiliki pengetahuan dan kemampuan yang solid. Dari sisi usia kami akan menyasar kalangan berusia 20 tahun - 50 tahun, dan dari sisi pendapatan, kami melihat orang yang memiliki keuangan baik, karena umumnya orang-orang seperti mereka yang punya uang lebih, dan sadar untuk berinvestasi," ujar Adikin.

Selain itu, Bursa Efek juga tetap melakukan edukasi dan sosialisasi secara menyeluruh, dan melakukan optimalisasi pojok bursa serta pusat informasi pasar modal (PIPM). "Tahun depan kami akan buka 1 PIPM lagi," lanjut Adikin.

Hingga Oktober 2012, jumlah investor pasar modal nasional baru sekitar 360 ribu investor. Dengan menyasar komunitas-komunitas, pihaknya optimis target yang ditetapkan (2,3 juta investor) akan tercapai di akhir 2013. (bani)

BERITA TERKAIT

IPO DIVA Oversubscribe mencapai 5,6 kali - Patok Harga Rp 2.950 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) telah menetapkan pelaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada…

Pasar Modal di 2019 Lebih Menggairahkan - Tekanan Sudah Mereda

NERACA Jakarta – Bila sebagian pelaku pasar menilai tahun politik di 2019 mendatang, menjadi  kondisi yang cukup mengkhawatirkan di industri…

LPEI Mendorong BUMN Ekspor ke Pasar Prospektif

    NERACA   Jakarta – Pasar prospektif menjadi salah satu alternatif negara tujuan untuk memperluas ekspor di samping Cina…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…

Strategi Hilirisasi - Pabrik Feronikel Antam Rampung Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Komitmen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjalankan strategi hilirisasi terus dilakukan dengan pembangunan pabrik Feronikel Haltim dengan…