Dirut BEI Cibir Emiten Pelit Bagikan Dividen - Wacanakan Wajib Dividen

NERACA

Jakarta – Tujuan investor berinvestasi di pasar modal adalah mendapatkan keuntungan dari pembelian beberapa saham perusahaan yang tercatatkan di pasar modal. Namun apa jadinya, jika investor belum juga mendapatkan keuntungan yang didapat dari investasi tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghimbau emiten untuk membagikan dividen kepada pemegang saham bila memperoleh keuntungan, “Tentu kami menghimbau emiten untuk membayar dividen. Dividen itu bergantung kebutuhan emiten kalau emiten itu masih rugi maka belum dapat membagikan dividen," katanya di Jakarta, Senin (26/11).

Meski begitu, pihaknya tidak dapat memaksakan emiten itu untuk membagikan dividen bila tidak mendapatkan laba dan masih memiliki saldo defisit. Kata Ito, pihaknya menghimbau emiten untuk membagikan dividen kepada investor. Pembagian dividen itu bergantung kebutuhan emiten.

Dia juga menuturkan, pihaknya masih terus membahas untuk mewajibkan pembagian dividen. Hal itu dilakukan agar tidak bertentangan dengan Undang-undang. "Itu yang masih harus dibahas karena menyangkut undang-undang apakah bertentangan atau tidak," paparnya.

Saat ditanya apakah pembagian dividen itu dapat dilakukan dengan kuasi reorganisasi, Ito menuturkan, bila emiten memiliki saldo negatif, salah satu cara yang dapat dilakukan dengan segera untuk membagikan dividen dengan melakukan kuasi reorganisasi.

Hal itu dilakukan untuk menghapus saldo negatif. Namun hak itu bergantung dari modal dasar dan ditempatkan dari emiten itu sebelum melakukan kuasi reorganisasi. Saat ini, sebanyak 55 emiten tidak pernah membagikan dividen selama lebih dari 10 tahun kepada pemegang saham.

Sementara menurut data Bloomberg, emiten-emiten yang terafiliasi dengan kelompok usaha Bakrie terbilang pelit dividen. Pasalnya, hanya tiga emiten dari kelompok usaha Bakrie yang masih memberikan dividen dari laba tahun lalu. Berau Coal masih memberikan imbal hasil atau yield dividen yang lumayan besar, yakni 4,2%. Setelah itu, Bakrie Sumatra Plantation memberikan dividen dengan yield 3,28%. Terakhir, Bumi Resources masih memberi dividen dengan yield 1,96%.

Asal tahu saja, saham-saham emiten yang terafiliasi Bakrie sempat menguasai indeks saham Indonesia. Pada tahun 2008 silam, kapitalisasi pasar saham emiten yang terafiliasi Bakrie sempat mencapai 30%–40% dari total kapitalisasi pasar saham Indonesia. Beberapa saham grup Bakrie juga sempat masuk dalam daftar 25 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa saham Indonesia.

Tapi, kini, total kapitalisasi pasar 11 saham emiten yang terafiliasi Bakrie kini hanya tersisa sekitar Rp 66,88 triliun, atau sekitar 1,74% dari total kapitalisasi pasar saham. Maklumlah, alih-alih menggemukkan pundi laba investor, saat ini, rata-rata saham emiten yang terafiliasi Bakrie justru menggerus kantong investor. (bani)

BERITA TERKAIT

Performance Kinerja Melorot - Mandom Royal Bagi Dividen Rp 84,45 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp…

Berikan Pengalaman Pasar Modal - IPB Gandeng BEI Bangun Mini Bursa

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan investor pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB,…

Saham Mahaka Media Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Di balik melorotnya performance kinerja keuangan PT Mahaka Media Tbk (ABBA) di tahun 2018, justru kinerja harga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…