Gaikindo Targetkan Penjualan Mobil Tumbuh 10% di 2013 - Perdagangan Otomotif

NERACA

Jakarta - Gabungan Industri Kendaraan Otomotif Indonesia (Gaikindo) meyakini penjualan mobil bakal positif dan terus tumbuh tahun depan. Salah satu faktornya adalah respons pasar yang masih positif dan rencana pemerintah meningkatkan produksi mobil murah dan ramah lingkungan.

Sekretaris Jenderal Gaikindo Juwono Andrianto menyebutkan, pihaknya menargetkan pertumbuhan penjualan mobil sebesar dua digit tahun depan. Tapi, isu kenaikan harga bahan bakar berpotensi mengurangi tingkat penjualan kendaraan roda empat, terutama untuk segmen perorangan. "Tahun depan kita masih taruh (target) tumbuh 10 %. Kenyataannya, kalau bagus growth bisa 15 %. Tapi mempertimbangkan banyak faktor, ramalan kita 10 %," ujarnya di Jakarta, Senin (26/11).

Untuk tahun ini, Gaikindo terpaksa sedikit merevisi target penjualan. Di awal tahun industri sempat mencanangkan penjualan mobil mencapai 1,1 juta unit. Juwono tidak merinci alasan turunkan target sekitar 50.000 unit. "Untuk tahun ini Gaikindo meramalkan penjualan sebesar 1,05 juta unit, itu forecast kita," ungkapnya.

Juwono menilai keputusan pemerintah menerbitkan peraturan presiden (perpres) mengenai produksi mobil murah mulai tahun depan bisa mendongkrak penjualan. Pihaknya meyakini, animo kelas menengah konsumen sasaran produk low cost green car (LCGC) tetap tinggi. "LCGC itu memang bisa meningkatkan demand," cetusnya.

Sedangkan untuk isu kenaikan harga BBM, diperkirakan hanya akan bertahan pada tahun pertama pelaksanaan kebijakan itu. Berkaca pada pengalaman, pasar domestik bangkit kembali dalam waktu singkat. Fundamental ekonomi Indonesia yang masih kuat untuk beberapa tahun ke depan diyakini Gaikindo membuat daya beli masyarakat tetap tinggi.

"Kalau bikin ramalan, kita lihatnya selalu jangka panjang, bukan hanya setahun dua tahun. Pengalaman pada 2005 itu penjualan sempat anjlok karena kenaikan BBM, tapi pada 2007 sudah normal lagi," paparnya.

Indonesia Vs Thailand

Tahun lalu penjualan mobil (penumpang dan komersial) di Thailand dikalahkah oleh Indonesia. Perbandingannya, Indonesia: 894.164 unit, Thailand: 794.081 unit. Pada tahun ini, Negeri Gajah Putih dipastikan lebih unggul, kendati masih tersisa dua bulan (November dan Desember). Berdasarkan data terakhir, sampai akhir Oktober 1,143.197 unit, total penjualan tahun ini diperkirakan mencapai 1,4 juta unit. Sedangkan Indonesia, selama 10 bulan 2012, whole sales mencapai 923.132 unit. Sama-sama menciptakan rekor baru.

Sebagai refrensi, populasi Indonesia, 248 juta pada Juli 2012, sama dengan 3,6 kali penduduk Thailand 67 juta. Di Asean, Indonesia dan Thailand berlomba untuk menjadi teratas dalam bidang industri dan ekonomi, termasuk otomotif. Khusus untuk industri otomotif, Thailand beberapa langkah di depan. Tidak hanya penjualan mobil domestik yang mengungguli Indonesia, juga produksi bersama ekspornya jauh lebih banyak.

Indonesia, boleh saja terus membuat rekor penjualan tertinggi pada Oktober lalu, yaitu 106.807 unit, namun Thailand lebih hebat. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Federasi Industri Thailand, Federation of Thai Industries yang dikutip Reuter akhir minggu lalu, penjualan pada Oktober 2012 mencapai 142.839 unit. Rekor baru! Tepatnya, untuk 10 bulan pertama 2012, industri mobil Thailand menikmati kenaikkan 60,17 %.Karena itulah, Federasi Industri Thailand memperkirakan, produksi mobil di negara tersebut tahun ini akan mencapai 2,2 juta unit. Juga rekor baru.

Bagaimana dengan Indonesia? Berdasarkan data GAIKINDO, selama 10 bulan 2012, ekpor mobil Indonesia untuk CBU 145.495 unit. Lantas mobil yang terjual 923.132 unit, termasuk 104.514 unit impor CBU. Berarti penjualan dengan produksi hampir berimbang. Artinya, Indonesia kalah jauh dari Thailand. Kenaikkan produksi yang sangat besar tersebut karena industri harus mengenjot produksi karena untuk memenuhi permintaan konsumen konsumen dan ekspor yang tertunda.

Indonesia cukup banyak merek mobil yang diimpor dari Thailand. Toyota, mengimpor Yaris, Vios, Camry, Corolla dan Hilux dari Thailand. Honda memboyong, Accord, Civic, City dan Brio. Mitsubishi mengimpor Pajero Sport, Mirage dan Strada Triton. Mazda (Mazda2 dan BT500). Sedangkan , Ford seluruh model yang dijualnya di Indonesia didatangkan dari Thailand. Begitu juga dengan Chevrolet.

Untuk memulihkan industri otomotif yang kelelap banjir tahun lalu, Pemerintah Thailand bertindak cepat, membantu produsen komponen dengan berbagai cara, termasuk pembebasan pajak, bea masuk untuk mengganti mesin produksi yang rusak bahkan ijin impor CBU.

Faktor lain yang membuat pertumbuhan penjualan mobil di NegaraGajah Putih begitu kencang, karena tahun ini produsen banyak memperkenalkan model-model baru. Di lain hal, pemerintah juga mengenjt dengan skema “First Time Car Buyer”. Ternyata, program yang disebutkan terakhir, dilaporkan menaikkan penjualan mobil-mobil sub-kompak, kecil dan eco-car sampai 70%.

Karena itu, media Thailand menyebut tahun ini sebagai “Golden Year” industri otomotif negara tersebut. Dalam sisa tahun ini, kalau penjualan setiap bulan bisa terjual 125.000 unit, perkiraan 1,4 juta unit akan tercapai. Hal yang dibanggakan Thailand, dengan produksi 2,2 juta unit, industri otomotif yang sudah berjalan setengah abad, akan menjadi negara Top10 produsen mobil dunia.

BERITA TERKAIT

Ford Rencanakan Teknologi Nirkabel Baru Untuk Mobil

Ford Motor Co mengatakan pada Senin (7/1) bahwa pihaknya berencana untuk meluncurkan teknologi nirkabel untuk model kendaraan baru di Amerika…

Kominfo Targetkan Kebijakan 5G Rampung Tahun Ini

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan akan merampungkan kebijakan 5G tahun ini. “Tahun ini harus sudah keluar kebijakannya karena kita…

Pabrikan Volkswagen Cetak Rekor Penjualan di 2018

Volkswagen mencetak rekor pada 2018 dengan menjual 6,24 juta kendaraan bermerek VW, terlepas dari masalah pengiriman yang disebabkan oleh aturan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Niaga Bilateral - Indonesia-Amerika Berkomitmen Tingkatkan Nilai Perdagangan

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda menyatakan Republik Indonesia dan Amerika Serikat berkomitmen meningkatkan…

Ada Kemajuan Dalam Pembahasan Penerapan GSP

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa ada kemajuan dalam pembahasan mengenai penerapan pemberian fasilitas kemudahan perdagangan…

Data BPS - Ekspor Industri Pengolahan Turun 6,92 Persen di Desember 2018

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir ekspor industri pengolahan pada Desember 2018 mengalami penurunan 6,92 persen jika dibandingkan…