Catatkan Rekor Tinggi, Indeks BEI Belum Tergoyahkan

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 26,361 poin (0,61%) ke level 4.375,169. Sementara Indeks LQ45 naik 5,619 poin (0,75%) ke level 752,026. Penguatan indeks menembus rekor terbarunya sepanjang masa di 4.375. Investor tetap getol berburu saham meski banyaknya sentimen negatif yang beredar dari dunia internasional.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, IHSG ditutup menguat menembus rekor tertinggi menyusul sentimen positif dari regional paska kenaikan bursa AS pada pekan lalu, “Kenaikan bursa AS pekan lalu seiring dengan optimisme akan tercapai kesepakatan anggaran sehingga 'fiscal cliff' dapat dihindari," katanya di Jakarta kemarin.

Selain itu, lanjut dia, data manufaktur China yang bertumbuh pertama kali sejak 13 bulan terakhir dan "business confidence" di Jerman yang naik turut menyumbang dorongan positif.

Disisi lain, pergerakan pasar masih dibayangi oleh penantian kesepakatan Menteri Keuangan di Eropa terkait bantuan untuk Yunani, “Kesulitan tercapainya kesepakatan karena penurunan bunga dana bantuan untuk Yunani, membuat bunga baru itu lebih rendah daripada 'cost of fund' beberapa negara kawasan Euro yang memberikan pinjaman kepada Yunani. Sehingga negara tersebut harus menanggung 'spread' tersebut,"ungkapnya.

Berikutnya, indeks BEI Selasa akan bergerak menguat menikmati penguatan kemarin. Dimana pergerakan indeks akan berada di level 4.375-4.379. Pada perdagangan kemarin, maraknya aksi jual di perdagangan sesi sore membuat indeks melompat hingga ke posisi intraday tertingginya sepanjang masa alias rekor baru di 4.377,519. Posisi intraday tertinggi IHSG sebelumnya ada di level 4.366,856 pada hari yang sama.

Aksi beli banyak dilakukan investor domestik. Sementara transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih senilai Rp 65,2 miliar di pasar reguler. Saham-saham komoditas menjadi penghambat laju penguatan bursa, indeks sektor agrikultur dan tambang melemah cukup dalam. Saham-saham lapis dua menjadi primadona kali ini.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 133.700 kali pada volume 5,02 miliar lembar saham senilai Rp 4,01 triliun. Sebanyak 135 saham naik, sisanya 96 saham turun, dan 107 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan awal pekan dengan bergerak mixed. Pelaku pasar banyak menahan diri menjelang pertemuan petinggi Uni Eropa dalam menentukan nasib dana talangan Yunani dan Spanyol.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 700 ke Rp 52.500, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 56.500, Unilever (UNVR) naik Rp 450 ke Rp 26.900, dan Telkom (TLKM) naik Rp 200 ke Rp 9.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 14.700 ke Rp 700.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 600 ke Rp 39.750, Lion Metal (LION) turun Rp 550 ke Rp 10.400, dan Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 325 ke Rp 2.000.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 6,532 poin (0,15%) ke level 4.355,340. Sementara Indeks LQ45 naik 1,873 poin (0,25%) ke level 748,280. Aksi beli terjadi di saham-saham unggulan dan lapis dua yang masih murah. Penguatan dipimpin saham-saham konsumer dan perbankan.

Investor masih menahan diri dalam bertransaksi atas kekhawatiran dari beberapa isu global seperti ekonomi AS san krisis di Uni Eropa. Aksi jual pun terjadi di saham-saham berbasis komoditas.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 73.386 kali pada volume 2,466 miliar lembar saham senilai Rp 1,783 triliun. Sebanyak 103 saham naik, sisanya 102 saham turun, dan 101 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 350 ke Rp 52.150, Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 250 ke Rp 6.600, Unilever (UNVR) naik Rp 150 ke Rp 26.600, dan Telkom (TLKM) naik Rp 150 ke Rp 9.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 39.850, Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 325 ke Rp 2.000, Asahimas (AMFG) turun Rp 300 ke Rp 7.900, dan Bayan (BYAN) turun Rp 200 ke Rp 9.800.

Kemudian diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 4,01 poin atau 0,09% ke posisi 4.352,81. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,10 poin (0,15%) ke level 747,51, “Indeks BEI dibuka menguat seiring dengan mayoritas bursa Asia memfaktorkan sentimen positif dari penguatan bursa AS," kata analis Samuel Sekuritas Benedictus Agung.

Dia mengemukakan, bursa AS membukukan penguatan sekitar 3,6% sepanjang pekan lalu, seiring pasar kembali optimis akan adanya kompromi solusi "fiscal cliff" dari pemerintah AS.

Menurutnya, saham sektor perbankan Senin awal pekan diperkirakan menguat paska sosialisasi beberapa peraturan yang menghilangkan ketidakpastian akan outlook perbankan ke depan. Namun, lanjut dia, saham-saham sektor "crude palm oil" (CPO) diperkirakan mengalami tekanan menyusul koreksi signifikan harga CPO pada akhir pekan lalu.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng Senin awal pekan dibuka melemah 5,99 poin (0,03%) ke level 21.907,99, indeks Nikkei-225 naik 69,80 poin (0,75%) ke level 9.436,60, dan Straits Times menguat 11,10 poin (0,37%) ke level 3.000,38. (bani)

BERITA TERKAIT

Bank Belum Penuhi Rasio Kredit UMKM

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat sekitar 20 persen dari total bank umum domestik belum…

Menteri Kelautan dan Perikanan - Ancaman Terhadap Laut Masih Tinggi

Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Ancaman Terhadap Laut Masih Tinggi Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan…

BPS: Ketimpangan Pendapatan Masih Tinggi

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, tingkat ketimpangan antara penduduk kaya dan miskin di Indonesia (gini ratio) turun tipis dari 0,391…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penjualan HEXA Capai 22,95% Dari Target

Di kuartal kedua 2018, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) membukukan penjualan alat berat sebanyak 495 unit atau 22,95% dari target…

Penjualan Kabelindo Murni Turun 29,45%

NERACA Jakarta - PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) membukukan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp221,7 miliar sepanjang kuartal I/2018. Capaian tersebut…

BTPN Bukukan Laba Bersih Rp 1,09 Triliun

NERACA Jakarta – Semester pertama 2018, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) membukukan laba bersih Rp 1,09 triliun atau…