Jual Saham Pribadi, Direktur WIKA Raup Dana Segar Rp 13,4 Miliar

NERACA

Jakarta - Melepas 893 ribu lembar saham, Direktur PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Ganda Kusuma meraih dana Rp13,4 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Transaksi dilakukan pada 22 November 2012 dengan harga Rp1.504,4 per saham. Setelah penjualan tersebut, kepemilikan sahamnya menjadi 1.000.000 dari sebelumnya sebanyak 1.893.000 lembar. Tujuan transaksi tersebut untuk keperluan pribadi.

Selain itu, perseroan juga menambah saham melalui konversi ESOP/MSOP tahap I dan II di Bursa Efek Indonesia. Sebanyak 567.500 saham yang ditambahkan, akan mulai dicatatkan pada Senin 26 November 2012. Setelah penambahan ini maka total saham WIKA di BEI menjadi 6.069.439.500 saham, sedangkan jumlah opsi ESOP/MSOP tahap I yang belum dikonversi sejumlah ekuivalen dengan 38.751.500 saham.

Sementara opsi ESOP/MSOP tahap II yang belum dikonversi sejumlah ekuivalen dengan 45.655.000 saham. Sebagai informasi, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatat laba bersih naik 35,38% menjadi Rp313,39 miliar hingga September 2012 dari periode yang sama sebelumnya Rp231,47 miliar.

Penjualan bersih perseroan naik 17,03% dari Rp5,44 triliun pada September 2011 menjadi Rp6,37 triliun hingga September 2012. Beban pokok penjualan naik menjadi Rp5,77 triliun hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp5,01 triliun.

Laba kotor setelah ventura bersama, naik menjadi Rp699,66 miliar, YoY dari Rp536,73 miliar, dan laba bersih per saham dasar naik menjadi Rp46,56, YoY dari sama sebelumnya Rp36,90. Meskipun beban usaha perusahaan konstruksi ini naik menjadi Rp185,59 miliar, YoY dari Rp150,92 miliar, namun perseroan masih mampu mencatatkan laba usaha naik menjadi Rp514,07 miliar, YoY dari Rp385,81 miliar.

Aset WIKA per 30 September pun dibukukan naik menjadi Rp10,94 triliun dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp8,32 triliun. Adapun kas dan setara kas perseroan menjadi Rp1,21 triliun dari posisi akhir 2011 sebesar Rp1,24 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Bos Pengembang Kuningan Place Jadi Terdakwa Kasus Pidana di PN Jaksel - Jual Hunian untuk Komersial

Bos Pengembang Kuningan Place Jadi Terdakwa Kasus Pidana di PN Jaksel Jual Hunian untuk Komersial NERACA Jakarta - Meskipun telah…

BPKP Targetkan Audit Enam OPD Terbesar APBD 2018 Kota Depok - Selain ‎Audit Dana Bansos dan Hibah

‎BPKP Targetkan Audit Enam OPD Terbesar APBD 2018 Kota Depok Selain ‎Audit Dana Bansos dan Hibah NERACA Depok - ‎Badan…

Berharap Dana Riset dan Pengembangan Swasta

  Oleh: Nailul Huda Peneliti Indef, Centre of Innovation and Digital Economy Seminggu ini publik dihebohkan oleh salah satu cuitan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lima Emiten Belum Bayar Listing Fee

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emiten yang mengalami gangguan keberlangsungan usaha atau going concern dan berakibat tidak mampu…

Rayakan Imlek - Kobelco Berikan Special Promo Konsumen

NERACA Jakarta - Rayakan Imlek 2570, PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia (DK CMI),  menggelar  customer gathering dari seluruh Indonesia.…

WSBP Pangkas Utang Jadi Rp 4,7 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran termin pada Januari 2019 yang digunakan perseroan untuk pelunasan pinjaman perseroan.…