Bentuk Unit, Khusus, Mandiri Siap Jalankan Aturan Trustee

NERACA

Batam - PT Bank Mandiri Tbk menyatakan siap untuk menjalankan satu dari delapan aturan yang telah ditetapkan Bank Indonesia (BI), yaitu trustee atau wali amanat, dengan membentuk suatu unit khusus. Andrianto Wahyuadi, Senior Vice President Wholesale Transaction andBanking Solution Bank Mandiri, mengatakan bagi bank yang memiliki rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sekitar 13%-14%, perintah BI untuk melaksanakan trustee sudah tidak menjadi masalah.

“Itu karena kami bank sehat. Jadi kami siap menjalankan. Mandiri juga selama ini sudah memiliki bank kustodi dan memiliki pengalaman sebagai payment agent di Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S)," tutur Andrianto, ketika ditemui dalam acara media gathering di Batam, Jumat (23/11). Namun, lanjut dia, trustee ini akan tidak boleh dijalankan oleh bank yang CAR-nya di bawah batas minimal, yaitu 8%.

Selain itu, bank yang boleh melaksanakan trustee adalah bank yang berbentuk bank devisa, dan itu sudah terseleksi sendiri. “Kalau (trustee) sudah berjalan lama, itu akan bisa menjadi satu anak perusahaan sendiri. Namun karena dulu belum ada bayangan mau buka jadi belum kami masukkan ke dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2013. Kalau sudah dimasukkan ke sana tapi tidak dilakukan bisa ditegur BI,” terangnya. Andrianto juga menambahkan, nantinya akan diputuskan direksi dan manajemen, trustee akan di bawah commercial banking atau international banking.

Lebih lanjut Andrianto menjelaskan, trustee sebenarnya sudah ada di Indonesia, tepatnya di bawah pasar modal. Sedangkan perbankan lokal, hal itu masih baru untuk dilakukan. Oleh karena itu, Mandiri belum berani menentukan target yang akan diraih dari trustee ini. “Keuntungan bagi perbankan dari trustee adalah dari segi fee based income. Kan, dana trustee tidak dimasukkan ke dalam penghitungan pembukuan aset," terang dia.

Khusus Indonesia, keuntungan adanya trustee ini adalah mendapatkan devisa yang masuk ke perbankan lokal. "Selama ini, yang menjadi kekhawatiran pemerintah bahwa dana hasil ekspor (DHE) migas yang masih banyak parkir di luar negeri. Terlebih sektor ini sangat strategis. Sehingga aturan trustee bisa membuat lembaga yang bisa dipercaya atau diberikan mandat untuk mengelola dana tersebut," jelasnya.

Untuk pelaksanaan, Andrianto menerangkan diperlukan adanya kontrak perjanjian antara si pemilik dana dengan bank. Selama ada perjanjian tersebut maka yang menjadi pemilik dana itu adalah trustee. "Walaupun perusahaan (si pemilik dana) dan bank bangkrut sekali pun, dana trustee ini tidak bisa diminta oleh pihak mana pun,” tegas Andrianto, lagi.

Jangan bermental broker

Dalam perjanjian awal, saat si pemilik hendak memasukkan dananya, maka dia sudah membuat kesepakatan dengan bank untuk pengelolaan dananya. Memang, untuk jangka waktu kontrak trustee tersebut tidak dibatasi, karena disesuaikan dengan keinginan si pemilik dana yang tertuang dalam kontrak.

"Dananya mau diapakan, dan masalah pembagian fee, itu semua sudah ada dalam perjanjian. Trustee ini seperti manajer investasi, tapi pasif. Dia tidak menjual produk investasi, tapi hanya menyarankan pengelolaan yang sesuai dengan jumlah dana yang ada di trustee. Misalnya, seperti Mandiri yang sudah punya layanan cash management, ini bisa digunakan untuk memindahkan dana ke bentuk apapun, sesuai kemauan pemilik dana," imbuhnya.

Dengan demikian, Andrianto menyarankan kepada BI atau OJK, agar membuat unit sendiri yang khusus menangani trustee. "Mental karyawan yang bekerja di trustee harus berbeda. Itu karena harus berpikir (pengelolaan dana) jangka panjang, tidak bisa seperti broker (saham),” tutup dia. [ria]

BERITA TERKAIT

Apakah Indonesia Siap?

  Oleh: Nailul Huda Peneliti Indef Kehadiran industri 4.0 merupakan suatu keniscayaan, tidak dapat dihindari oleh semua negara. Beberapa negara,…

Pemerintah Kucurkan KUR Khusus Peternakan

    NERACA   Wonogiri – Pemerintah meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikhususkan peternakan rakyat. Hal itu sebagai implementasi…

BPN Lebak Siap Bagikan Sertifikat Gratis

BPN Lebak Siap Bagikan Sertifikat Gratis NERACA Lebak - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, siap membagikan sertifikat…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BJB Diminta Atasi Rentenir

      NERACA   Bandung - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil meminta Bank BJB ikut melindungi masyarakat agar…

Mandiri Syariah Tawarkan Solusi Hedging Syariah

  NERACA   Surabaya - Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menyediakan solusi mitigasi risiko fluktuasi mata uang melalui produk hedging…

Adira Insurance Hadirkan Asuransi Perjalanan

      NERACA   Jakarta – PT Adira Insurance menyiapkan produk asuransi perjalanan yaitu Travellin. Digital Business Division Head…