WOM Finance Rencanakan Terbitkan Obligasi 2013 - Tingkatkan Pembiayaan

NERACA

Jakarta-Dampak regulasi pembatasan uang muka (down payment/DP) sebesar 30% berpengaruh terhadap penjualan kendaraan, khususnya roda dua. Hal tersebut secara tidak langsung mendorong pihak WOM Finance, perusahaan pembiayaan untuk mempertimbangkan sumber pendanaan alternatif guna mendukung kelancaran berbisnis.

Direktur Marketing WOM Finance, Simon Tan Kian Bing mengatakan, untuk kelancaran bisnis perseroan, pihaknya membutuhkan pendanaan sekitar Rp8 triliun pada tahun 2013 yang akan dipenuhi melalui beberapa sumber pendanaan, “Sekitar Rp7,5 triliun, pendanaan akan dipenuhi melalui cara joint financing dengan induk usaha, PT Bank Internasional Indonesia (BII) Tbk. Selain joint financing, kami juga mempertimbangkan kemungkinan untuk menerbitkan obligasi dan medium term note [MTN],” jelasnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, dampak penerapan regulasi uang muka, tren penjualan sepeda motor hingga Oktober 2012 mengalami penurunan. Terjadinya penurunan tersebut sejalan dengan penjualan sepeda motor secara nasional, yaitu sebesar 13,7% atau menjadi 5,985 unit dari periode yang sama tahun lalu sebesar 6,910 unit.

Sementara pada tahun ini, pihaknya mencatat komposisi portofolio antara pembiayaan sepeda motor baru dan pembiayaan sepeda motor bekas mencapai 77 : 23. Rencananya, pada akhir tahun 2012 perseroan menargetkan dapat menjual sebanyak 530 unit kendaraan roda dua.

Pembiayaan Syariah

Presiden Direktur WOM Finance Djaja Suryanto Sutandar mengatakan proyeksi pertumbuhan industri otomotif, khususnya kendaraan roda dua hingga kuartal ketiga 2012 cenderung mengalami perlambatan. Pembiayaan (booking) untuk sepeda motor, kata dia hanya mencapai Rp6 triliun atau mengalami penurunan sekitar 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Djaja mengatakan, adanya penerapan uang muka kredit konvensional sebesar 30% telah mendorong pembiayaan dengan prinsip syariah mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi. “Rata-rata porsi pembiayaan syariah di kami saat ini sekitar 75% - 80% dari total pembiayaan setiap bulan.” ujarnya.

Ke depan, lanjut Djaja, WOM finance akan mengupayakan beberapa strategi usaha antara lain, mengoptimalkan proses dan produktivitas untuk efektivitas dan efisiensi biaya dan mengurangi biaya kredit dengan kualitas portofolio yang semakin sehat.

Menurut Djaja, untuk menjaga kualitas portofolio pihaknya memperbesar porsi portofolio yang dijual dengan menggunakan uang muka (down payment/DP) tinggi. “Saat ini komposisi DP rendah semakin berkurang, dengan rata-rata DP meningkat menjadi 23,8% di tahun 2012 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 17,6%.” jelasnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Vivendi Investasi US$ 500 Juta - Global Mediacom Rencanakan IPO Anak Usaha

NERACA Jakarta – Teka teki siapa yang berniat invetasi MNC Group, akhirnya terbuka juga informasi. PT Global Mediacom Tbk (BMTR)…

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Pemerintah Terbitkan Sukuk US$ 2 miliar

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…