Kota Depok Gulirkan Swasembada Daging - Melalui Upaya Intergrated Agribisnis

Depok – Dinas Pertanian Kota Depok jajaki dan segera gulirkan konsep menuju swasembada daging untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga Depok, sekaligus mensubsidi kebutuhan daerah tetangga seperti Jakarta Timur, Bekasi, Tangerang dan Bogor. Upaya ini dilakukan dengan konsep Integrated Agribisnis yang menggabungkan usaha penggemukan daging sapi, produksi pengolahan untuk berbagai kebutuhan pasar dan mengelola limbah peternakan untuk kebutuhan pupuk serta lainnya. Demikian rangkuman keterangan yang diperoleh NERACA dari berbagai sumber di lingkup Dinas Pertanian Kota Depok.

Semangat menggulirkan upaya swasembada daging sapi, terprogram karena adanya surplus daging sapi yang diusahakan oleh peternak. Kelebihan jumlah kebutuhan daging sapi ini, juga mampu mengendalikan harga daging sapi di kota yang hanya naik sekitar Rp5000/kg di tingkat distributor.

“Selain itu juga adanya usulan investor untuk membuat kawasan peternakan yang terintegrasi secara agribisnis. Dan, mampu meningkatkan pendapatan peternak dan petani dalam usaha agribisnisnya,” tutur Kepala Dinas Pertanian Kota depok, Drs.H.Zalfinus Irwan MM.

Apalagi, lanjutnya, saat ini para peternak sapi hanya berusaha mengimpor sapi lokal dari berbagai daerah di pulau jawa, untuk sapi potong memenuhu kebutuhan daging masyarakat semata.

Dikatakan, potensi lahan dan kelompok tani yang memadai dimiliki investor, sangat potensial dan memiliki peluang besar. Namun, perlu ditingkatkan produktivitas dan nilai ekonominya yang memberikan nilai tambah bagi pendapatan petani atau peternak. Sehingga, dengan adanya usaha terintegrasi tersebut, petani tanaman pangan, hias atau lainnya berintegrasi dalam suatu kawasan yang dikonsepkan secara professional dalam usaha agribisnis peradaban pertanian kota.

Menurut Zalfinus, selain tingkat pendapatan petani dan peternak meningkat sekitar 100 persen, juga dapat memberikan kesempatan kerja bagi pengangguran dalam mata rantai jaringan bisnis terintegasi tersebut. “Jadi bukan hanya sekadar swasembada daging, tapi juga memiliki dampak lain yang secara ekonomi mampu meningkatkan pendapatan petani dan pertumbuhan perekonomian kota,” katanya.

Salah satu jaringan bisnis yang akan diupayakan dan dibina pemerintah adalah dengan membuka jaringan distribusi dan peluang pasar di Industri pengolahan bahan olahan yang berasal dari daging. Misalnya; sosis, nugget, makanan kaleng dan lainnya. Bahkan, uasaha Intergrated Agribisnis ini juga bisa mensuply kebutuhan daging yang dibutuhkan oleh pasar modern yang ada di Kota Depok dan sekitarnya.

“Oleh sebab itu, usulan para kelompok tani dan koperasi yang ada saat ini, dimaksimalkan produktivitasnya agar mampu bersaing dalam kualitas dan harga yang bersaing karena tingkat efisiensi yang terkonsep dalam program ini,” ujar Zalfinus Irwan optimis.

Apalagi, lanjutnya, Pemerintah Kota Depok saat ini memiliki infrastruktur Rumah Potong Hewan (RPH) dengan kapasitas terpasar yang belum maksimal dimanfaatkan. Selama ini, RPH hanya digunakan untuk melayani peternak sapi yang akan memotong sapi memenuhi kebutuhan pasar tradisional.

Sementara itu salah seorang pengusaha ternah sapi potong, Yusra Amir di bilangan Bojong Sari, Kota Depok, berharap adanya usaha integrated Agribisnis tersebut, sudah mulai dirintisnya sejak beberapa tahun lalu. Namun, selama ini pemerintah belum memberikan binaan dan dukungannya yang optimal.

“Kami yang tergabung dalam kelompok tani tanaman hias dan peternak sapi, sangat berharap digulirkan dengan segera pembinaannya oleh pemerintah Kota Depok.,” tutur Yusra Amir kepada NERACA saat melihat peternakan sapi potongnya.

Yusra juga memiliki banyak usaha dalam bidang pertanian dan lainnya. Selain itu juga memiliki lahan potensial yang bisa digunakan untuk kepentingan usaha peternakan dan pertanian lainnya.

Namun, selama ini usahanya bersama dengan para kelompok tani, hanya sebatas memenuhi kebutuhan pasar yang terbatas. “Kami sangat mendukung dan berharap program ini dapat direalisasikan dengan segera,” ujarnya yang selama ini baru dibina oleh Universitas Islam Negeri,Ciputat.

BERITA TERKAIT

BPBD Kota Sukabumi Gelar Raker - Stok Logistik Tergolong Aman

BPBD Kota Sukabumi Gelar Raker  Stok Logistik Tergolong Aman NERACA Sukabumi - Untuk menimalisir bencana di kota Sukabumi, Badan Penanggulangan…

Upaya Kandidat Menyalip di Tikungan

  Oleh : Izul Kurniawan, Pengamat Sosial Kemasyarakatan             Ibarat balapan MotoGP, Tuan Guru Bajang (TGB) menilai bahwa Jokowi mampu…

BPOM Mobile, Upaya BPOM Tingkatkan Perlindungan Kepada Masyarakat

BPOM Mobile, Upaya BPOM Tingkatkan Perlindungan Kepada Masyarakat NERACA Jakarta - Dalam rangka meningkatkan perlindungan kepada masyarakat akan obat dan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Menkop dan UKM: Pariwisata Akar Pengembangan KUMKM

Menkop dan UKM: Pariwisata Akar Pengembangan KUMKM NERACA Garut - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menegaskan, bila suatu daerah…

Menteri LHK: Posisi Jokowi Sangat Tegas Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat

Menteri LHK: Posisi Jokowi Sangat Tegas Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat NERACA Malang - Menteri LHK Siti Nurbaya menilai, yang dimaksud…

BPBD Kota Sukabumi Gelar Raker - Stok Logistik Tergolong Aman

BPBD Kota Sukabumi Gelar Raker  Stok Logistik Tergolong Aman NERACA Sukabumi - Untuk menimalisir bencana di kota Sukabumi, Badan Penanggulangan…