Ajak Dunia Entaskan Kemiskinan dan Pengangguran - International Years Cooperative (IYC) 2012

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Syarifuddin Hasan mengajak seluruh negara di dunia untuk terus menggerakkan pemberdayaan koperasi di negara masing–masing, Karena secara ril, koperasi terbukti mengurangi jumlah pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama para anggotanya.

Hal diungkap Menkop saat menjadi pembicara pertama di diskusi panel bertajuk Cooperative on the Ground menyampaikan Report from National Committee, di acara clossing ceremony IYC 2012 di markas PBB New York, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, 2012 telah ditetapkan PBB sebagai Tahun Internasional Koperasi atau International Years Cooperatif (IYC), karenanya seluruh negara yang memiliki perwakilan di PBB diwajibkan hadir dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Menkop menyampaikan strategi pembangunan dan kondisi ekonomi nasional juga memberikan pengaruh terhadap upaya pemberdayaan koperasi. Pemerintah Indonesia mengakui koperasi dan UKM sebagai pelaku usaha yang memberikan kontribusi terhadap penurunan jumlah pengangguran dan penurunan tingkat kemiskinan.

Menkop juga menegaskan, pencanangan IYC 2012 oleh PBB telah memberi dampak bagi pertumbuhan koperasi simpan pinjam ditandai dengan jumlah koperasi di Indonesia mengalami peningkatan cukup bagus, saat ini terdapat 192.443 unit koperasi, di mana 7.831 di antaranya adalah koperasi simpan pinjam. Jumlah angota koperasinya telah mencapai lebih dari 33,6 juta orang. “Mereka kaget melihat perkembangan koperasi kita,” ungkap Menkop UKM.

Menkop UKM pun memaparkan 10 aktivitas penting dan strategis sehingga Indonesia dipercaya sebagai salah satu pembicara untuk sharing tentang keberhasilan gerakan Koperasi terkait Tahun Internasional Koperasi 2012. Pertama, meluncurkan program Gerakan Masyarakat Koperasi (Gemaskop).

Kedua, peluncuran logo gerakan koperasi yang baru. Sehingga ada spirit baru yang diharapkan bisa merubah paradigma koperasi. Lalu, ketiga, pelaksanaan revitalisasi koperasi. Keempat, penyelenggaraan konferensi internasional tentang Micro Finance di Yogyakarta. “Kelima, kami terangkan Cooperative Entrepreneur. Jadi, entrepreneur tak hanya di bisnis, tapi juga di koperasi,” papar Menkop.

Keenam, memfokuskan gerakan koperasi kepada generasi muda dan mahasiswa sehingga semangat gerakan koperasi lebih meningkat kesadarannya. Ketujuh, program pendampingan koperasi secara konsisten dari hulu hingga hilir. Kedelapan, kerjasama secara sinergi dengan sejumlah Kementerian untuk menggiatkan ekonomi rakyat melalui koperasi.

Kesembilan, menggelar sejumlah training atau pelatihan bagi koperasi pemuda. Dan ke-10, menerbitkan revisi terhadap UU Koperasi No 25/1992 menjadi UU No 17/2012 tentang Perkoperasian..

BERITA TERKAIT

Caleg DPR Perjuangkan Kesejahteraan Masyarakat - Angka Kemiskinan Siak Tinggi

  NERACA   Siak – Angka kemiskinan di Kabupaten Siak Provinsi Riau mencapai 93.800 ribu. Padahal, Kabupaten Siak mempunyai kekayaan…

Korupsi dan Transaksi Bursa

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Perdagangan bursa di awal tahun 2019 mencetak IHSG…

Polemik Harga Tiket, Dugaan Kartel dan Penyelamatan Maskapai

Oleh: Royke Sinaga Pesawat terbang sebagai moda transportasi harus diakui tetap menjadi favorit bagi masyarakat. Selain dapat menjelajah jarak ribuan…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

KPK Identifikasi 20 Proyek SPAM Diduga Terjadi Praktik Suap

KPK Identifikasi 20 Proyek SPAM Diduga Terjadi Praktik Suap NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengidentifikasi adanya 20 proyek…

DPR: Pemohon Uji UU Telekomunikasi Tidak Berkedudukan Hukum

DPR: Pemohon Uji UU Telekomunikasi Tidak Berkedudukan Hukum NERACA Jakarta - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Anwar Rachman,…

KPPU Teliti Dugaan Kartel Harga Tiket Pesawat dan Kargo

KPPU Teliti Dugaan Kartel Harga Tiket Pesawat dan Kargo NERACA Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memulai penelitian terkait…