free hit counter

UKP4 Soroti Dampak Buruk Demokratisasi dan Desentralisasi

Senin, 26/11/2012

NERACA

Jakarta -  Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto menyoroti dampak buruk dari demokratisasi dan desentralisasi yang menurutnya kadang malah menyulitkan upaya untuk menembus kebuntuan (debottlenecking) dalam pembangunan.

“Demokratisasi dan desentralisasi adalah keniscayaan bagi Indonesia. Namun,  ‘dua de‘  yang  diimplementasikan secara  serentak  itu  justru menuai  banyak tantangan, salah satunya: bottleneck,”  ungkap Kuntoro dalam lokakarya  ‘Debottlenecking Pembangunan Nasional’ di Jakarta pada Sabut (24/11).

Selain disebabkan oleh kurang siapnya pola kerja birokrasi dalam menghadapi tantangan era masa kini, imbuh Kuntoro,  acapkali  bottleneck  juga  dipicu oleh  tumpang-tindih,  kontradiksi, kepastian, dan bahkan kosongnya hukum atau peraturan perundangan-undangan. 

“Sekali lagi, serempaknya implementasi demokratisasi dan desentralisasi, membuat langkah kaki kanan terikat  dengan  tangan kiri kita karena  satu sama lain  tidak saling berbicara,”  kata Kuntoro.  Menurut dia, egosektoral, kesenjangan di daerah, konflik kepentingan,  ditambah lemahnya kapasitas aparatur negara, adalah beberapa penyebab utama munculnya bottleneck.  Next