Praktik-Praktik Pengawasan Lembaga Keuangan

Menakar OJK

Senin, 26/11/2012

NERACA

Bogor – Otoritas Jasa Keuangan sudah dilegalkan dengan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2011. Sekarang OJK berada dalam tahap perumusan. Baru pada tahun 2013 nanti OJK sudah betul-betul aktif beroperasi.

Praktik-praktik pengawasan lembaga keuangan di negara-negara lain adalah salah satu yang menjadi bahan Sosialisasi OJK di Bogor. OJK akan menjadi pengawas lembaga keuangan yang menerapkan pola terintegrasi.

Dalam pola terintegrasi, lembaga pengawas yang dibentuk –dalam hal ini OJK- akan mengawasi baik prudential maupun market conduct. Pola ini adalah model pengawasan yang cukup dikenal dalam beberapa dekade terakhir.

Baca juga: Presiden Ingin Indonesia jadi Pusat Keuangan Syariah

Pola lain adalah institusional, fungsional, dan twin-peaks. Dalam pola institusional, pengawasan dilakukan terpisah-pisah sesuai instansi atau industri yang diawasi. Pola ini akan membingungkan ketika produk industri yang diawasi meluas, sehingga tidak jelas lagi pengawasannya.

Pada pola fungsional, pembentukan lembaga pengawasan dilakukan bukan berdasar status hukum, melainkan berdasar aktivitasnya. Misalnya ketika bank bertransaksi di pasar modal, maka bank tersebut selain akan diawasi oleh lembaga pengawas bank, juga oleh lembaga pengawas pasar modal.

Baca juga: Perluas Akses Keuangan, BTPN Gandeng OJK

Pola ini mengharuskan kejelasan produk. Akan membingungkan ketika pengkategorian produk tidak bisa dilakukan.

Pola lain adalah twin-peaks. Berbeda dengan pola terintegrasi yang dianut Indonesia dengan OJK-nya akan menggabungkan pengawasan prudential dan market conduct. Pola twin-peaks memisahkan keduanya.

Penerapan di negara lain

Setiap negara mempunyai kebijakan masing-masing. China memilih pola institusional meskipun banyak negara sudah meninggalkannya.

Tadinya pengawasan dilakukan terintegrasi oleh People’s Bank of China (bank sentral China), tetapi kemudian pengawasan dipecah menjadi tiga: perbankan, asuransi, dan pasar modal.

Baca juga: OJK Targetkan Literasi dan Keuangan Inklusif Capai 90%

Pengawasan perbankan tadinya dilakukan oleh People’s Bank of China, tapi kemudian pada tahun 2003 berpindah ke China Banking Regulatory Comission (CBRC). Sejak itu, People’s Bank of China hanya berperan terbatas pada perumusan dan penerapan kebijakan moneter, serta menjaga stabilitas sistem keuangan.

Pengawsan asuransi dilakukan oleh China Insurence Regulatory Comission (CIRC). Sementara pengawsan pasar modal, perusahaan sekuritas, dan perusahaan go public dilakukan oleh China Securities Regulatory Comission (CSRC).

Baca juga: OJK Dorong Desa Dirikan Lembaga Keuangan Mikro

Meskipun banyak pihak mengatakan pola institusional di China ini sudah tidak relevan, tetapi China tetap bertahan dengan pola tersebut.

Meksiko seperti China, masih menggunakan pola institusional. Tiga lembaga yang melakukan pengawasan di Meksiko adalah National Banking and Securities Comission (CNBV), National Insurance and Bond Companies Comission (CNSF), dan National Comission for Retirement Savings System (CONSAR).

Berbeda dengan China dan Meksiko, Italia dan Perancis menggunakan pola fungsional. Italia membagi sistem keuangannya menjadi 4 aktivitas besar: perbankan, investment services, asset management, dan asuransi. Masing-masing memiliki pengawas, kerangka hukum, dan peraturan.

Baca juga: BRI Berikan Layanan Keuangan ke Pegawai BKN