SMF Cari Sumber Dana dari Pasar Modal - Incar Dana Jangka Panjang

NERACA

Bogor – PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), perusahaan yang bergerak di bidang usaha pembiayaan sekunder perumahan, berencana meningkatkan ketersediaan sumber dana jangka menengah dan panjang melalui pasar modal.

Direktur Utama SMF Raharjo Adisusanto mengatakan, pendirian SMF bertujuan untuk mendukung program pemerintah agar masyarakat memiliki rumah yang layak dan terjangkau. Kerjasama dengan perbankan juga diharapkan bisa meningkatkan rasio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Rasio outstanding KPR perbankan (mortgage loan) baru sekitar 2,7% terhadap PDB. Rasio tersebut jika dibandingkan dengan negara lain, masih ketinggalan. Misalnya, rasio di Malaysia dan Thailand sekitar 20%. Artinya, pembiayaan bank yang langsung kepada end user masih rendah," ujarnya dalam acara media gathering di Cisarua, Bogor, Jumat (23/11).

Raharjo memaparkan, pihaknya memfasilitasi aliran dana dari pasar modal ke sektor perumahan agar volume KPR meningkat. Dengan demikian, pada ujungnya secara bertahap suku bunga bisa menurun sesuai mekanisme pasar. Terkait itu, ada beberapa tantangan. Menurut dia, upaya perbankan yang berupaya untuk mengejar peningkatan aset menjadi salah satu kendala implementasi sekuritisasi.

Jika bank melakukan sekuritisasi, ujar dia, hal itu tidak akan dicatat di pembukuan bank tersebut. "Jadi, portofolio KPR merupakan jual putus dalam sekuritisasi. Selain itu, ada aturan loan to deposit ratio (LDR) bank minimal 78-100% sehingga bank ingin mempertahankan di atas itu agar tidak terkena sanksi dari Bank Indonesia (BI)," jelasnya.

Penerbitan Obligasi

Sementara, pertumbuhan penyaluran pinjaman juga diiringi dengan penerbitan obligasi korporasi. SMF akan menerbitkan obligasi sebesar Rp750 miliar dari total obligasi berkelanjutan merupakan bagian dari penerbitan obligasi tahap kedua sebesar Rp5 triliun. "Saat ini sedang dalam proses, dan diharapkan Desember nanti dapat selesai. Sementara sisanya Rp4,25 triliun akan menyusul," kata Raharjo.

Perusahaan yang dibentuk khusus untuk mengembangkan pembiayaan sekunder perumahan ini rencananya akan menerbitkan tiga seri obligasi dengan tenor masing-masing 3, 5, dan 7 tahun. Perseroan telah menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT CIMB Securities Indonesia sebagai penjamin emisi.

Hingga kuartal III-2012, SMF telah menerbitkan obligasi dan medium term note (MTN) sebesar Rp2,61 triliun atau naik 84,95% dibanding periode yang sama 2011. Mengacu Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2012 yang menetapkan penerbitan obligasi dan MTN sebesar Rp3,45 triliun, maka realisasi akhir September 2012 mencapai 75,72%.

Mengenai program sekuritisasi atas tagihan KPR, Raharjo menjelaskan, perseroan optimis bisa mencapai target Rp1 triliun di 2012 atau meningkat 42% dibanding 2011 sebesar Rp703 miliar. "Kami sedang melakukan sekuritisasi tagihan KPR tahap V di Bank Tabungan Negara (BTN) dan diharapkan target Rp1 triliun dapat lengkap hingga akhir tahun," katanya. (Novi)

BERITA TERKAIT

Amazon Ikut Tanam Modal Teknologi Swakemudi

Perusahaan e-commerce raksasa Amerika Serikat (AS), Amazon, mengikuti tren teknologi global di bidang mobil otonom (swakemudi) dengan menanamkan investasi 530…

Salurkan Dana Bantuan Pasca Gempa - XL Axiata Bangun Gedung Sekolah di Lombok Utara

Belum berakhir PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) membantu pemulihan wilayah Lombok pasca gempa tahun lalu. Kini XL Axiata kembali…

Benny Tjokro Tambah Modal Armidian

Investor kawakan di pasar modal, Benny Tjokrosaputro menambah modal PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) senilai Rp99,89 miliar, melalui penyerapan 340,95…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Rp12.000, LRT akan Beroperasi April 2021

  NERACA Jakarta – PT Adhi Karya selaku kontraktor pembangunan kereta ringan Jabodebek (LRT) menyampaikan bahwa progres pembangunan LRT telah…

Lewat Tol Trans Jawa, Angkutan Logistik Layak Disubsidi

  NERACA Jakarta - Tarif angkutan logistik tertentu di jalan tol, khususnya Tol Trans Jawa dinilai layak disubsidi sebagai solusi…

Stasiun Cisauk jadi Daya Tarik Investasi Properti

  NERACA Jakarta - Keberadaan Stasiun Cisauk, Kabupaten Tangerang ini, setiap harinya melayani sekitar 6.200 penumpang dengan 132 perjalanan KRL…