Investor Domestik Pasar Modal Diklaim Tumbuh 45%

NERACA

Jakarta–Lambat tapi pasti, jumlah investor domestik di industri pasar modal mengalami peningkatan. Saat ini, jumlah investor domestik di pasar modal telah mencapai 45% dan investor asing tinggal 54%. Jumlah ini meningkat cukup tajam bila dibandingkan tahun lalu.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan, hal tersebut bisa dilihat dari semakin banyaknya jumlah investor domestik dan jumlah emiten yang tercatat di pasar modal, “Tahun lalu investor domestik cuma 30% dan asing mencapai 70%,” katanya di Jakarta, Kamis (22/11).

Namun, tambahnya, pihaknya tidak menekan untuk mengurang jumlah investor asing. Pasalnya, jumlah investor domestik masih bisa diperbanyak.Dengan begitu, resiko terjadinya capital outflow bisa diminimalisir jika peran domestik bisa lebih banyak. “Jadi, resiko tersendiri jika aktivitas pasar modal lebih banyak dilakukan pemodal asing, salah satunya capital outflow,” jelasnya.

Sementara itu, terkait jumlah emiten yang terdapat di pasar modal, Nurhaida menilai, saat ini sudah bertambah cukup banyak menjadi 544 emiten. Hal ini menandakan pemodal yang masuk pasar modal semakin cukup besar.

Selain itu, kata Nurhaida, IPO setiap tahun terus meningkat dimana di tahun 2009 ada 12 perusahaan masuk bursa, 2010 ada 22 perusahaan dan 2011 ada 24 emiten. Terakhir sampai Oktober 2012 sudah ada 18 perusahaan.

Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito pernah menyatakan, pertumbuhan investor domestik pada kuartal ketiga 2012 tidak mengalami peningkatan yang signifikan. “Pertumbuhan investor domestik tidak terlalu tinggi, tapi jika dilihat dari jangka waktu panjang, pertumbuhan investor melonjak dua kali lipat dari tiga tahun terakhir.”ungkapnya.

Maka untuk pengembangan jumlah investor domestik di tahun 2013, kata Ito, pihaknya akan tetap menjalankan program yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu dengan melakukan sosialisasi dan edukasi. “Sebetulnya pengembangan investor domestik hampir sama dengan tahun lalu, tahun ini tetap difokuskan untuk sosialiasi dan edukasi,” ujarnya

Menurutnya, dalam melakukan upaya tersebut, pihaknya akan mengoptimalkan peran pusat informasi pasar modal di kota-kota lain di luar Jakarta dan pusat-pusat bursa efek di pojok kampus. Selain itu, pihaknya juga akan mengaktifkan peran sosial media sebagai salah satu pelangkap kegiatan untuk mengembangkan jumlah investor.

Lebih lanjut Ito mengungkapkan, sampai dengan saat ini bursa saham Indonesia masih didominasi oleh keberadaan investor asing. Hal itu, ditunjukkan dari posisi kepemilikan saham investor asing yang saat ini masih berada di kisaran 60%. Meskipun demikian, dari sisi transaksi perdagangan yang terjadi di BEI saat ini mencatatkan bahwa investor domestik lebih aktif dibanding tahun sebelumnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

Pabrik Baru Beroperasi - Tahun Depan, PBID Bidik Penjualan Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Seiring beroperasinya pabrik baru, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) terus menggenjot kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…