Bangun 4 Hotel, Agung Podomoro Investasikan Rp 2,1 Triliun

NERACA

Jakarta-PT Agung Podomoro Land Tbk menginvestasikan dana sekitar Rp2,1 triliun untuk pembanguan empat hotel baru yang berada di tiga wilayah di Indonesia. “Dari keempat hotel tersebut ada sekitar 1.200 kamar dengan nilai investasi sebesar Rp2,1 triliun,” kata Wakil Direktur Utama APLN Indra Wijaya di Jakarta, Kamis (22/11).

Dia mengatakan, untuk pengelolaan keempat hotel tersebut pihaknya bekerja sama dengan grup Accor. Dalam pengelolaan keempat hotel tersebut, menurut Indra, diharapkan dapat memberi kontribusi sebesar 15% dari nilai recuiring income yang ditargetkan perseroan sebesar 30% di tahun 2015. “Seluruh hotel diperkirakan dapat dioperasikan pada 2013 kecuali Pullman Ciawi Vimala Hills yang karena beberapa faktor maka kemungkinan baru akan dibuka pada 2014,” ujarnya

Keempat hotel tersebut, lanjut dia, yaitu Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort (Provinsi Bali), Mercure Jakarta Kelapa Gading (DKI Jakarta), serta Pullman Ciawi Vimala Hills dan Pullman Bandung City Center (keduanya terletak di Jawa Barat).

Kata Indra, khusus untuk Sofitel Bali Nusa Dua, merupakan hotel mewah yang akan menjadi lokasi dari pelaksanaan Konferensi APEC di Bali pada 2013. Sementara untuk Pullman Bandung City Center yang berdekatan dengan Gedung Sate Bandung, maka desainnya juga akan disesuaikan dengan gedung historis di kota kembang tersebut.

Akuisisi Proyek

Lebih lanjut Indra mengatakan, selain keempat hotel tersebut, di tahun 2013, perseroan menginvestasikan dana sebesar Rp 1 triliun untuk melakukan akuisisi 5 proyek. Kelima proyek tersebut antara lain 3 di Jawa yang sebagian besar berada di Jakarta, dan 2 lainnya berada di luar Jawa, yaitu Medan dan Lombok atau Makasar.

Sampai dengan 2015, pihaknya menargetkan akan mencapai 2.500-3.000 kamar sehingga bisa mencapai pendapatan berulang (recurring income) pada 2015 sebesar 30%.“Setengah dari recurring tersebut berasal dari sektor perhotelan sisanya dari pusat perbelanjaan dan perkantoran yang disewakan.” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama Accor Malaysia-Indonesia-Singapore Gerard Guillouet mengatakan, okupansi hotel di Indonesia yang dikelolanya sampai dengan saat ini terus mengalami peningkatan atau hampir mencapai 80%. Kemitraan APLN-Accor, lanjut dia, semakin kokoh sejak kolaborasi yang terwujud melalui Novotel Jakarta Mangga Dua Square dan Pullman Jakarta Central Park.

Karena itu, pihaknya optimistis akan dapat memenuhi target untuk mengoperasikan sekitar 700 hotel pada tahun 2015 untuk pengembangan bisnis di kawasan Asia Pasifik. “Grup Accor telah menandatangani hingga 100 proyek baru untuk komitmen pengembangan jaringan pada tahun 2012 ini, menyiratkan optimisme Accor memenuhi target untuk mengoperasikan 700 hotel di Asia Pasifik pada tahun 2015,” jelasnya.

Menurut dia, tahun 2012 telah menjadi tahun cemerlang bagi Accor di Asia Pasifik karena memecahkan rekor ekspansi yang sebelumnya dicapai pada 2011. Sementara dari pengelolaan keempat hotel tersebut, menurut dia mampu menyumbang kontribusi sekitar 8%.

Dia menambahkan, kesuksesan Grup Accor membuktikan besarnya peluang pertumbuhan bisnis di Asia Pasifik dan semakin besarnya peran kawasan tersebut. Pihaknya mencatat, sampai dengan saat ini telah mengoperasikan sebanyak 540 properti dan di sisa akhir tahun 2012 ini ditargetkan dapat membangun jaringan 565 hotel. (lia)

BERITA TERKAIT

Targetkan Pembiayaan Rp 1 Triliun - Astra Finacial Tawarkan Promo Bunga 0%

NERACA Jakarta – Proyeksi pasar otomotif dalam negeri yang masih lesu, menjadi tantangan bagi pelaku industri otomotif untuk terus menggenjot…

Berkah Proyek MRT - Intiland Optimis Penjualan Capai Rp2,53 Triliun

NERACA Jakarta – Keberadaan transportasi massal mass rapid transportation (MRT) menjadi sentimen positif untuk mendongkrak penjualan properti milik PT Intiland…

Naik 7,4%, Utang Luar Negeri Capai Rp 5.521 Triliun

  NERACA   Jakarta - Utang luar negeri Indonesia pada akhir Mei 2019 naik 7,4 persen secara tahunan (year on…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Acting in Concert Pemicu Jababeka Default

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berpotensi mengalami gagal bayar notes senilai US$ 300 juta karena terjadinya perubahan pengendali sebagaimana…

Gandeng Perusahan Taiwan - Kalbe Farma Bidik Cuan di Bisnis Kecantikan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, inovasi dan pengembangan bisnis menjadi strategi yang dilakukan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Menggandeng…

Volume Penjualan Semen SMCB Turun 3,30%

NERACA Jakarta – Melorotnya penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di semester pertama tahun ini, juga dirasakan oleh anak…