Branchless Banking Sudah Disetujui BI

NERACA

Batam - Direktur E-Money PT Bank Mandiri Tbk, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, Bank Indonesia (BI) segera mengeluarkan aturan mengenai branchless banking atau perbankan tanpa kantor cabang, pada acara Banker’s Dinner pada Jumat (23/11), hari ini.

"Kita sudah menyarankan aturan tentang ini sejak dua tahun lalu. Tapi sekarang baru disetujui BI. Dengan begitu kita bisa membuat 240 juta penduduk Indonesia punya akses ke perbankan atau financial inclusion," kata Budi, ketika ditemui di acara Media Gathering di Batam, Kamis (22/11). Menurut dia, hal ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Apalagi Indonesia sekarang sudah masuk 16 besar dunia dari sisi PDB/GDP.

"Perbankan Indonesia sudah ada sejak 250 tahun lalu. Tapi sampai sekarang orang yang punya rekening bank hanya 60 juta jiwa. Sedangkan industri telekomunikasi hanya dalam 18 tahun bisa meraih 220 juta pelanggan, padahal itu hanya karena ada handphone. Bahkan ini tanpa ada subsidi pemerintah, tapi hanya ditunjang oleh pihak swasta dan rakyat," keluhnya.

Bank Mandiri, kata dia, kemudian datang dengan satu inisiatif yaitu bagaimana mengubah konsep perbankan dari yang tadinya uang kartal atau kertas menjadi e-money atau digital money. "Kita ingin mencapai 100 juta nasabah dengan branchless banking ini di beberapa puluh tahun ke depan," tambah Budi.

Dia mengatakan, kalau di Kenya, sudah ada program Empressa, yakni seperti program branchless banking yang sudah dipakai 20 juta nasabah. "Ketika mereka survei ke sini, mereka bilang untuk satu transaksi butuh 20 ribu titik untuk melayani transaksi tunai dan sebagainya. Sedangkan, menurutnya Indonesia butuh 200 ribu titik," ungkapnya.

Kemudian, Budi juga bilang bahwa dia sudah survei ke perusahaan telekomunikasi dan consumer goods yang sudah punya agen. "Kata perusahaan telekomunikasi yang menjual pulsa ke bawah sampai 400 ribu titik. Sedangkan perusahaan seperti Unilever jualan di 350 ribu titik. Namun Mandiri hanya punya 20 ribu cabang, di mana satu cabang butuh Rp1 miliar untuk semua biaya operasionalnya," paparnya.

Sehingga, branchless banking ini bisa untuk membuat bank lebih efisien (dalam arti turunnya rasio BOPO) dan menekan biaya operasional cabang. "Dari biaya cabang Rp1 miliar, turun ke 70 juta dengan ATM atau EDC, kemudian bisa turun ke tiga juta dengan branchless banking. Transaksi bisa dilakukan dengan pihak ketiga, tidak mesti di bank dan dengan orang bank," imbuh dia. Budi juga menerangkan bahwa untuk berjalannya branchless banking ini dengan sempurna maka dibutuhkan regulasi dan platform kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi, consumer goods, atau bahkan kantor pos.

"Kita belum menentukan anggaran untuk branchless banking, karena untuk jalan butuh dua komponen besar, yaitu regulatory dan critical, atau masalah platform. Untuk itu akan terus berkomunikasi dengan perusahaan telekomunikasi. Terutama kalau aturannya (branchless banking) keluar,” jelas Budi.

Untuk menjadi agent banking, lanjut dia, harus ada yang namanya super agent. Dan ini harus lembaga berbadan hukum, dan mereka punya perjanjian eksklusif dengan bank, dan bank bertanggung jawab atas kinerja super agent ini. Super agent boleh bekerja sama dengan agen-agennya. Agen ini boleh tidak berbadan hukum. Budi lalu menontohkan kerja sama dengan PT Unilever Tbk yang berbadan hukum, sementara si agen memiliki warung-warung yang tidak berbadan hukum. “Hanya saja itu harus ada persetujuan BI. Kalau kita harus merekrut lagi dari awal kan susah sebenarnya," tutup Budi. [ria]

BERITA TERKAIT

Pemilu Sudah Selesai, Saatnya Rekonsiliasi Media Sosial dan Bersama Membangun Negeri

Oleh : Anwar Zakaria, Mahasiswa Universitas Negeri Surakarta   Selama Pemilu (Pemilihan Umum) 2019 banyak yang menggunakan Media Sosial (Medsos)…

Komisi I DPRD Kota Sukabumi Desak Pengelolaan Parkir Dikelola Pihak Ketiga - Kepala UPT Parkir Dishub : Sudah Dilayangkan ke Pimpinan Daerah Usulan Tersebut

Komisi I DPRD Kota Sukabumi Desak Pengelolaan Parkir Dikelola Pihak Ketiga Kepala UPT Parkir Dishub : Sudah Dilayangkan ke Pimpinan…

LPDB KUMKM Sudah Salurkan Dana Bergulir Rp211 M di Sumsel

LPDB KUMKM Sudah Salurkan Dana Bergulir Rp211 M di Sumsel NERACA Palembang - Dalam 10 tahun terakhir, Lembaga Pengelola Dana…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Zurich Jamin Kesehatan Hingga Rp30 miliar - Luncurkan Produk Critical Advantage

    NERACA   Jakarta - Zurich Indonesia meluncurkan produk asuransi untuk penyakit kritis yaitu Zurich Critical Advantage (ZCA). Produk…

14 Lembaga Keuangan Kerjasama Dukcapil Manfaatkan Data Kependudukan

    NERACA   Jakarta - Terdapat 14 lembaga keuangan melakukan penandatanganan kerja sama dengan Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil…

The Fed Melunak, BI Diprediksi Turunkan Bunga

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan menjadi 5,75 persen dari…