BSM-BNP2TKI Kerja Sama Remitansi TKI

NERACA

Jakarta - PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menjalin kerja sama terkait pemberian layanan perbankan kepada para TKI, baik sebelum dan sesudah berangkat, ke negara tujuan masing-masing.

Direktur Utama BSM, Yuslam Fauzi mengatakan, pelaksanaan pemberian layanan perbankan sesuai dengan kerja sama tersebut akan langsung berjalan dan diharapkan bisa meningkatkan bisnis remitansi (jasa pengiriman uang) perseroan.

Melalui kerja sama ini, para TKI, calon TKI dan purna TKI beserta keluarganya dapat memperoleh layanan perbankan, seperti pembukaan rekening simpanan, pemberian pembiayaan, pengiriman dana remitansi serta edukasi pengelolaan keuangan.

Hingga 15 November 2012, jumlah TKI yang telah menggunakan layanan remitansi perseroan telah mencapai 627 ribu orang, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,8 triliun. “Dengan adanya kerja sama ini tentunya bisa bertambah. Selain itu, keluarga para TKI yang membutuhkan pembiayaan juga bisa dilayani, karena para TKI tersebut bisa memberikan jaminan,” ujar dia di Jakarta, Kamis (22/11).

Terkait kinerja perseroan, Direktur UKM BSM, Hanawijaya menuturkan bahwa BSM mencatat pendapatan berbasis biaya atau fee based income sebesar Rp800 miliar sampai dengan 15 November 2012, di mana sumbangan dari bisnis remitansi (pengiriman uang) akan coba ditingkatkan.

“Total fee based income Rp800 miliar, untuk remitansi masih kecil. Kami besar di haji, lalu gadai, dan transaksional. Haji ada Rp350 miliar, dan gadai ada sekitar Rp220 miliar,” ujar Hanawijaya. Khusus perolehan fee based dari bisnis remitansi, perseroan mencatat sebesar Rp8,1 miliar, baik yang langsung masuk ke sistem BSM dari para TKI, maupun dari kerja sama dengan perusahaan pengiriman uang Western Union.

“Fee based income dari remitansi TKI kira-kira Rp6 miliar. Sementara dari western union Rp2,1 miliar,” imbuhnya. Total nilai transaksi remitansi yang melalui BSM sendiri, lanjut dia, mencapai Rp1,8 triliun dari 657 ribu orang nasabah. Sementara yang melalui kerja sama dengan Western Union, katanya, sebesar Rp110 miliar.

“Kami sudah melakukan kerja sama B to B (business to business) dengan para TKI sejak tahun 2008, dan saat ini ada 657 ribu orang TKI yang bekerja di Malaysia, Singapura dan Hong Kong. Dengan kerjasama BNP2TKI kami berharap bisa merambah TKI di Taiwan, Korea, juga middle east (Timur Tengah),” tuturnya.

Sampai akhir tahun, perseroan optimis jumlah TKI yang bisa dilayani bisa mencapai 675 ribu orang. BNP2TKI sendiri mengklaim ada sekitar 6 juta TKI legal yang bekerja di seluruh dunia, dan memberikan sumbangan devisa bagi perekonomian. [ardi]

BERITA TERKAIT

Indonesia Dorong Penyelesaian Kerangka Kerja Sama RCEP

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mendorong penyelesaian tiga bab kerangka kerja sama dalam perjanjian dagang Regional Comprehensive Economic…

Anggota ASEAN Sepakati Kerangka Kerja Sama E-Commerce

NERACA Jakarta – Negara-negara anggota ASEAN menyepakati kerangka kerja sama perdagangan tentang sistem elektronik (e-commerce) untuk mendukung perkembangan ekonomi digital.…

Ketua BKBM: Kemaritiman Sediakan 45 Juta Lapangan Kerja

NERACA Jakarta - Ketua Badan Kerjasama Usaha Bidang Maritim (BKBM) Rokhmin Dahuri mengatakan bahwa sektor kemaritiman memiliki potensi lapangan kerja…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 6%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuannya pada November 2018 menjadi enam persen,…

Perbankan Diminta Perbaiki Tata Kelola

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap industri perbankan terus memperbaiki tata kelola perusahaan yang…

Bhineka Life dan OJK Gelar Literasi Keuangan untuk Guru

    NERACA   Bandung - PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional…