Moment Pemilu Picu Likuiditas Saham Meningkat

NERACA

Jakarta- Pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan masih akan bertumbuh positif dan masuknya periode menjelang pemilihan umum diprediksikan akan memacu peningkatan likuiditas dan perkembangan saham di pasar modal Indonesia.

Kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, likuiditas meningkat karena perekonomian Indonesia masih akan performed bagus, growth earnings masih sekitar 20%-22%, “Biasanya jelang pemilu ada dana-dana yang masuk ke bursa dengan harapan bisa mengembangkan dananya sebagai persiapan pemilu, terutama di semester kedua 2013,”katanya di Jakarta kemarin.

Menurutnya, selain pertumbuhan ekononomi Indonesia yang masih akan mampu menarik masuknya dana asing ke pasar modal, juga karena nilai inflasi yang rendah dan tingkat suku bunga rendah menjadi faktor yang akan mendorong peningkatan likuiditas.

Dalam hal ini yield yang diberikan oleh instrumen investasi juga masih menarik dan volatilitas yang mengalami peningkatan. Selain terjadinya peningkatan likuiditas, pihaknya memprediksikan pertumbuhan ekonomi juga akan memberikan sinyal positif terhadap pergerakan Harga Indeks Saham Gabungan (IHSG). “Secara konservatif, indeks masih akan bertumbuh sekitar 10%.” ujarnya.

Edwin menilai, beberapa sektor yang diproyeksikan akan mengalami penguatan di tahun 2013 antara lain saham domestik konsumer yang masih memiliki peluang tumbuh sekitar 5-10 %. Untuk sektor perbankan diproyeksikan masih dapat mengalami peningkatan sekitar 10% dengan besaran penyaluran kredit perbankan sekitar 20-22%.

Sementara untuk sektor properti, menurut dia, diperkirakan tidak akan mengalami pertumbuhan seperti di 2012 dan akan terseleksi. Hal itu karena terjadinya kenaikan harga yang tajam tidak didukung oleh faktor fundamentalnya. Adapun sektor infrastuktur, dengan adanya beberapa proyek besar diperkirakan masih akan tetap mengalami peningkatan di 2013.

Tidak Signifikan

Sementara pengamat pasar modal, Budi Frensidi mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang dinilai cukup tinggi saat ini belum cukup mampu membawa pasar modal kepada perkembangan yang signifikan. Pasalnya banyaknya jumlah emiten yang mencatatkan sahamnya di pasar modal merupakan emiten domestik yang memiliki nilai market cap yang terhitung masih kecil, “Bukan berdasar pada jumlah emiten, apakah 25 atau 30. Tapi akan lebih baik jika memperhatikan besarnya market cap dari emiten.” jelasnya.

Karena itu, dia menilai penting bagi BEI untuk mempermudah perusahaan yang belum go public menjadi go public. “Perkembangannya memang sudah lebih baik dari 5 tahun lalu, dan masih memiliki potensi untuk tumbuh. Tapi jika dibandingkan negara maju masih cukup jauh.” ujarnya

Likuiditas pasar saham di level 4.200, kata Budi merupakan hal yang wajar dalam wilayah regional. Sementara untuk proyeksi IHSG akan tembus di level 5000 masih merupakan angka yang realistis dengan pertumbuhan ekonomi saat ini dan pencapaian IHSG yang berada di kisaran 4.450 hingga akhir tahun. Terlebih jika adanya beberapa penguatan dari beberapa sektor komoditas. “Bahkan kalau saja CPO dan Batubara bisa membaik, untuk ke level 5000 bisa lebih cepat.” ujarnya.

Budi menambahkan, beberapa saham yang akan mengalami penguatan di tahun 2013 antara lain sektor infrastruktur, properti, dan automotif. (lia)

BERITA TERKAIT

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

BMRS Lunasi 20% Saham DPM Ke Antam - Raih Dana Segar dari NFC China

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar senilai US$ 198 juta dari NFC China, mendorong PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)…

IPO DIVA Oversubscribe mencapai 5,6 kali - Patok Harga Rp 2.950 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) telah menetapkan pelaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

HRUM Targetkan Penjualan 4,8 Juta Ton

Hingga akhir tahun 2018, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara mencapai 4,8 juta ton.…

BNBR Private Placement Rp 9,38 Triliun

Lunasi utang, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana mengonversi utang dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih…

Danai Pelunasan Utang - Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbl (TPIA)…