Pasar Tablet Android Makin Diminati di Indonesia

NERACA

Jakarta - Firma Riset Pasar International Data Corporation (IDC) mencatat pertumbuhan besar volume pemakaian piranti tablet di Indonesia. Sepanjang kuartal kedua tahun 2012, tercatat adanya kenaikan penjualan sampai 100% dibanding kuartal pertama. Sementara pada kuartal ketiga tercatat pertumbuhannya sekitar 50%.

"Perkiraan saya, jumlah total shipment tablet di tahun ini berkisar 1,2 hingga 1,3 juta unit. Tahun depan, mungkin angkanya naik menjadi 2 juta unit hingga akhir 2013," ujar Market Analyst fro Client Devices Research IDC Indonesia, Darwin di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, pasar piranti tablet didominasi perangkat Android yang pangsanya mencapai lebih dari 80 %. "Sisanya iOS, perangkat Apple, platform-nya yang terlihat hanya dua itu saja."

Salah satu faktor pendukung perkembangan tablet di Indonesia, lanjut Darwin, adalah tingginya permintaan dari kalangan menengah di Indonesia. "Rising middle class, di Indonesia sendiri tablet dilihat sebagai bagian lifestyle, penggunaannya lebih ke arah gaming dan internet, bukan untuk membaca buku," tutur Darwin.

Menurut Darwin, pertumbuhan tablet sedikit banyak akan berpengaruh ke penjualan PC karena masalah "wallet share" di mana konsumen akan lebih memilih tablet ketimbang PC atau notebook saat mencari perangkat untuk keperluan-keperluan ringan, seperti browsing dan mengakses media sosial.

Merek lokal sendiri disebut baru mulai efektif masuk pasar di kuartal dua dan tiga. Kebanyakan dari mereka, sambung Darwin, masih "testing the water" alias mencoba melihat respon pasar terlebih dahulu.

"Banyak pemain yang bersemangat masuk ke pasar tablet, salah satu sebabnya adalah karena sistem operasi Android yang bersifat open source bisa menekan ongkos produksi. Tapi saya khawatir bisa memicu perang harga," imbuhnya.

Darwin mengatakan, perang harga ini bisa berakibat buruk ke user experience tablet kalau sampai mengorbankan kualitas. "Misalnya ada tablet 7 inci yang harganya 500 ribu tapi saat dipakai mengecewakan karena serba terbatas," paparnya.

sementara itu, Ketua Umum Yayasan Apkomindo, Hidayat Tjokrodjojo mengungkapkan pasar komputer tablet di Indonesia saat ini telah mencapai angka 40 %.

Jumlah itu bahkan telah mengalahkan jumlah pasar notebook di Indonesia yang saat ini berada di kisaran 20-30 %. Menurut dia, penyebabnya adalah harga tablet relatif murah dan lebih mudah untuk dibawa kemana-mana. "(Tablet) permintaannya banyak sekali, sehingga harganya murah," kata Hidayat

Dia bahkan memperkirakan pasar tablet di Indonesia akan meningkat pada tahun depan. "Tiga tahun lagi pasar tablet bisa mencapai 91 %," tambahnya.

Untuk itu, Hidayat menyerukan agar para pengusaha bisa waspada dengan kenaikan pasar tablet tersebut. Menurut dia, permintaan yang tinggi itu pasti akan membuat harga tablet di Indonesia semakin murah. "Harganya bisa turun sampai 20 %, jadi para pengusaha harus jual (tablet) lebih banyak, kita harus kerja keras" beber Hidayat.

Di tempat berbeda,Vice President of Samsung Mobile PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN) Andreas Moritz Rompis memaparkan, penjualan Samsung Galaxy Note yang mencapai 10 juta unit secara global tahun lalu. Samsung tampaknya tidak merasa puas dengan hasil penjualan yang telah berhasil dicapainya.

Andreas juga mengungkapkan, tahun lalu melalui produk tabletnya Samsung berhasil menguasai 47 % pangsa pasar tablet di Indonesia. Dengan peluncuran produk terbaru Samsung Galaxy Note 10,1, Moritz berharap pangsa pasar tablet Samsung dapat menguasai pangsa pasar tablet hingga 50%.

Bahkan menurut Managing Director PT SEIN Yoo Young Kim, Samsung Galaxy Note 10.1 dipersiapkan sebagai gadget yang mampu menjawab kebutuhan para pengguna dengan tuntutan sesuai dengan profesi, hobi, minat yang berbeda, baik untuk membuat catatan pribadi, keperluan bisnis, persentasi ataupun untuk menyalurkan ide-ide kreatif dalam bentuk gambar atau desain. “Samsung Galaxy Note 10.1 merupakan tablet dengan fungsi dan pengalaman yang luar biasa yang selama ini belum pernah ada di gadget lainnya.” ujar Kim.

Gadget yang dibandrol dengan harga kisaran Rp 6.999.000 ini memiliki multiscreeen yang dapat melakukan berbagai kegiatan sekaligus. Dimana tampilan layar yang dapat dipisah mengakomodasi kinerja secara optimal dalam menjalankan aplikasi yang berbeda.

Pengguna dapat membuka serta menggunakan aplikasi yang saling berhubungan melalui multiscreen secara simultan untuk mendapatkan efisiensi yang terbaik. Sementara aplikasi menulis dapat diakses secara langsung saat pengguna sedang membuka aplikasi lain sebagai bahan referensi. Pemakaian multiscreen tanpa batas ini dapat digunakan untuk membuka aplikasi S Note, web browser, video player, game, Gallery, dan Polaris office dengan mudah pada layar yang sama.

BERITA TERKAIT

TCL Akan Ramaikan Grand Year and Sale Lazada - Nikmati Promo Smart Android TV with Harman Kardon Sound

TCL Akan Ramaikan Grand Year and Sale Lazada Nikmati Promo Smart Android TV with Harman Kardon Sound NERACA Jakarta -…

Mencari Pasar Ekspor Baru Produk Sawit

Sepanjang Oktober 2018, volume ekspor minyak sawit Indonesia menunjukkan peningkatan yang menggembirakan, antara lain melalui lonjakan permintaan dari China. Ekspor…

Indonesia-Inggris Perkuat Kerja Sama Sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Indonesia-Inggris Perkuat Kerja Sama Sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan NERACA Katowice, Polandia - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sabtu, 8…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Hingga Akhir Tahun 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan

  NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir tahun ekspor hasil perikanan jelang akhir tahun 2018…

Penilaian Menteri - Perang Dagang Seharusnya Bisa Tingkatkan Produksi dan Ekspor

NERACA Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, fenomena perang dagang antara Amerika Serikat dan China seharusnya bisa…

Ekspor Melalui Kuala Tanjung Ditargetkan Capai 1.000 TEUS

NERACA Jakarta – Ekspor langsung melalui Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, ditargetkan bisa mencapai hingga 1.000 TEUs saat dioperasikan pada…