Waskita Karya Targetkan Penjualan Rp 11,5 Triliun - Tawarkan Saham Rp 405 Per Saham

NERACA

Jakarta – Masih maraknya pembangunan infrastruktur tahun depan, menjadi alasan PT Waskita Karya Tbk mematok penjualan tahun 2013 sebesar Rp 11,5 triliun. Angka penjualan ini tumbuh dibandingkan target akhir tahun sebesar Rp 9 triliun.

Direktur Waskita Karya M Choliq mengatakan, target penjualan diyakini bisa terealisasi karena pembangunan infrastruktur masih marak dilakukan, “Masih mengandalkan proyek pemerintah, maka kedepan target penjualan bisa terealisasi,”katanya di Jakarta, Kamis (22/11).

Selain itu, perseroan tahun depan juga menargetkan laba sebesar Rp 360 miliar. Asal tahu saja, per Oktober 2012 penjualan sudah mencapai Rp5,6 triliun. Adapun laba perseroan per Oktober 2012 mencapai Rp131 miliar dan akhir tahun diperkirakan akan mencapai Rp250 miliar.

Sementara untuk kontrak baru per Oktober mencapai Rp11 triliun, dan diperkirakan akhir tahun akan mencapai Rp12 triliun. "Jika ditambah dengan kontrak carried out tahun lalu sebesar Rp5 triliun, overall Rp17 triliun," tuturnya.

Dari nilai kontrak tersebut sebesar Rp9 triliun akan diproduksi tahun ini, dan sisanya Rp8 triliun akan dicarry over tahun depan. Selain itu, perseroan menawarkan besaran harga IPO (initial public offering) di kisaran Rp.320 - Rp.405 untuk 32% saham yang dilempar ke pasar modal.

Harga tersebut diyakini dapat diterima ivestor mengingat saat ini kondisi pasar lagi baik. "Saat ini timing (waktu) yang sangat tepat (untuk IPO). Karena indeks (IHSG)sudah capai rekor lagi, dan bertahan cukup baik," kata M Choliq.

Oleh karena itu, dirinya optimis prosesi IPO perseroan akan berjalan baik dan terserap pasar. Apalagi, kata dia, dalam menopang IHSG, harga saham beberapa emiten konstruksi menunjukan hasil cukup baik. Terutama adalah kinerja saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., "Dalam dua hari terakhir ini, saham WIKA (Wijaya Karya) naik 10%"ujarnya.

Bagikan Dividen

Bahkan, dari kinerja yang dicapai tahun ini, perseroan telah menetapkan besaran deviden untuk pemegang saham hingga 30% dari perolehan labanya. Rencana pemberian dividen sendiri, nantinya akan di bicarakan pada RUPS di bulan Mei 2013 dari capaian keuangan 2012.

Kata M Choliq, dalam pengalokasian 32% saham IPO, perseroan bersama penjamin emisi akan berupaya menyeimbangkan komposisi alokasi saham IPO antara porsi investor lokal dan asing, serta investor ritel dan institusi. Nantinya, pasca IPO sisa saham pemerintah sebesar 68%. "Tetapi karena ada alokasi saham MESOP, porsi negara jadi 66% setelah itu,"jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dana hasil IPO sebesar 60% akan digunakan untuk modal kerja yang bersifat permanen, dan sisanya 40% akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan.

Menurutnya, alokasi 60% dari hasil IPO untuk modal kerja karena saat Waskita masih mencatat laverage tertinggi, jika dikomparasi dengan kompetitor seperti ADHI dan WIKA. Sementara dari alokasi 40% dana IPO untuk pengembangan usaha. Dimana dari angka itu, 15% dialokasikan untuk produksi beton perseroan, 15% untuk realty, dan 10% utk jalan tol.

Dia menjelaskan, hingga Oktober produksi beton perseroan mencapai

Rp240 milian. "Bidang ini sangat prospektif. Maka tahun depan kita targetkan bisa capai produksi Rp500 miliar," katanya.

Untuk bisnis realty, perseroan berencanakan di area yang dimiliki perseroan, tepatnya di samping kantor pusat Waskita, Cawang. Adapun nilai pembangunanya mencapai Rp400 miliar - Rp450 miliar. "Biayanya ga bisa sendiri, nanti bisa dengan ekuitas dan cash inflow dari pemasaran. Realty nanti sinergi dengan BUMN, supaya ada nilai tambah," tandasnya.

Sementara untuk tol yang senilai 10%, diperkirakan sekitar Rp100 miliar, juga akan bersinergi dengan penguasa jalan tol, PT Jasa Marga Tbk. Dimana perseroan bisa menikuti kosorsium untuk proyek tol senilai Rp1,5 triliun dengan equitas yang ada. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemerintah & DPR Sepakat Kurs Rp 14.500 per US$ - PERUBAHAN ASUMSI MAKRO EKONOMI RAPBN 2019

Jakarta-Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR akhirnya sepakat untuk mengubah kembali asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi Rp14.500 dari…

Pemerintah Tetapkan Hasil Penjualan SBR004 Rp7,3 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menetapkan hasil penjualan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR004 sebesar Rp7,3 triliun dengan…

DPRD Jabar Targetkan Raperda Kewirausahaan Disahkan Akhir 2018

DPRD Jabar Targetkan Raperda Kewirausahaan Disahkan Akhir 2018 NERACA Bandung - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat menargetkan rancangan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Model Bisnis Sangat Potensial - Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…