Trustee Terbit, DHE Migas ‘Masuk Kantong’ Perbankan Indonesia

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan mengeluarkan aturan trustee pada November 2013 mendatang untuk menarik dana hasil ekspor (DHE), khususnya dari sektor minyak dan gas (migas). "Kita inginkan devisa hasil ekspor yang khususnya dari migas agar masuk ke Indonesia," ujar Direktur Eksekutif dan Kepala Departemen Riset Ekonomi BI, Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu (21/11).

Menurut dia, selama ini salah satu faktor yang membuat DHE sektor migas ini belum masuk ke Indonesia karena belum adanya aturan trustee ini, sementara di luar negeri itu sudah ada. "Sehingga dengan adanya aturan trustee ini nantinya, perusahaan- perusahaan itu bisa memasukkan dana dari hasil ekspor migasnya langsung di perbankan di Indonesia sehingga lembaga trustee yang di luar negeri itu dilakukan oleh bank di Indonesia," katanya.

Selanjutnya, perbankan di Indonesia bisa melakukan apa yang dinamakan pelayanan terintegerasi (integrated services). Artinya, sambung Perry, bank itu tidak hanya melayani rekening simpanan bentuk giro atau tabungan para pengusaha itu saja, tapi juga pembayaran jasa untuk investasi dan segala macam.

"Itulah kemudian kenapa di Indonesia kemudian kita lakukan. Yang pertama, untuk jasa pembayaran kan sudah kita lakukan kemarin dengan yang cost recovery yang kita wajibkan untuk bank domestik. Nah, ini untuk yang bagian dari migas untuk yang cost recovery yang sudah masuk, dengan trustee ini kita harapkan dana migas baik dari hasil penjualannya maupun dari pajak hasil migasnya bisa masuk ke Indonesia," jelas dia.

Secara total, DHE migas yang masih berada di luar negari kurang lebih 16% dari total ekspornya. Angka ini turun dibanding akhir tahun lalu yang sekitar 20%. "Tahun lalu devisa yang masuk sekitar 80% dari total hasil ekspor. Sekarang sudah 84%. Yang banyak masih berada di luar negeri itu dari sisi migas karena perbankan beluim bisa memberikan pelayanan trustee. Kalau cash payment sudah," katanya.

Tiga keuntungan

Perry menegaskan, DHE ini akan dipisahkan dari kegiatan bank dan itu bukan merupakan objek kepailitan. "Akan ada kontrak secara legal dengan pengusaha," tambah dia. Perry juga menambahkan terdapat tiga keuntungan yang dirasakan Indonesia melalui aturan trustee ini.

Pertama, dari sisi makro atau moneter, DHE akan lebih banyak masuk ke Indonesia sehingga ini bisa menambah pasokan valas dan bisa mendukung stabilitasi nilai tukar maupun stabilitasi ekonomi. Kedua, dari sisi perbankan akan ada usaha baru.

"Ini kan bisnis yang lebih baru dan luas bagi perbankan. Yang selama ini devisanya di luar negeri akan lebih masuk ke dalam negeri. Sehingga dana itu bisa kemudian digunakan bank untuk kegiatan pembiayaan di dalam negeri," tuturnya.

Selain itu dengan trustee, pemilik dana juga bisa menggunakan bank untuk melakukan investasi di pasar keuangan domestik atau investasi yang lain. "Trustee itu berdasarkan kontrak. Bank tidak diperbolehkan melakukan investasi di pasar modal, dan sebagainya, sehingga pemilik dana nanti akan memberikan kontrak kepada bank dan bank diminta untuk melakukan investasi apakah di pasar modal melalui lembaga keuangan di pasar modal," kata Perry.

Ketiga, tambah Perry, trustee ini juga akan memperluas investasi di Indonesia. “Yang bisa masuk ke trustee tidak hanya devisa hasil ekspor saja, tapi bisa juga dana-dana untuk infrastruktur. Untuk sementara sebelum digunakan kan bisa diinvestasikan sehingga ini bisa meningkatkan tidak hanya dari sisi kegiatan ekspor tapi juga trustee tadi," terangnya. [ria]

BERITA TERKAIT

Dunia Usaha - Industri Hijau Bisa Masuk Bagian Program Digitalisasi Ekonomi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mendorong sektor industri manufaktur di Indonesia agar semakin meningkatkan kegiatan yang terkait…

Produk Unggulan Indonesia Dipromosikan di Australia

NERACA Jakarta – Produk usaha kecil menengah (UKM) unggulan Indonesia dipromosikan di pasar Australia melalui kerja sama Smesco Indonesia dengan…

OJK Dorong Perbankan Di Bali Optimalkan Penyaluran Kredit Pariwisata

    NERACA   Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan di Bali untuk mengoptimalkan penyaluran kredit sektor pariwisata…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Asosiasi Dukung Penindakan Fintech Ilegal

      NERACA   Jakarta - Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) mendukung penindakan hukum terhadap aksi perusahaan teknologi finansial (tekfin)…

Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 11,5%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen pada 2019 lebih rendah…

Adira Insurance Berikan Penghargaan 23 Kota - Sistem Tata Kelola Keselamatan Jalan

      NERACA   Jakarta - Asuransi Adira menyelenggarakan Indonesia Road Safety Award (IRSA) sebagai upaya untuk menyadarkan pentingnya…