Tahun Depan Garuda Siapkan Capex US$ 400 Juta

NERACA

Jakarta – Seiring dengan rencana penambahan armada baru tahun depan, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) bakal menganggarkan belanja modal atau capital expenditur (capex) tahun depan sebesar US$200 juta-US$400 juta.

Direktur Keuangan Garuda Indonesia, Handrito Hadjono mengatakan, nilai anggaran capex tersebut sebesar 50%diambil dari pinjaman bank dan sisanya dari internal perusahaan, “Ini fifty-fifty dari pinjaman bank dan sisanya dari perusahaan," katanya di Jakarta, Rabu (21/11).

Dia mengatakan sebesar 25% dari total capex nantinya akan digunakan untuk mendanai modal kerja perusahaan dan sekitar US$100 juta sampai US$200 juta yang terpakai untuk modal kerja. Sementara kredit sindikasi sebesar US$120 juta yang didapat dari 7 bank international, menurutnya akan direalisasikan tahun ini. "Capex tidak dari pinjaman kredit sindikasi, itu dihabiskan tahun ini," ujarnya.

Untuk tujuh bank yang ikut sindikasi ke perseroan antara lain Citibank Bank, Bank Panin, Bank ICBC Indonesia, First Gulf Bank PJSC, cabang Singapura, Korea Development Bank, Standard Chartered Bank, dan Bank of China Limited.

Sementara Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, dirinya optimis terus mengalami pertumbuhan kinerja ke depan meski situasi perekonomian global belum kondusif akibat krisis yang menerpa kawasan Eropa dan Amerika Serikat.

Kata Emirsyah, dengan pertumbuhan perekonomian Indonesia cukup baik didasarkan pada kekuatan konsumsi domestik yang disumbang oleh kelas menengah, maka akan memberikan peluang besar kepada Garuda untuk terus tumbuh sesuai yang diharapkan. "Kami tetap berkomitmen pada strategi bisnis dalam mencapai tujuan utama meningkatkan pangsa pasar di domestik, regional, dan internasional, memperkuat peringkat kepuasan pelanggan dan mempertahankan disiplin manajemen biaya," jelasnya.

Dia menambahkan, melalui program pengembangan dan revitalisasi armada yang dilaksanakan saat ini, pihaknya siap memenuhi permintaan pasar industri penerbangan yang terus meningkat, baik di Indonesia maupun dunia.

Sementara itu, dalam riset yang dikutip dari eTrading Securities disebutkan proses efisiensi dan ekspansi (Quantum Leap) yang dijanjikan manajemen perseroan terlihat membuahkan hasil yang cukup baik hingga saat ini. Disebutkan, kinerja bisnis Garuda secara individu maupun grup menunjukkan perkembangan yang positif, dengan tingkat keterisian (load factor) yang menjadi acuan pendapatan perusahaan terlihat membaik dari waktu ke waktu.

Kemudian secara industri, hingga saat ini Garuda merupakan pemimpin pasar (market leader) penerbangan. Hal ini ditunjang prospek industri penerbangan yang semakin baik dari waktu ke waktu. (bani)

BERITA TERKAIT

Bandara Soetta Siapkan 10 TPS untuk Wisatawan

Pemilu 2019 akan dilangsungkan pada Rabu (17/4). Momen ini merupakan ajang yang ditunggu oleh sebagian besar rakyat Indonesia, meskipun beririsan…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasca Pemilu 2019 - Trafik Layanan Data Ikut Terkerek Naik

NERACA Jakarta – Momentum pemilihan umum (Pemilu) menjadi berkah tersendiri bagi emiten operator telekomunikasi. Pasalnya, trafik layanan data mengalami pertumbuhan…

Pemilu Berjalan Damai - Pelaku Pasar Modal Merespon Positif

NERACA Jakarta – Pasca pemilihan umum (Pemilu) 2019, data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan kemarin menunjukkan respon positif,…

Performance Kinerja Melorot - Mandom Royal Bagi Dividen Rp 84,45 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp…