Redenominasi Dipastikan Masuk Prolegnas 2013

NERACA

Jakarta - Penyederhanaan pecahan (denominasi) mata uang dengan cara mengurangi digit (angka nol) atau redenominasi rupiah dipastikan menjadi sebuah program nasional dan telah masuk dalam Prolegnas (Program Legislasi Nasional) 2013 mendatang. Direktur Eksekutif dan Kepala Departemen Riset Ekonomi Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengatakan masalah redenominasi ini mempertimbangkan beberapa faktor, terutama aspek legal.

"Selanjutnya, kan ada proses Undang-Undang berupa RUU mengenai redenominasi itu nantinya. Dengan ada kepastian ini tentu saja langkah yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah bagaimana melakukan sosialisasi, edukasi dan penjelasan ke masyarakat," ujar Perry di Jakarta, Rabu (21/11).

Sebelumnya, telah terbentuk yang namanya Komite Nasional Redenominasi, sehingga diharapkan langkah-langkah program untuk mengedukasi masyarakat bisa dilaksanakan secara nasional. "Kita sudah bahas ini sejak lama, dan sudah melakukan studi di berbagai negara. Termasuk naskah akademis juga sudah kita susun. Dan itu menjadi dasar menyusun redenominasi,” jelas dia.

Lebih lanjut Perry menerangkan, langkah-langkah program untuk melakukan edukasi pun sudah ada. Sehingga semuanya sudah lengkap. Dengan demikian, Perry mengingatkan bahwa program redenominasi adalah program nasional. Dan oleh karena itu, seluruh program tersebut akan ditangani secara nasional oleh Komite Nasional Redenominasi.

Gubernur BI Darmin Nasution pernah bilang akan menjalankan program redenominasi ini dalam empat tahap, yaitu tahap penyiapan, tahap pemantapan, tahap implementasi dan transisi, serta tahap penyelesaian.

Transisi tiga tahun

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Bambang PS Brodjonegoro menilai redenominasi nilai mata uang rupiah membutuhkan masa transisi tiga tahun sampai masyarakat mampu menerima kebijakan itu benar-benar diterapkan.

Dia menegaskan, kesiapan masyarakat menjadi faktor penting supaya nilai mata uang yang baru tersebut tidak dianggap memiliki nilai yang lebih kecil. Menurut Bambang, anggapan semacam itu dapat memicu terjadinya inflasi saat nilai mata uang yang baru itu diterapkan.

“Masa transisi ini memang diperlukan bukan hanya untuk pembelajaran masyarakat, tetapi juga untuk mencegah dampak inflasi ketika mata uang baru itu 100% diberlakukan,” ungkap Bambang, akhir Oktober lalu.

Masa transisi yang dimaksud, kata dia, merupakan masa di mana kedua mata uang tersebut berlaku di masyarakat. Dia mencontohkan Turki yang sukses menerapkan kebijakan redenominasi nilai mata uang setidaknya membutuhkan masa transisi 2-3 tahun.

“Jadi ada uang lama, ada uang baru. Yang penting pengertian dari pemakai bahwa uang yang koeksis itu sama nilainya,” tambahnya. Apabila redenominasi rupiah berlaku maka hal itu juga akan berlaku pada harga-harga barang, sehingga daya beli masyarakat tidak berubah. Redenominasi rupiah bertujuan menyederhanakan pecahan uang agar lebih efisien dan nyaman dalam melakuan transaksi. Tujuan berikutnya, mempersiapkan kesetaraan ekonomi Indonesia dengan negara regional.

Pada redenominasi nilai uang terhadap barang tidak berubah, karena hanya cara penyebutan dan penulisan pecahan uang saja yang disesuaikan. Redenominasi dilakukan saat kondisi makro ekonomi stabil, ekonomi tumbuh dan inflasi terkendali.

Pada redenominasi, bila terjadi redenominasi tiga digit (tiga angka nol), maka dengan uang sebanyak Rp4,5 tetap dapat membeli 1 liter bensin. Karena harga 1 liter bensin juga dinyatakan dalam satuan pecahan yang sama atau baru. [ria]

BERITA TERKAIT

Bappenas: Unicorn Mendatangkan Dana Masuk ke RI

Jakarta-Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof Dr. Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, keberadaan unicorn justru membuat dana masuk ke dalam negeri. Sebab, para…

Tagar #JokowiOrangnyaBaik Masuk Trending Topic Dunia

Tagar #JokowiOrangnyaBaik Masuk Trending Topic Dunia NERACA Jakarta - Jagad media sosial, khususnya Twitter, pada Sabtu (16/2), dikejutkan dengan munculnya…

GRUP GARUDA INDONESIA TURUNKAN TARIF TIKET 20% - AKR Masuk Jadi Pesaing Avtur Pertamina

Jakarta-Merespon imbauan Presiden Jokowi sebelumnya, maskapai grup Garuda Indonesia akhirnya menurunkan harga tiket pesawat terhitung mulai kemarin (14/2). Sementara itu,…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

CIMB Niaga Cetak Laba Rp3,5 Triliun

      NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (diaudit) sebesar Rp3,5…

BCA Jadi Mitra Distribusi Penjualan ST-003

    NERACA   Jakarta – Komitmen Pemerintah, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan…

Penerbitan Sukuk Global Bakal Pulih

    NERACA   Jakarta - Lembaga pemeringkat Moody's Investor Service mengatakan pada Selasa bahwa mereka memperkirakan penerbitan sukuk negara…