Akan Terjadi Penyusutan Karyawan dan Penutupan Perusahaan - Dampak Kenaikan UMP DKI

NERACA

Jakarta – Keputusan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang menetapkan upah minimum provinsi (UMP) 2013 sebesar Rp 2,2 juta bisa berdampak pada pengurangan jumlah karyawan maupun tutupnya perusahaan.

"Kami sebagai pengusaha menerima keputusan dari pemerintah, namun akan ada dampak dari keputusan yang telah disahkan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Di antara dampak yang mungkin terjadi adalah adanya pengurangan jumlah karyawan maupun tutupnya perusahaan," kata Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Eddy Kuntadi, di Jakarta, Rabu (21/11).

Keputusan Gubernur itu sesuai dengan hasil rapat Dewan Pengupahan DKI pada 13 November 2012. Rapat ketika itu tak dihadiri unsur pengusaha, yaitu Sarman Simanjorang, karena walk out.

Eddy mengakui, walaupun Kadin DKI beserta sejumlah asosiasi yang tergabung di sana menerima keputusan Gubernur, masih ada pihak pengusaha yang merasa keberatan dengan keputusan itu. Karena itu, kata Eddy, Kadin DKI berharap gubernur mau memperhatikan aspirasi para pengusaha.

“Besok ada 50 pengusaha dari Kawasan Berikat Nusantara (KBN) yang akan mengadu ke sini,” kata Sarman, yang juga wakil ketua umum Kadin DKI. Menurut Sarman, semula pihak pengusaha sudah setuju dengan kenaikan UMP menjadi Rp 1.978.789. Namun, kata dia, dalam notulen rapat yang disodorkan adalah angka Rp 2.216.243 atau naik 44,93% dari UMP 2012.

Sarman pun menambahkan, pihaknya tidak mengajukan keberatan para pengusaha itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), walaupun keputusan Gubernur tentang UMP tersebut sangat memengaruhi iklim dunia usaha di Jakarta. Menurut dia, kebanyakan pelaku usaha anggota Kadin DKI adalah kalangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Bagaimanapun juga, keputusan tersebut akan berpengaruh terhadap dunia usaha," kata Eddy, yang juga mengatakan bahwa pihaknya tidak akan membawa masalah ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Kami sebetulnya tidak setuju, tapi ya bagaimana menolak keputusan gubernur tersebut, karena itu kami terpaksa menyetujui tapi dengan catatan,” ujar Bambang SN, direktur eksekutif Ginsi, kepada Neraca, di tempat sama.

Sebelumnya, Gubernur Jokowi telah mengesahkan besaran upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta 2012 sebesar Rp 2.200.000. Menurut Gubernur, pihaknya sudah bertemu dengan unsur serikat pekerja, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dan Dewan Pengupahan. Gubernur menyatakan keputusan penetapan UMP 2013 sudah cukup adil. Dewan Pengupahan DKI sudah berkali-kali mengadakan rapat untuk membahas UMP 2013, sejak Agustus lalu. (saksono)

BERITA TERKAIT

Pansel Capim KPK Akan Cari Kandidat dari Daerah

Pansel Capim KPK Akan Cari Kandidat dari Daerah NERACA  Jakarta - Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi…

Tugas Kolektor Pinjaman Online: Menjembatani Penyedia Jasa dan Nasabah

Tugas Kolektor Pinjaman Online: Menjembatani Penyedia Jasa dan Nasabah NERACA Jakarta – Jika ada divisi yang paling disibukkan dalam industri…

Pemekaran Kota Palembang Harus Persetujuan DPRD dan Wali Kota

Pemekaran Kota Palembang Harus Persetujuan DPRD dan Wali Kota NERACA Palembang - Pemekaran Wilayah Seberang Ulu Kota Palembang menjadi Kabupaten…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Lebaran Usai, Cashbac Tebar Promo

  NERACA   Jakarta - Usai melewati libur panjang dan kembali beraktifitas, Cashbac hadirkan beragam promo cashback yang spektakuler di…

Pupuk Hayati Dinosaurus Diklaim Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Tanaman

  NERACA   Jakarta - Dalam berbisnis agrikultur, pemilihan pupuk yang terbaik menjadi salah satu faktor terpenting untuk tanaman. Menurut…

Dompet Dhuafa Himpun Donasi Rp96 miliar Selama Ramadhan

      NERACA   Jakarta - Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa berhasil menghimpun donasi sebesar Rp96 miliar yang dikumpulkan…