Tingkatkan Produksi, Timah Merambah Eksplorasi di Myanmar - Investasikan Dana US$ 18 Juta

NERACA

Jakarta – Proyeksi harga komoditas masih bakal terpuruk hingga tahun depan, tidak memberikan menyurutkan ekspansi bisnis PT Timah Tbk (TINS). Pasalnya, perushaan plat merah ini menyatakan akan melakukan eksplorasi timah di Myanmar Selatan dengan total investasi US$18 Juta pada 2013.

Direktur Utama PT Timah Tbk, Sukrisno mengatakan, saat ini pihak manajemen sedang mempersiapkan beberapa dokumen untuk pelaksanaan proyek tersebut. “Izin prinsip sudah ada, yang akan kami lakukan pada November dan Desember adalah menyiapkan dokumen, termasuk kontrak,”katanya di Jakarta, Rabu (21/11).

Dia menjelaskan, alasan ekspansi ke Myanmar lantaran negara tersebut memiliki potensi tambang timah yang hampir sama dengan potensi yang dimiliki di wilayah Bangka Belitung sehingga diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap kinerja perseroan menjadi lebih baik. “Dari sisi geologi, ternyata Myanmar merupakan aliran dari Bangka Belitung sehingga potensinya sangat besar. Selain itu, investor yang masuk ke wilayah tersebut belum terlalu banyak.” jelasnya.

Kata Sukrisno, nilai investasi sebesar US$ 18 juta tersebut diperuntukkan beberapa tahun ke depan dan masih dimungkinkan terjadinya penambahan maupun pengurangan. Untuk eksploitasinya, lanjut dia akan dilakukan pada 2014. Sejauh ini, pihak Myanmar memberikan peluang yang cukup terbuka bagi TINS untuk melakukan penambangan

Sementara untuk pembagian keuntungannya, lanjut dia, masih akan didiskusikan dengan pihak terkait. Meskipun demikian, dia menilai dalam pembagian profit sharing diharapkan bisa diperoleh persentase komposisi sebesar 80:20. “Bagaimanapun kita tentu menyesuaikan dengan kebijakan negara tersebut, apakah nantinya pembagian melalui nilai keuntungan atau produk,” ujarnya.

Anggaran Modal Kerja

Karena itu, pihaknya memproyeksikan nilai modal kerja di tahun 2013 akan mendekati angka Rp 2 triliun. Di samping melakukan pengembangan di Myanmar, saat inipun perseroan telah melakukan modifikasi kapal keruk yang dilengkapi dengan pipa isap untuk memudahkan proses operasional dalam penambangan dengan nilai investasi sebesar Rp217 miliar.

Modifikasi tersebut, lanjut dia dilakukan dalam rangka mengefisiensikan proses produksi timah. Pasalnya, dengan modifikasi tersebut, akan terjadi peningkatan kedalaman gali menjadi sampai dengan 70 meter. “Kalau dulu cakupan kapal hanya bisa 30 meter, dengan memodifikasi alat isap bisa mencapai 70 meter. Selain itu, dayanya juga lebih rendah karena bisa mengeruk dan menyedot.” jelasnya.

Pada kuartal ketiga 2012, perseroan mencatat produksi bijih 14% lebih rendah, yaitu sebesar 24.357 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011 sebesar 28.165 ton. Produksi logam timah mencapai 23.255 mton atau lebih rendah 18% dibandingkan produksi logam pada periode yang sama tahun 2011 sebesar 28.532 mton.

Sementara total penjualan yang diterima perseroan sampai dengan akhir September 2012 sebesar Rp6.009 miliar atau turun sebesar 12% dari realisasi pendapatan tahun 2011 sebesar Rp6.816 miliar. Untuk laba yang bersih yang diperoleh perseroan pada kuartal ketiga, menurut Sukrisno sebesar Rp370 miliar, atau 57% lebih rendah dibandingkan dibandingkan dengan pendapatan pada triwulan ketiga 2011 yaitu sebesar Rp860 miliar.

Terjadinya penurunan tersebut, kata dia dipengaruhi oleh harga komoditas global yang mengalami penurunan. Selain itu, membanjirnya bijih timah ilegal di pasaran terutama yang berasal dari Indonesia sehingga membuat pasokan (supply) melebihi permintaan (demand) sehingga mengakibatkan harga timah jatuh. Pihaknya mencatat, harga rata-rata timah yang diterima perseroan sampai dengan triwulan ketiga 2012 sebesar US$21.523 per mton atau 24% lebih rendah dibandingkan dengan harga rata-rata pada periode yang sama tahun 2011 sebesar US$ 28.440 per mton. (lia)

BERITA TERKAIT

Cari Modal di Bursa - Sentra Food Lepas 250 Juta Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Mendanai ekspansi bisnisnya, PT Sentra Food Indonesia Tbk akan mencari pendanaan di pasar modal lewat penawaran umum…

Wapres Ingatkan Berhati-hati Investasikan Dana Haji

    NERACA   Jakarta - Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla mengingatkan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) agar berhati-hati…

Buka 20 Gerai Baru di 2019 - Mega Perintis Pacu Kapasitas Produksi

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal dan menjadi emiten ke-56 di Bursa Efek Indonesia di tahun 2018,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…