Waskita Kantongi Proyek Konstruksi Air Rp 1,5 Triliun

NERACA

Jakarta –Rencana PT Waskita Karya go public diakhir tahun ini, terus diiringi dengan kontrak-kontrak proyek yang didapatkan perseroan. Belum lama ini, perusahaan kontruksi plat merah ini merealisasikan pembangunan jembatan, bendungan dan waduk dengan nilai proyek Rp 1.5 triliun.

Direktur Operasi I Waskita, Desi Arryani mengatakan, nilai proyek pembangunan Rp 1,5 triliun tersebut terdapat di empat lokasi diantaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB dan Nanggroe Aceh Darusalam, “Tiga dari proyek tersebut dikerjakan melalui kontrak kerjasama operasi (KSO) senilai Rp 870 miliar dan sisanya, berlokasi di NAD dengan nilai proyek sekitar Rp 570 miliar dikerjakan Non KSO,”katanya di Jakarta, Rabu (21/11).

Untuk pembangunan bendungan Pandanduri, kata Desi memiliki panjang tiga kilometer dengan kebutuhan areal seluas 430 hektare. Proyek pembangunan bendungan ini ditargetkan selesai tahun 2014, “Proses pembangunannya sejak 29 Juni 2012 dikerjakan bersama Waskita Karya (51%) dan PT Brantas Abipraya (Persero) sejak 29 Juni 2012 dan direncakan selesai pada Juni 2014,”ujarnya.

Nantinya bendungan ‘raksasa’ Pandanduri di Kabupaten Lombok Timur ini akan memiliki daya tampung air sebesar 23 juta kubik dan diharapkan dapat mengairi sawah daerah irigasi sebanyak 10.300 hektare lahan dan juga untuk mencukupi kebutuhan air bersih penduduk di tiga kecamatan dan 17 desa yakni sebanyak 138.106 jiwa.

Selain itu, Waskita Karya juga tengah melakukan proyek pembangunan waduk Jatigede Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dengan nilai proyek sekitar Rp 447 miliar, “Waduk ini akan memiliki kapasitas 980 juta meter kubik dan berguna untuk mengendalikan banjir hingga 14 ribu hektar, memenuhi kebutuhan air minum, irigasi, termasuk juga untuk pembangkit listrik. Diharapkan, selesai pada pertengahan 2013” jelasnya.

Waduk di Semarang

Sedangkan proyek pembangunan waduk Jatibarang Semarang Barat, lanjut Desi, memiliki nilai proyek sekitar Rp 203 miliar dan ditargetkan rampung tahun 2014, “Proyek ini membutuhkan lahan seluas 384 hektar dan menampung air sebesar 1.050 meter kubik per detik dan membebaskan kota ini dari banjir rob,”paparnya.

Rencananya, kapasitas waduk mencapai 20 juta meter kubik yang dihasilkan dari Kali Kreo, disekitar tempat wisata, Gua Kreo dengan kapasitas 230 meter kubik per detik."Waduk ini fungsi serbaguna, untuk Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Pengendalian Banjir secara terpadu bagi Semarang” ungkapnya.

Disamping itu, perseroan juga sedang mengerjakan pembangunan jembatan Pedamaran 1 dan II yang berlokasi di Riau dilaksanakan 2 (dua) tahap. Durasi pertama awal Desember 2008 hingga akhir Desember 2011 dan tahap berikutnya mulai Juni 2012.

Desi menambahkan, pembangunan jembatan Pedamaran I dan jembatan Pedamaran II untuk menghubungkan pulau Pedamaran dan melintasi Sungai Rokan di wilayah Kecamatan Bangko berguna sebagai pendukung jalan lintas pesisir pantai dapat diselesaikan tahun ini. (bani)

BERITA TERKAIT

Sharp Siap Rajai Pasar Pompa Air - Perkenalkan Empat Tipe Baru

NERACA Jakarta– Sesuai komitmen yang terus dijaga PT Sharp Electronics Indonesia untuk menjadi pangsa pasar nomor satu di tanah air,…

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

Pemprov DKI : 6 Proyek Tol Diambil Pemerintah Pusat

    NERACA  Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan enam proyek tol dalam kota telah diambil alih oleh…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penjualan HEXA Capai 22,95% Dari Target

Di kuartal kedua 2018, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) membukukan penjualan alat berat sebanyak 495 unit atau 22,95% dari target…

Penjualan Kabelindo Murni Turun 29,45%

NERACA Jakarta - PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) membukukan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp221,7 miliar sepanjang kuartal I/2018. Capaian tersebut…

BTPN Bukukan Laba Bersih Rp 1,09 Triliun

NERACA Jakarta – Semester pertama 2018, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) membukukan laba bersih Rp 1,09 triliun atau…