Kaya Setelah Di-PHK

Sejumlah karyawan di sebuah perusahaan di kawasan Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan satu ketika mendapat surat pemutusan hubungan kerja (PHK). Pihak perusahaan memberi mereka sejumlah pesangon yang lebih dari cukup jika dibandingkan dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja (PMTK). Ada sebagian dari mereka hendak melawan PHK itu lewat jalur hukum. Tapi sebagian besar mereka menerima keputusan sepihak dari direksi. Yang mencoba melawan beralasan, saya kehilangan pekerjaan, uang pesangon itu hanya cukup menghidupi diri dan keluarganya dalam beberapa bulan.

Bagaimana setelah uang pesangon itu habis? Siapkah menjadi pengangguran? Atau bisakah secepatnya memperoleh pekerjaan atau penghasilan baru? Sedang mereka yang menerima memberi alasan, rezeki tidak hanya datang perusahaan itu, sebab dengan kemampuan dan pengalamannya, pasti Tuhan akan memberi banyak jalan untuk menggali ladang rezeki yang terhampar di bumi.

Satu ketika, salah seorang di antara mereka memberi kabar akan membeli tanah seluas 1.500 m2 di kawasan Tanjung Barat, dekat dengan bantaran Kali Ciliwung. Harga tanah per meter perseginya sangat murah ketika itu, yaitu Rp 150 ribu, karena pemiliknya sedang BU-butuh uang. Walau murah, tentu saja duit pesangon dia tak cukup untuk membeli bidang tanah tersebut, karena pesangonnya hanya sekitar Rp 100 jutaan lebih sedikit, sedangkan harga sebidang tanah itu sebesar Rp 225 juta.

Sang kawan itu menawari teman-teman sesama ter-PHK untuk patungan masing-masing Rp 50 juta kali enam orang, jadi terkumpul Rp 300 juta. Kelebihan Rp 75 juta dipakai untuk mengurus balik nama dan penerbitan sertifikat tanahnya. Dari tanah seluas 1.500 m2 itu, rencananya akan dibuat kavlingan rumah sebanyak 10 unit. Tiap unit 110m2. Sisa tanah seluas 400m2 dipotong untuk jalan. Jika per unit kavling tanah itu dijual Rp 50 juta, berarti 10 unit berpotensi terjual Rp 500 juta tak sampai setahun.

Uang Rp 500 juta dibagikan kepada enam pemasok modal masing-masing Rp 83,33 juta. Jadi punya untung Rp 33,33 juta. Atau untung 66,66% tak sampai setahun. Apa reaksi kelima teman tadi? Tak satupun yang berani menyetorkan sebagian uang PHKnya, padahal si empu ide itu siap menjamin teman-teman mendapat satu sertifikat untuk 1 unit kavling serta pembagian keuntungan dari penjualan empat kavling yaitu sebesar Rp 200 juta, atau Rp 33,33 juta per orang.

“Saya tak berani mengambil risiko, saya hanya ingin mendepositokan uang tersebut agar aman,” tutur di antara mereka. Padahal, bunga deposito dalam setahun sangat kecil dibanding potensi keuntungan jika mau membeli tanah tersebut. Tak lebih dari Rp 5 juta. Kesimpulannya, kelima orang itu tak siap berpindah profesi, dari sebagai pekerja menjadi investor atau pengusaha. Padahal peluang sudah di depan mata.

Pelajaran Kiyosaki

Guru orang kaya, Robert T Kiyosaki mengungkapkan, untuk menjadi kaya, kita disarankan menciptakan passive income yang jauh lebih besar dari pada mengandalkan gajian tiap bulan. Uit mengalir tanpa harus bekerja. Ada beberapa jenis usaha yang mampu mengucurkan pendapatan, yang diistilahkan sebagai uang mencari uang sendiri. Seperti, properti, menyewakan rumah atau kos-kosan, membeli saham, dan reksadana, membuka bisnis franchise, membuka usaha sendiri.

Agar mental pekerja berubah menjadi pengusaha atau investor, Kiyosaki pun memberi nasihat, di antaranya bergaullah dengan orang kaya dan pakar di bidangnya. Ada empat tahap agar nasib kita dari miskin bisa berubah menjadi kaya. Dari level pekerja (employee), bekerja sendiri (self employee), investor, hingga menjadi pemilih bisnis (business owner). Yang jadi masalah sekarang adalah adakah keberanian untuk berpindah profesi dengan segala risikonya. (saksono)

BERITA TERKAIT

Banyak Pekerja Di PHK, FPPI Minta Pemerintah Turun Tangan

      NERACA   Jakarta - Ratusan anggota Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI) berdemonstrasi di depan kantor Suku Dinas…

Harga Minyak Jatuh Setelah OPEC Putuskan Naikkan Produksi

NERACA Jakarta – Harga minyak turun pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), sebagaimana disalin dari Antara, setelah Organisasi Negara-negara…

Peluncuran OSS Tunggu Putusan Presiden - SETELAH TERTUNDA SEJAK MARET 2018

Jakarta- Setelah tertunda pelaksanaannya sejak Maret hingga kini, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, rencana peluncuran sistem perizinan terpadu secara…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…