Motor Niaga Sangat Membantu Pengusaha Mikro dan Ritel

Demi menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, terutama untuk pengusaha mikro dan ritel, para pabrikan otomotif belakangan ini gencar mengeluarkan kendaraan roda tiga atau disebut kendaraan bak .

NERACA

Ditengah berkembangnya industri otomotif di Indonesia, pabrikan otomotif berlomba-lomba mengeluarankan model-model terbaru, baik dari segmen untuk anak muda sampai segmen untuk pengusaha mikro dan ritel yang belakangan ini kendaraan roda tiga atau disebut kendaraan bak sangat tinggi peminatnya.

Pasalnya, kebutuhan kendaraan roda tiga memang sangat dibutuhkan bagi para pengusahan mikro dan ritel, bentuk kendraan yang mirip dengan gerobak ini, menjadi solusi untuk mengangkut barang yang cukup banyak kapasitasnya.

Ya, kendaraan jenis roda tiga ini diharapkan akan penggunaannya yang multifungsi, tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan niaga, akan tetapi juga bisa digunakan sebagai transportasi alternatif dari moda transportasi Bajaj dan Kancil untuk mengangkut penumpang. "Kalau Bajaj kan hanya untuk angkutan orang saja, kalau ini bisa untuk berbagai keperluan. Multi fungsi," ucapGeneral Manager Marketing PT Triangle Motorindo, Akhmad Zafitra Dalie.

Walaupun minat kendaraan roda tiga ini lebih banyak diluar pulau jawa tetapi untuk seperti kota Jakarta juga masih tinggi peminatnya, ini dikarenakan banyak pengusaha mikro dan ritel di Jakarta sudah sangat tertarik memakai kendaraan ini untuk alat trasportasi dalam usahaanya.

Sedangkan untuk rencananya, spesifikasi dan kapasitas mesin untuk kendaraan roda tiga ini akan disamakan. Ada yang memproduksi kendaraan 150 cc, atau ada juga yang di bawahnya. Makanya, diperlukan kerjasama para produsen lokal, akan kami samakan cc-nya dan kami atur spesifikasinya seperti apa.

Bahkan, pengembangan kendaraan roda tiga ini juga akan lebih menguntungkan industri otomotif. Pasalnya, penggunaan kandungan lokalnya (Tingkat Komponen Dalam Negeri/TKDN) mencapai 60 hingga 80 persen."Prospek bisnis otomotif, khususnya sepeda motor di Indonesia masih cukup bagus, sehingga kami optimis penjualan Viar akan terus tumbuh secara signifikan, walaupun ada kenaikan DP yang cukup menggangu penjulan otomotif" tambah Dalie.

Hingga saat ini produk roda tiga Viar mengalami perkembangan yang sangat positif, terbukti pada 2012 ini mampu melepas produk roga tiga sebanyak 1.500-1.800 unit per bulan, meningkat lebih dari 100% dari pada tahun lalu.

“Peningkatan yang cukup signifikan itu sebenarnya juga diluar prediksi Viar, seiring semakn meningkatnya permintaan dari masyarakat, terutama pelaku usaha mikro kecil dan menengah, pengusaha ritel, calon-calon entrepreneurship baru, dan pemerintahan,” ujarnya.

Meningkatnya permintaan itu lantaran produk roda tiga Viar sangat diminati pebisnis skala menengah, karena dianggap lebih efisien dalam pengeluaran operasional perusahaan dari pada dengan menggunakan mobil pikap, dengan kemampuan angkut yang tidak jauh berbeda.

“Awalnya Viar mengeluarkan dua varian roda tiga, yakni Karya 150cc dengan ukuran cargo box 1,5 meter dan Karya 200 cc dengan ukuran cargo box 1,8 meter, namun seiring meningkatnya permintaan pasar, Viar kembali merilis Karya 150 cc dengan ukuran cargo box 1,8 meter dn Karya 200 cc dengan ukuran cargo box 2 meter,” tuturnya.

Pihaknya bahkan mengaku keteteran dalam memenuhi permintaan pasar, sehingga konsumen harus rela indent, dengan waktu tunggu sekitar 1-3 bulan untuk mendapatkan barangnya.

Ini menandakan kalau perkembangan industri otomotif di Indonesia masih sangat bagus, terlebih untuk segmen motor niaga, ini bisah dilihat dari penjualan sepeda motor merek Viar, PT Triangle Motorindo, telah membukukan penjualan kendaraan niaga (roda tiga) mencapai 1.500-1.800 per bulan, naik dari 2011 yang hanya 700 unit per bulan.

Penjualan motor niaga ini berbanding terbalik dengan penjualan motor pada umumnya, berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) dijelaskan, kalau kenaikan DP lah menjadi penyebab turunya angka penjualan. Untuk total penjualan 2012, sudah mencapai 4,76 juta unit atau turun 13,3% dari periode yang sama tahun lalu, 5,49 juta unit.

BERITA TERKAIT

Menteri LHK: Posisi Jokowi Sangat Tegas Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat

Menteri LHK: Posisi Jokowi Sangat Tegas Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat NERACA Malang - Menteri LHK Siti Nurbaya menilai, yang dimaksud…

Penugasan Khusus dan Relevansi Penghapusan Pajak BUMN

Oleh: Defiyan Cori, Ekonom Konstitusi Polemik mahalnya tiket pesawat dengan menuding mahalnya harga avtur yang dijual oleh BUMN Pertamina bisa…

Kenaikan Investasi dan Ekspor Manufaktur Wujudkan Ekonomi Sehat

NERACA Jakarta – Pemerintah sedang memprioritaskan peningkatan investasi dan ekspor guna memperbaiki struktur perekonomian nasional. Dua faktor tersebut, juga menjadi…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Diberi Kemudahan Perpajakan, Ekspor CBU Diperkirakan Terus Naik

Kementerian Perindustrian terus memacu industri otomotif di Indonesia gencar melakukan ekspor guna turut memperbaiki neraca perdagangan nasional. Langkah ini sesuai…

Honda Bocorkan Interior Purwarupa Mobil Listrik Terbaru

Menjelang peluncuran prototipe mobil listrik di ajang Geneva Motor Show pada 5 Maret 2019, Honda merilis sebuah foto yang memperlihatkan…

Suzuki All New Ertiga Diperkaya Sejumlah Fitur Baru

All New Ertiga yang diperkenalkan pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 lalu, akan terlihat lebih menarik setelah PT Suzuki…