BEI Bantah Intervensi Kasus BUMI - Dituding Main Mata

NERACA

Jakarta - Tuduhan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan intervensi lantaran ada komunikasi dengan pihak Bumi Plc terkait rencana investigasi terhadap aset PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), dibantah langsung oleh manajemen BEI.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan, dirinya lebih baik menyerahkan urusan ini kepada internal dari masing-masing perusahaan, “Itu urusan internal, yang penting ada keterbukaan informasi,” katanya di Jakarta, Selasa (20/11).

Menurutnya, sampai saat ini pihaknya belum dihubungi oleh perwakilan dari Bumi Plc dan BEI tidak dapat mengambil kesimpulan hanya berdasarkan dari kabar dan informasi yang saat ini ada di pasar. “Kami belum bisa mengambil kesimpulan karena prosesnya kan masih panjang. Makanya kami menyerahkan urusan ini ke internal dari masing-masing perusahaan dan yang dapat kami lakukan adalah memanggil mereka untuk meminta konfirmasi atas pemberitaan yang ada,” jelasnya.

Hoesen sendiri menyatakan pihaknya mencoba untuk melihat permasalahan tersebut secara mendalam karena banyak informasi spekulatif yang beredar di pasar. Kabar terakhir menyebutkan Juru Bicara Bumi Plc, Nick von Schirnding, mengatakan investigasi Bumi Plc terhadap BUMI sudah berjalan dan sudah menghubungi otoritas Bursa setempat.

Nick juga mengatakan bahwa sulit untuk menerima prosposal grup Bakrie untuk dituntaskan di akhir tahun ini karena masih menunggu hasil investigasi terhadap aset BUMI dan BRAU.

Sebelumnya, BEI kembali meminta konfirmasi kepada PT Bumi Resources Tbk terkait hasil investigasi yang dilakukan induk usahanya, Bumi Plc. Hoesen menjelaskan pihaknya telah mengirimkan hal ini melalui surat ke manajemen BUMI, “Kami telah mengirimkan surat kembali untuk meminta penjelasan lebih lanjut kepada BUMI terkait hasil audit oleh Bumi Plc jika memang ada," ujarnya

Kata Hoesen, dalam surat tersebut BEI juga meminta manajemen BUMI untuk menjelaskan rencana penjualan aset tambangnya, PT Fajar Bumi Sakti (FBS),”Kami meminta konfirmasi soal rumor negosiasi perseroan dengan Sampoerna Grup untuk penjualan 50% saham Fajar Bumi," urainya.

Grup Bakrie berjanji akan kooperatif dalam investigasi independen yang dilakukan Bumi Plc terkait dugaan penyimpangan laporan keuangan di PT Bumi Resources Tbk (BUMI), “Kami kooperatif terhadap Bumi Plc,"kata Vice President Grup Bakrie Christopher Fong.

Namun dirinya belum mau menjelaskan lebih jauh soal investigasi tersebut. Sebelumnya, Bumi Plc menegaskan investigasi independen atas penyimpangan keuangan di BUMI tetap akan dilanjutkan kendati Grup Bakrie telah mengajukan proposal tukar guling saham.

Kendatipun demikian, Bumi Plc tetap menolak memberikan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) kepada Grup Bakrie. Adapun Bakrie sudah menawar 85% saham BRAU yang dimiliki Bumi Plc senilai US$ 950 juta (Rp9,1 triliun). (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Kompolnas-Komjak Diminta Pertanyakan SP3 Kasus Gunawan Jusuf

Kompolnas-Komjak Diminta Pertanyakan SP3 Kasus Gunawan Jusuf NERACA Jakarta - Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Zulkarnain mendorong agar Komisi…

BEI Optimis Target 100 Emiten Baru Tercapai

NERACA Jakarta – Penuhi tantangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menargetkan jumlah perusahaan yang melaksanakan penawaran umum saham perdana atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di Sumut Masuk 10 Besar

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) mengungkapkan, transaksi investor pasar modal di Sumut masuk 10 besar nasional…

IPCC Serap Dana IPO Rp 525,28 Miliar

Sejak mencatatkan saham perdananya di pasar modal tahun kemarin, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) telah memakai dana penawaran umum…

Armada Berjaya Bidik Dana IPO Rp39 Miliar

Satu lagi perusahaan yang bakal IPO di kuartal pertama tahun ini adalah PT Armada Berjaya Trans Tbk. Perusahaan yang bergerak…