Jamsostek Siapkan Tambahan Dana Investasi Rp 20 Triliun

NERACA

Jakarta – Kekhawatiran tahun depan ekonomi dunia belum membaik, tidak menyurutkan PT Jamsostek berinvestasi diberbagai macam portofolio. Bahkan perseroan telah menyiapkan dana sekitar Rp15 triliun sampai Rp20 triliun untuk investasi baru pada 2013.

Direktur Utama Jamsostek Elvyn G Masassya mengatakan, tahun depan ada tambahan dana investasi sekitar Rp 20 triliun, “Tambahan dana investasi ini saham dengan tahun ini, “katanya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, penambahan investasi baru Jamsostek sangat tergantung pada nilai investable fund. "Nantinya dana tambahan itu akan dialokasikan ke obligasi, saham, reksa dana, investasi langsung, dan deposito," ujarnya.

Dia menjelaskan, alokasi terbesar yaitu instrumen obligasi dan deposito. Dimana investasi pada obligasi diperkirakan setara 45%, disusul investasi deposito 27% saham sebesar 22%, reksadana 8% dan selebihnya properti dan penyertaan.

Selain alokasi pada instrumen yang sudah menjadi investasi tradisional tersebut, Jamsostek juga sedang menyiapkan proses investasi langsung dalam bentuk penyertaan. Tiga proses investasi yang "on going" pada 2013, diutarakan Elvyn, pertama, penyertaan modal awal pada Indonesia Investment Company senilai Rp1 triliun."Mudah-mudahan pada tahun depan (2013) Indonesia Investment Company sudah beroperasi," ujarnya.

Selain itu, Jamsostek juga melakukan investasi pembangunan sekitar 200 unit klinik di kantong-kantong pekerja di Jawa Barat, Jabodetabek, dan Jawa Timur. Jamsostek juga pada tahun 2013 akan mulai membangun Rumah Sakit Pekerja di Cakung, Jakarta Utara, “Diharapkan pada kuartal I 2013 RS Pekerja sudah mulai dibangun dengan investasi sekitar Rp200 miliar," paparnya.

Elvyn menjelaskan, dengan penambahan investasi sekitar Rp15 triliun-Rp20 triliun tersebut, maka dana kelolaan Jamsostek pada tahun 2013 mencapai sekitar Rp145 triliun, meningkat dibanding kelolaan tahun 2012 sekitar Rp130 triliun.

Asal tahu saja, hingga Oktober 2012 hasil investasi dana kelolaan sudah mencapai sekitar Rp10,4 triliun dan tahun depan hasil investasi Jamsostek terus menunjukkan peningkatan sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang masih cukup tinggi pada level 6,3-6,5%.

Sebelumnya, Jamsostek terus menambah portofolio investasi di surat utang atau obligasi. Bahkan hingga tahun depan, perseroan telah menyiapkan dana sekitar Rp14,4 triliun untuk dialokasikan membeli obligasi yang diterbitkan perusahaan milik negara (BUMN) maupun korporasi swasta.

Tahun 2013 pihaknya akan meningkatkan investasi obligasi 15-20% dibanding alokasi untuk tahun 2012 sekitar Rp12 triliun. Sementara pada tahun ini, dari Rp12 triliun anggaran yang disiapkan untuk obligasi, sudah terserap sekitar Rp9 triliun. Tercatat sampai dengan akhir tahun 2012, dana tersisa sekitar Rp3 triliun yang siap dialokasikan untuk membeli obligasi yang diterbitkan empat sampai lima perusahaan. (bani)

BERITA TERKAIT

CLEO Siapkan Belanja Modal Rp 300 Miliar

NERACA Jakarta – Produsen air minum kemasan, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) menganggarkan belanja modal atau capex tahun ini sebesar…

Berbagai Kebijakan Disiapkan Tarik Investasi Manufaktur

NERACA Jakarta – Pemerintah terus berupaya mendorong peningkatan investasi di industri manufaktur, karena sektor tersebut berperan penting dalam menopang pertumbuhan…

Stasiun Cisauk jadi Daya Tarik Investasi Properti

  NERACA Jakarta - Keberadaan Stasiun Cisauk, Kabupaten Tangerang ini, setiap harinya melayani sekitar 6.200 penumpang dengan 132 perjalanan KRL…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lima Emiten Belum Bayar Listing Fee

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emiten yang mengalami gangguan keberlangsungan usaha atau going concern dan berakibat tidak mampu…

Rayakan Imlek - Kobelco Berikan Special Promo Konsumen

NERACA Jakarta - Rayakan Imlek 2570, PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia (DK CMI),  menggelar  customer gathering dari seluruh Indonesia.…

WSBP Pangkas Utang Jadi Rp 4,7 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran termin pada Januari 2019 yang digunakan perseroan untuk pelunasan pinjaman perseroan.…