Akuisisi Danamon Tunggu Bankers Dinner

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI) memastikan berhasil atau tidaknya akuisisi DBS Group terhadap PT Bank Danamon Indonesia Tbk saat perhelatan bankers dinner pada 23 November 2012 mendatang. “Pokoknya saya tidak akan bicara (akuisisi Danamon) dahulu. Kita (sekarang) lagi persiapkan bankers dinner,” ungkap Gubernur BI, Darmin Nasution di Jakarta, Selasa (20/11).

Bank sentral, pada akhir Agustus 2012 lalu, menyatakan bahwa proses akuisisi saham Danamon oleh DBS Group masih terus berlanjut, di mana BI masih meneliti kelengkapan dokumen terkait dengan adanya aturan Kepemilikan Saham Bank Umum.

Bank Indonesia menilai pihak DBS Group sudah menyampaikan persyaratan terkait dengan adanya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.14/8/PBI/2012 tentang Kepemilikan Saham Bank Umum, dan saat ini masih diteliti lagi oleh mereka.

Seperti diketahui, DBS Group berencana mengakuisisi 67,37% saham Danamon yang dimiliki oleh Fullerton Financial Holdings Pte Ltd melalui Asia Financial (Indonesia). Grup perusahaan jasa keuangan yang berasal dari Singapura tersebut mengklaim telah menyediakan dana US$7,2 miliar untuk memuluskan aksi tersebut.

Lewat proses akuisisi ini, DBS Group kemudian berencana mensinergikan Danamon dengan anak usahanya di Indonesia, yakni PT Bank DBS Indonesia, dan membidik posisi lima besar bank dengan aset terbesar di Indonesia.

Dengan demikian, DBS Group berharap memiliki lebih dari 40% saham Danamon. Sementara BI membatasi calon pemegang saham hanya bisa memiliki 40% saham untuk lembaga keuangan bank.

Beberapa syarat yang harus dipenuhi DBS Group terkait aturan tersebut, antara lain memperoleh penilaian tingkat kesehatan bank dengan peringkat komposit satu dan dua atau peringkat tingkat kesehatan bank yang setara bagi lembaga keuangan bank yang berkedudukan di luar negeri.

Lalu, memenuhi ketentuan kewajiban penyediaan modal minimum sesuai profil risiko, modal inti (tier 1) paling kurang sebesar enam persen, mendapatkan rekomendasi dari otoritas pengawasan lembaga keuangan bank tersebut, bagi lembaga keuangan bank yang berkedudukan di luar negeri.

Kemudian merupakan lembaga keuangan bank yang telah go public, komitmen untuk mendukung pengembangan perekonomian Indonesia melalui bank yang dimiliki, serta calon pemegang saham pengendali juga harus memiliki peringkat paling kurang satu tingkat di atas peringkat investasi terendah, bagi badan hukum lembaga keuangan bank. [ardi]

BERITA TERKAIT

PGW Buka Parkroyal Hotel di Kompleks Thamrin Nine - Akuisisi 180 Unit Apartemen

NERACA Jakarta – Masih besarnya kebutuhan properti di Jakarta, mendorong PT Putragaya Wahana (PGW) mengumumkan akuisisi 180 unit apartemen oleh…

MARK Rampungkan Akuisisi Lahan 10 Hektar - Bangun Pabrik Produk Sanitari

NERACA Jakarta– Kembangkan ekspansi bisnis, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) terus memperluas pabrik. Teranyar,  emiten produsen cetakan sarung tangan…

Nilai Akuisisi Freeport Rp 55 Triliun, Terlalu Mahal?

  NERACA Jakarta-Setelah melalui negosiasi yang alot sekitar 10 bulan, Freepot Mc-Moran akhirnya sepakat mengalihkan 51% saham PT Freeport Indonesia…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank Belum Penuhi Rasio Kredit UMKM

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat sekitar 20 persen dari total bank umum domestik belum…

LPDB Sederhanakan Persyaratan Pengajuan Pinjaman Dana Bergulir

  NERACA   Tangerang - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyederhanakan kriteria dan…

Pembiayaan BTPN Syariah Tumbuh 19,1%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPN Syariah) hingga akhir Juni 2018 membukukan pembiayaan…