Perkuat Pasar, BNI Syariah Dompleng Induk Usaha Tahun Depan

NERACA

Jakarta - PT Bank BNI Syariah menegaskan akan memanfaatkan jaringan induk usahanya, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk, dalam upaya meningkatkan perolehan pangsa pasar perseroan di industri perbankan syariah. Direktur Utama BNI Syariah, Dinno Indiano menilai, untuk meningkatkan pangsa pasar, maka pihaknya harus mendekat ke BNI.

“Kita untuk pendanaan tawarkan dari seluruh jaringan induk,” ujar Dinno di Jakarta, Selasa (20/11). Dia juga memprediksi, perekonomian global masih akan bergejolak sehingga mau tidak mau akan mempengaruhi perekonomian Indonesia. Kendati demikian, Dinno mengaku optimis bahwa BNI Syariah bisa tumbuh sebesar 30% pada 2013 mendatang.

“Tahun depan kita lihat perkembangan ekonomi mendatang karena ekonomi global. Ya, sedikit samalah dengan tahun ini,” katanya. Salah satu yang akan sangat mempengaruhi perkembangan bisnis perbankan syariah di tahun depan adalah rencana dikeluarkannya aturan rasio pinjaman terhadap nilai aset (loan to value/LTV) dan uang muka (down payment/DP) untuk KPR dan KKB (kredit kendaraan bermotor) syariah.

“Aturan DP syariah ini akan berpengaruh. Kita kan driven (penggerak) 50% masih dari konsumtif,” papar dia. Mengenai perkembangan industri perbankan di 2013, Dinno menuturkan pertumbuhan besaran perbankan Indonesia cukup stabil dan akan terus tumbuh tiap tahunnya.

"Laju pertumbuhan dari tahun ke tahun berkisar antara 15%-18% dan diyakini akan tetap sama pada 2013," kata Dinno. Aset perbankan nasional telah menembus Rp4.000 triliun per September 2012, sedangkan DPK dan kredit telah menembus Rp3.000 triliun dan Rp2.500 triliun.

Dari sisi profitabilitas, laba operasional dan pendapatan bersih (net income) juga terus meningkat menjadi Rp75 triliun dan Rp56 triliun pada akhir 2011 dan diproyeksikan akan terlampaui pada akhir 2012.

Adapun penurunan kucuran kredit perumahan dan kendaraan bermotor oleh perbankan dalam tiga bulan dari Juni sampai September 2012, dinilai Dinno, merupakan imbas dari aturan rasio pinjaman terhadap nilai aset (loan to value/LTV) dan uang muka (down payment/DP), yang dirilis Bank Indonesia (BI) pada 15 Maret lalu dan efektif pada 15 Juni 2012.

“Jadi, sebagai dampak dari regulasi LTV, permintaan KPR dan KKB sama-sama menurun,” cetus Dinno. Berdasarkan data BI, permintaan KPR per September 2012 berada pada posisi Rp231,9 triliun atau turun dari posisi pada Juni 2012 sebesar Rp242,5 triliun. Sedangkan permintaan kredit kendaraan bermotor hingga September 2012 mencapai Rp103,2 triliun, atau lebih rendah dari posisi Juni 2012 sebesar Rp108,3 triliun.

“Penurunan ini masih dapat dianggap penyesuaian portofolio kedua produk terhadap regulasi baru,” tukasnya. Sebagai perbandingan, kucuran KPR dan KKB pada akhir 2011 sebesar Rp182,6 triliun dan Rp104,6 triliun. Demikian bisa dilihat pertumbuhan kucuran KKB, utamanya KPR cukup tinggi selama enam bulan pertama 2012.

“Masih terdapat ruang bagi pertumbuhan KPR dan KKB pada level yang baru, khususnya untuk KPR. Portofolio KPR diproyeksikan menembus Rp300 triliun di akhir 2013. Pertumbuhan KKB juga masih memiliki kemungkinan bertumbuh,” tutup Dinno. [ardi]

BERITA TERKAIT

BNI Beri Tambahan Kredit Jalan Tol Manado-Bitung

  NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk turut membiayai Proyek Jalan Tol Ruas Manado-Bitung, Sulawesi Utara,…

LABA BERSIH BNI TUMBUH

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Achmad Baiquni (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur Bisnis Ritel Tambok P. Setyawati…

Kemenkop dan UKM Perkuat Sinergi Pusat-Daerah

Kemenkop dan UKM Perkuat Sinergi Pusat-Daerah NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring menekankan pentingnya koordinasi dan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Tingkat Bunga Penjaminan LPS Naik 25 Bps

      NERACA   Jakarta - Rapat Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menetapkan tingkat bunga penjaminan untuk periode…

The Fed Dinilai Tak Akan Agresif Naikkan Bunga

    NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah memprediksi Bank Sentral AS The…

Laba BTPN Tumbuh 17%

      NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mencatatkan pertumbuhan laba bersih 17 persen…