AKR Corporindo Tawarkan Kupon Obligasi 8,85%

NERACA

Jakarta-PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menawarkan obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar Rp1,5 triliun yang dibagi dalam dua seri, yaitu seri A dan seri B dengan berjangka waktu masing-masing 5 tahun dan 7 tahun, “Kupon bunga obligasi untuk seri A di kisaran 7,25%-8,85% dan seri B 8,25%-9,25%,”kata Direktur PT AKR Corporindo Tbk V. Suresh di Jakarta, Selasa (20/11).

Dia mengatakan, dana dari penawaran obligasi tersebut, yaitu sebesar 45% akan disalurkan untuk anak usaha perseroan dalam bentuk modal dan pinjaman. Perseroan akan memberikan pinjaman ke anak usaha perseroan yaitu UEPN yang bergerak di bidang jasa logistik sebesar 35%, dan 10% sebagai penyertaan modal.

Pinjaman tersebut, lanjut Suresh memiliki bunga sebesar JIBOR 4,5% per tahun dan dibayarkan secara triwulan. Sementara untuk sisa penawaran obligasi, lanjut dia akan menggunakan untuk kebutuhan modal kerja perseroan.

Lebih lanjut dia mengatakan, obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi pada tanggal emisi, dan bunga obligasi ini rencananya akan dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi.

Suresh menambahkan, obligasi ini mendapatkan peringkat AA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Dalam penerbitan obligasi ini pihaknya telah menunjuk PT CIMB Securities Indonesia, PT Deutsche Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi.

Investor Asing

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT CIMB Securities Indonesia Yuga Nugraha mengatakan, obligasi I AKRA akan ditawarkan kepada investor domestik. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan bagi investor asing. “Perseroan sudah memiliki lima pelabuhan di China, jadi tidak tertutup kemungkina bagi investor asing.” ujarnya

Adapun masa penawaran obligasi awal yaitu pada 20 November 2012-4 Desember 2012. Rencananya, akan efektif pada 13 Desember 2012 dan akan dilakukan masa penawaran umum pada 17-18 Desember 2012. Sementara untuk distribusi obligasi secara elektronik akan dilakukan pada 21 Desember 2012, dan pihaknya akan mencatatkan pada Bursa Efek Indonesi (BEI) pada 26 Desember 2012.

Kepala Riset eTrading Securities, Betrand Raynaldi mengatakan, rencana AKRA untuk menerbitkan obligasi merupakan langkah positif untuk mendorong kinerja perseroan. “Dari senilai Rp1,5 triliun, sekitar 45% dari dana hasil penerbitan obligasi tersebut perseroan akan menyalurkan ke anak usaha AKRA dalam bentuk modal dan pinjaman, sementara sisanya untuk modal kerja. Itu merupakan hal yang baik.” jelasnya.

Perseroan mencatat, hingga September 2012 mengalami peningkatan pendpatan sekitar 13% atau menjadi Rp16,3 triliun dari Rp14,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara laba periode berjalan mencapai Rp481,7 miliar, dengan saldo utang jangka panjang tercatat sebesar Rp896,7 miliar. Adapun nilai rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas hingga akhir September 2012 sebesar 21,4%. (lia)

BERITA TERKAIT

Penurunan Pajak Obligasi Dinilai Menekan Likuiditas Bank

  NERACA   Jakarta - Penurunan pajak bunga surat utang atau obligasi infrastruktur dinilai efektif bisa menghimpun pendanaan, namun di…

Pajak Obligasi Dipangkas - Likuiditas Perbankan Pastikan Tidak Terganggu

NERACA Jakarta – Menepis khawatiran pelaku pasar terkait kebijakan pemerintah menurunkan pajak obligasi, membuat Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja…

Obligasi Waskita Beton Oversubscribe 2,18 Kali

NERACA Jakarta – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribe untuk penawaran awal obligasi berkelanjutan I…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Indonesian Tobacco Patok IPO Rp219 Persaham

NERACA Jakarta - Perusahaan pengolahan tembakau, PT Indonesian Tobacco Tbk menawarkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp219 per…

Tridomain Tawarkan Bunga Obligasi 10,75%

PT Tridomain Performance Materials Tbk. (TDPM) menawarkan obligasi II tahun 2019 senilai Rp400 miliar. Berdasarkan prospektus ringkas yang dirilis perseroan di…

Saham LUCK Masuk Dalam Pengawasan BEI

Lantaran telah terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), kini perdagangan saham PT Sentra Mitra…