Garuda Indonesia Kantongi Dana Pinjaman US$ 120 Juta

Tambah 100 Unit Pesawat

Rabu, 21/11/2012

NERACA

Jakarta- PT Garuda Indonesia (GIAA) memperoleh fasilitas kredit sindikasi sebesar US$ 120 juta yang dapat mendorong pertumbuhan kinerja perseroan. Pasalnya, fasilitas kredit tersebut rencanya akan digunakan perseroan untuk pengadaan pesawat. “Kredit sindikasi ini digunakan untuk pengadaan pesawat tahun ini dan tahun depan,”kata EVP Finance PT Garuda Indonesia Tbk Handrito Hardjono di Jakarta (20/11)

Pemberian fasilitas kredit tersebut seiring dengan rencana perseroan yang akan menambah sekitar 24 armada pada 2013. Sementara hingga tahun 2015, perseroan diperkirakan akan mendatangkan sebanyak 100 unit pesawat.

Untuk pemberian fasilitas kredit ini, Citi bertindak sebagai bank koordinasi bersama ketujuh lembaga keuangan tersebut, yaitu PT Bank Panin Tbk, PT Bank ICBC Indonesia, First Gulf Bank PJSC Singapore Branch, Korea Development Bank, Standard Chartered Bank dan Bank of China Limited.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Emirsyah Satar sebelumnya mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional menciptakan peluang bisnis kargo mengalami perkembangan yang cukup signifikan pada semester kedua tahun ini. Menurut dia, hal tersebut mendorong pertumbuhan kinerja perseroan yang dicatatkan melalui peningkatan kapasitas dari kargo. “Pada kuartal ketiga tahun ini telah terjadi peningkatan volume angkutan sebesar 18,7% atau menjadi 201.070 ton kargo dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 169.334 ton.” jelasnya.

Terbitkan obligasi

Melihat pertumbuhan yang cukup positif tersebut, pada semester pertama 2013, menurut Emirsyah pihaknya berencana untuk menerbitkan obligasi. Hal tersebut dimaksudkan untuk mendukung pengembangan usaha yang akan dilakukan perseroan.

Penerbitan obligasi tersebut, lanjut dia akan dilaksanakan setelah melihat kinerja keuangan pada akhir tahun 2012. “Kita lepas obligasi di semester pertama tahun 2013, tapi perlu lihat dulu kinerja keuangan kuartal keempat tahun ini,” ujarnya.

Emirsyah mengatakan, dana obligasi tersebut merupakan alternatif pendanaan untuk melakukan pengembangan usaha maskapai penerbangan Garuda Indonesia, di samping beberapa opsi pendanaan lainnya, termasuk right issue perseroan. Menurutnya, untuk menopang kinerja perseroan pun, pada pekan lalu Garuda telah membuka cargo service center yang berfungsi sebagai sarana promosi, pusat layanan kargo, dan outlet penjualan.

Selain peningkatan kargo, perseroan mencatat pada kuartal ketiga 2012 berhasil membukukan kenaikan laba operasi secara signifikan, yaitu 140,4% menjadi US$92,75 juta seiring dengan peningkatan jumlah penumpang sebesar 20,2% atau sebanyak 14,89 juta penumpang, dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 12,38 juta penumpang.

Sementara untuk pendapatan usaha konsolidasi (consolidated operating revenue) terjadi peningkatan sebesar 14,4% menjadi sebesar US$2,39 miliar dari US$2,08 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Selain itu laba operasi (income from operations) juga mengalami peningkatan sbesar 140,4% atau sebesar US$92,75 juta dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai US$38,60 juta. (lia)