Proyek Tol Bali Dipastikan Rampung Sesuai Target - Meneg BUMN Puas Kinerja Waskita

NERACA

Jakarta – Pembangunan jalan tol dalam kota Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa dipastikan akan rampung sesuai target dan diharapkan beroperasi tahun depan. Pasalnya, PT Waskita Karya selaku pengerjaan proyeks menyebutkan konstruksi tol sudah mencapai 80%.

Direktur Utama PT Waskita Karya M. Choliq mengatakan, saat ini proses pembangunan untuk paket dua telah mencapai 50% dan paket empat 78%, “Kami sangat senang dengan progres yang dicapai dalam pembangunan jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa ini dan perkembangan yang terjadi telah melebihi target yang kami tetapkan,”katanya di Jakarta kemarin.

Menurutnya, pembangunan tol ini menunjukkan perkembangan pesat dari pihak Waskita Karya dan memprediksi penyelesaian proyek jalan tol ini di bulan April 2013. Diharapkan, pengerjaan proyek ini dapat selesai tepat waktu atau bahkan lebih cepat dari yang ditargetkan agar dapat segera bermanfaat bagi masyarakat Bali.

Sementara Menteri BUMN Dahlan Iskan menyampaikan kepuasannya atas progres pembangunan jalan tol Bali, “Saya puas dengan kinerja optimal yang telah diberikan dalam proses pembangunan jalan tol ini, semoga ke depannya, jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa ini dapat mengatasi kemacetan di Bali,”kata Dahlan.

Proyek Tol di Bali

Sebagaimana diketahui, perseroan mendapatkan kontrak proyek pembangunan jalan tol pertama di Bali, yakni jalan tol Nusa Dua–Ngurah Rai–Benoa senilai 773 milyar. Dalam pengerjaan proyek ini, PT. Waskita Karya dipercaya oleh PT. Jasamarga Bali Tol –sebagai pihak pengadaan proyek untuk mengerjakan paket dua dan empat.

Kedua paket yang dikerjakan Waskita Karya adalah paket dua di area Benoa yang berada di atas laut dangkal dengan jumlah titik pemancangan sebanyak 3,048 titik sepanjang 2,4 kilometer dan paket empat dengan jumlah titik pemancangan sebanyak 3,641 titik yang mencakup Simpang Susun Benoa sepanjang 2,2 kilometer.

Selain pembangunan jalan tol Nusa Dua Bali, Waskita Karya juga melakukan pembangunan Bandara Kualanamu di Medan, Hotel Sahid Kuta di Bali, proyek terminal selatan Bandara Juanda, Surabaya, dan yang lainnya. Selain di dalam negeri, PT. Waskita Karya juga telah dipercayakan untuk mengerjakan pembangunan di luar negeri seperti di Arab Saudi.

Asal tahu saja, pembangunan jalan tol pertama di Bali juga merupakan salah satu proyek besar yang ditangani oleh PT. Waskita Karya. Diharapkan, pembangunan jalan tol ini dapat meningkatkan kelancaran dalam lalu lintas di Bali yang sampai saat ini menghadapi kemacetan khususnya di kawasan wisata Bali.

Lebih lanjut, pembangunan jalan tol ini diharapkan juga dapat turut menunjang pelaksanaan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) tahun 2013 di Bali. Hal ini mengingat Bali sebagai tuan rumah perhelatan besar tersebut.

Bidik Dana Rp 1,2 Triliun

Selain itu, PT Waskita Karya menargetkan dana penawaran saham perdana (Initial public offering/PO) berkisar Rp1-1,2 triliun dengan melepas 3 miliar saham dari total saham perseroan.

Dengan asumsi tersebut, harga saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi ini dibanderol Rp366-400 per saham. Dijadwalkan Waskita melakukan pencatatan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Desember 2012.

Dana hasil IPO akan dipergunakan untuk pengembangan bisnis perusahaan sebesar 40% serta perbaikan struktur permodalan 60%. Sementara Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Pandu Djayanto mengatakan, akan mengalokasikan 10% IPO Waskita Karya kepada investor asing, “Awalnya kami alokasikan peminat luar negeri 20%, namun kita akan tekan sekitar 10% saja sehingga domestik lebih besar, yakni 90%,"ujarnya.

Dia mengatakan, meski porsi asing tidak signifikan, namun perseroan tetap melakukan masa penawaran awal (roadshow) ke luar negeri ke Singapura, Malaysia, dan Hong Kong.

Pandu menambahkan, kisaran harga saham IPO Waskita hampir sama dengan PT PP Tbk. "Kalau mau tahu harganya benchmark-nya PT PP. Hitung saja harganya itu dari kapitalisasi pasar PTPP sekitar 30 persen," paparnya.

Sekadar informasi, PP melakukan IPO pada 2010 silam dengan mematok harga penawaran saham IPO Rp560 per saham dari harga penawaran Rp530-900 per saham. Waskita akan menggunakan buku Juni 2012. Pada periode tersebut, BUMN karya ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,66 triliun dengan laba bersih Rp35 miliar. Pada 2012, perseroan menargetkan pendapatan Rp9,1 triliun dan laba Rp250 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

BNI Beri Tambahan Kredit Jalan Tol Manado-Bitung

  NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk turut membiayai Proyek Jalan Tol Ruas Manado-Bitung, Sulawesi Utara,…

Sudah Waktunya BUMN Direstrukturisasi

  NERACA Jakarta - Mantan Menko Maritim Rizal Ramli menilai sudah waktunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dilakukan restrukturisasi menjaga…

Kinerja BPR Di Sulsel Tumbuh 11,30%

    NERACA   Makassar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VI Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) menyatakan kinerja Bank…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penjualan HEXA Capai 22,95% Dari Target

Di kuartal kedua 2018, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) membukukan penjualan alat berat sebanyak 495 unit atau 22,95% dari target…

Penjualan Kabelindo Murni Turun 29,45%

NERACA Jakarta - PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) membukukan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp221,7 miliar sepanjang kuartal I/2018. Capaian tersebut…

BTPN Bukukan Laba Bersih Rp 1,09 Triliun

NERACA Jakarta – Semester pertama 2018, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) membukukan laba bersih Rp 1,09 triliun atau…