Fokus Bisnis Hotel, Jakarta Setiabudi Investasikan Rp 1 triliun

NERACA

Jakarta –Keyakinan masih berprospeknya bisnis hotel tahun depan, menjadi pemicu PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) sebagai pengembang properti untuk tetap fokus pada pengembangan proyek strata dan hotel.

Wakil Presiden Direktur JSPT, Purwo Hari Prawiro mengatakan, perseroan menginvestasikan dana sebesar Rp 1 triliun hingga dua tahun untuk mengarap bisnis hotel dan proyeks strata, “Nantinya investasi yang dilakukan untuk membangun hotel di Bali,”katanya di Jakarta, Selasa (20/11).

Dia juga menjelaskan, untuk membiayai pembangunan hotel "boutique" berbintang 5 di Sanur-Bali senilai Rp500 miliar, serta pembiayaan renovasi Hyatt Bali Hotel dan pembangunan hotel "budget" di Semarang, Pekalongan dan Yogyakarta.

Menurutnya, pembangunan hotel boutique ini merupakan satu strategi diversifikasi investasi jangka panjang, terutama bagi kesinambungan pertumbuhan 'recurring income' perseroan ke depan.

Sementara pada proyek strata pembangunan Apartemen Setiabudi SkyGarden (SSG) telah memasuki pada tahap konstruksi dan ditargetkan selesai pada Desember 2012, “Proyek-proyek pengembangan properti kami mendapatkan respons yang sangat positif dari pasar. Hal ini terlihat dengan penjualan marketing SSG yang telah mencapai 76 persen dari total 586 unit apartemen strata," ujarnya.

Sementara GM Financial Analyst JSPT, Anton Gunawan mengungkapkan, pihaknya optimistis akan bisnis perseroan jika melihat perkembangan properti ke depan, “Kita masih melihat pasar properti ke depan tetap mengalami peningkatan dan optimistis karena masih ada kesempatan yang besar terutama baik pasar apartemen maupun hotel," paparnya

Terkait kinerja, perseroan yakin dapat meraup pendapatan hingga akhir 2012 mencapai Rp1,2 triliun. Hingga akhir kuartal III-2012, emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) berkode saham JSPT ini membukukan pendapatan Rp716,2 miliar dengan laba bersih Rp97 miliar.

Sebelumnya, Chairman Jones Lang Lasalle Indonesia, Lucy Rumantir pernah mengungkapkan, pertumbuhan pasar properti dalam negeri saat ini tidak terlepas dari membaiknya fundamental perekonomian Indonesia dan menguatnya sentimen investor, “Ke depan, pasar properti di Indonesia masih akan terus menunjukkan pertumbuhan yang menarik dan sangat berpotensi menjadi pilihan investasi yang menguntungkan,”tandasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Wika Bitumen Perkuat Bisnis Pengolahan Aspal - Gandeng Investor Asal Cina

NERACA Jakarta – Melengkapi bisnis di sektor konstruksi dan infrastruktur, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melalui anak usahanya PT…

PGW Buka Parkroyal Hotel di Kompleks Thamrin Nine - Akuisisi 180 Unit Apartemen

NERACA Jakarta – Masih besarnya kebutuhan properti di Jakarta, mendorong PT Putragaya Wahana (PGW) mengumumkan akuisisi 180 unit apartemen oleh…

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penjualan HEXA Capai 22,95% Dari Target

Di kuartal kedua 2018, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) membukukan penjualan alat berat sebanyak 495 unit atau 22,95% dari target…

Penjualan Kabelindo Murni Turun 29,45%

NERACA Jakarta - PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) membukukan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp221,7 miliar sepanjang kuartal I/2018. Capaian tersebut…

BTPN Bukukan Laba Bersih Rp 1,09 Triliun

NERACA Jakarta – Semester pertama 2018, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) membukukan laba bersih Rp 1,09 triliun atau…