Tahun Depan, CPAM Targetkan Dana Kelola Rp 3 Triliun - Luncurkan Reksa Dana IDX 30

NERACA

Jakarta– Guna memudahkan dan menjangkau masyarakat berinvestasi di reksa dana, PT CIMB Principal Asset Management (PT CPAM) meluncurkan produk reksa dana IDX 30. Dibilang murah, karena investasi awal hanya Rp 100.000 dan selanjutnya sebesar Rp 75.000.

Direktur Utama PT CPAM Reita Farianti mengatakan, produk reksa dana IDX30 relatif terjangkau dan untuk investor pemula. Pasalnya, kalau diawal investasi sudah mahal, tentunya investor enggan berinvestasi “Produk reksa dana ini adalah langkah awal bagi investor untuk berinvestasi dengan dana yang murah,”katanya di Jakarta, Selasa (20/11).

Menurutnya, dipilihnya reksa dana IDX 30 karena memiliki fundamental, kapitalisasi dan risiko yang minim. Terlebih berdasarkan obersvasi dilapangan, kebanyakan investor lebih nyaman dengan IDX 30 dan data Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan IDX 30 memiliki market share 60% dari kapitalisasi harian bursa.

Oleh karena itu, kata Reita, produk ini akan banyak diserap investor dan pihaknya menargetkan dana kelolaan dari produk tersebut Rp 30 miliar dengan didukung agen penjualan dari CIMB Niaga. Sementara untuk total dana kelolaan, PT CPAM menargetkan sebesar Rp 2 triliun dan jumlah tersebut masih dikontribusi paling besar dari reksa dana pendapatan tetap.

Reita mengaku optimis target tersebut bisa tercapai mengingat sampai dengan saat ini perseroan berhasil bukukan dana kelolaan hingga Rp1,8 triliun.Jumlah tersebut terdiri dari produk reksadana Rp1,7 triliun dan Rp100 miliar dari produk discretionary fund.

Untuk tahun depan, perseroan menargetkan dana kelolaan naik jadi Rp 3 triliun. Tidak hanya itu, PT CIMB Principal Asset Management juga berencana meluncurkan produk ETF, “Produk ETF sangat terbuka lebar, namun hal ini harus punya kajian dan termasuk pasar yang kuat, “kata Reita Farianti.

Sebagai informasi, CIMB-Principal Index IDX30 berinvestasi di saham-saham yang masuk dalam konstituen IDX30 di BEI. Dimana Indeks IDX30 merupakan kumpulan 30 saham terpilih dengan kapitalisasi pasar paling besar di BEI dan dipilih secara berkala berdasarkan likuiditas, kapitalisasi pasar, kinerja keuangan serta prospek pertumbuhan. (bani)

BERITA TERKAIT

Smartfren Luncurkan Paket Super 4G Unlimited dan Super 4G Kuota

Operator seluler Smartfren meluncurkan dua produk teranyar untuk masyarakat modern yang tak bisa lepas dari internet. Masing-masing adalah paket "Super…

Sinarmas AM Targetkan Dana Kelola Rp 500 Miliar - Terbitkan Produk ETF Pertama

NERACA Jakarta – Ramaikan produk Exchanged Traded Fund (ETF) di pasar modal, PT Sinarmas Asset Management menerbitkan reksa dana indeks…

BTN Pluit Resmi Jadi Kantor Cabang Penuh - Targetkan DPK Rp 1,2 Triliun

Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk di Provinsi DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara yang akan mendorong kebutuhan pembiayaan perumahan, PT Bank…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perkuat Bisnis Digital - Astra Hadirkan Tiga Platform Digital

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Astra Internasional Tbk (ASII) mengembangkan bisnis digital diwujudkan dengan mendirikan usaha dibidang fintech. Memanfaatkan pertumbuhan…

Antam Mulai Operasikan Pabrik di Tayan

Memanfaatkan sisa di akhir tahun 2018, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) atau Antam terus mengoptimalkan produksi dan menggenjot penjualan…

Lepas 22,57% Saham Ke Publik - Darmi Bersaudara Bidik Dana IPO Rp 22 Miliar

NERACA Jakarta - Perusahaan perdagangan kayu, PT Darmi Bersaudara akan melepas 22,57% sahamnya dalam penawaran umum perdana atau Initial Public…