Achilles Formula Drift Indonesia Sihir Mata Penonton

Dibawah guyuran hujan, final Kejuaraan Achilles Formula Drift Indonesia 2012, tetap berjalan lancar,event yang gelar sejak17-18 November lalu di Area Parkir Barat, Jakarta International Expo (JI Expo), Kemayoran, Jakarta Pusat, menampilkanDaigo Saito sebagai menjadi kampiun setelah unggul pada semua babak yang digelar di JI-Expo.

Menggunakan mobil andalannya, Lexus ISC, Daigo Saito tidak memberi kesempatan kepada lawan-lawannya dan merebut posisi pertama. Hasil ini sekaligus untuk mempertahankan gelar yang diraihnya sejak 2010 silam.

"Senang bisa mempertahankan gelar. Ini semua berkat kerja sama yang bagus antara tim dan saya," ujar drifter berjulukan "Ninja" usai lomba.

Formula Drift Seri Indonesia menjadi penutup musim 2012 Achilles Asian Drift yang diselenggarakan ESPN melalui kerjasamanya dengan PT Multistrada Arah Sarana TBK ini.

Dari 16 pembalap asal Indonesia dan belasan pembalap dunia berlangsung ketat. Hasilnya, satu-satunya drifter Indonesia, Rio Saputro Budihardjo, harus merelakan langkahnya berhenti di babak delapan besar oleh pembalap Malaysia, Tengku Djan Ley.

Langkah Rio harus terhambat setelah mobil Nissan Cefiro A31 yang dikendarai sempat menabrak cone yang berada di tengah lintasan. Setengah perjalanan Rio di putaran pertama terpaksa dilalui dengan cone yang tersangkut di bodykiri depan.

"Tadi pertandingannya kurang maksimal. Karena cuaca berubah, jalur berubah, dan setting suspensi dan angin mobil kurang maksimal," jelas drifter berusia21 tahun tersebut.

Meski demikian, Rio masih berhasil mempertahankan peringkat 3 di seri Formula Drift Asia musim ini, dengan perolehan 218 poin. "Saya nggak menyangka bisa bertahan di tigabesar. Mudah-mudahan tahun depan bisa berlaga di FD Amerika, tergantung sponsor saja," jelas pembalap yang baru memulai karirnya tahun 2009 lalu.

Maklum saja, licinnya lintasan setelah diguyur hujan menjadi tantangan tersendiri bagi perwakilan Indonesia. Dua pembalap asal Indonesia harus merelakan poinnya berkurang karena mengalami kecelakaan kecil.

Pada babak 16 besar, Regi Fiandisa Anggoro juga menabrak pembatas jalan saat mengikuti permainan lawannya, Frederic Aasbo (Norwegia). Formula Drift Asia merupakan kejuaraan drift tahunan yang dilangsungkan di sejumlah negara Asia.

"Kami puas atas penyelenggaraan seri terakhir ini. Kami terus berkomitmen mendukung kejuaraan ini tiap tahunnya. Bahkan, kami sudah memperbarui kontrak hingga 2015 mendatang," ujar Edward Mamahit, Head of Global Marketing & Business Development, PT Multistrada Arah Sarana Tbk.

Kalender Asia Formula Drift tahun depan sudah kami buat dan untuk pertama kalinya akan menyambangi Australia, tepatnya Sydney. Selain negara-negara Asia Tenggara lainya yang tahun ini sudah menjadi tuan rumah.

BERITA TERKAIT

Soal Biodiesel, Indonesia Tak Gentar Lawan Eropa

NERACA Jakarta - Baru satu tahun lalu, Indonesia bisa bernapas lega setelah berhasil memenangkan gugatan terhadap Uni Eropa melalui Organisasi…

Langkah Making Indonesia 4.0 akan Memiliki Acuan

NERACA Jakarta – Direktur Inovasi Kerja Sama dan Kealumnian (IKK) ITS, Arman Hakim Nasution menyebut, progress roadmap Making Indonesia 4.0…

Garuda Indonesia Raup Untung US$ 20,48 Juta

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2019, PT Garuda Indonesia Tbk berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$ 20,48 juta. Bila dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Pertumbuhan Otomotif Jadi Magnet DFSK Bermain di SUV

Pasar otomotif Indonesia menjadi salah satu magnet bagi perusahaan otomotif dunia untuk menawarkan portofolio kendaraannya di tanah air, termasuk jenama…

BMW Rilis Generasi Keempat

Produsen mobil asal Jerman BMW meluncurkan All-New BMW X5 generasi keempat yang dirakit di pabrikan Sunter, Jakarta, dengan segmen Sports…

Hyundai Kona Akan Resmi Diluncurkan di IIMS 2019

PT Hyundai Mobil Indonesia akan meluncurkan mobil berjenis compact sport utility vehicle, Hyundai Kona, pada gelaran Indonesia International Motor Show…