Transformasi IT Bursa

Oleh : Ahmad Nabhani

Wartawan Harian Ekonomi NERACA

"Belajar dari kesalahan dan agar tidak jatuh pada lubang yang sama", adalah kalimat bijak yang tengah di pegang manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI), khususnya saat menghadapi kerusakan remote trading yang terjadi beberapa bulan lalu. Pasalnya, lantaran error-nya instrumen perdagangan tersebut memberikan dampak terhentinya transaksi saham dan ujungnya para investor hingga broker yang dirugikan akibat gangguan sistem tersebut.

Bagi pelaku pasar, terganggunya transaksi karena persoalan koneksi TI memberikan dampak yang signifikan karena memiliki kerugian akibat gagal transaksi. Tentunya, semua sepakat saat ini persoalan listrik sudah menjadi kebutuhan dan bahkan industri apapun ketika terhambat listrik, maka produksipun berhenti dan imbasnya biaya mahal yang harus dikeluarkan.

Peristiwa gangguan remote trading kala itu, menuai cibiran dari investor hingga upaya class action karena ditaksir memberikan kerugian berkisar miliaran hingga triliunan rupiah. Kini tidak mau terulang lagi persoalan klasik, BEI terus berbenah diri dalam pengembangan teknologi informasi pasar modal (IT) hingga terus melakukan upgrade untuk memenuhi kapasitas transaksi saham yang selalu meningkat mencapai di atas Rp 5 triliunan per hari.

Komitmen BEI memberikan kenyamanan dan kemudahan dalam transaksi saham menjadi tantangan baru, termasuk saat ini manajamen BEI sedang mengkaji dan mengembangkan teknologi informasi seperti sistem profil anggota bursa, data center untuk anggota bursa, dan rencana penerapan sistem extensible business reporting language (XBRL). Selain itu, BEI juga sedang mempersiapkan teknologi informasi untuk perdagangan produk derivatif.

Untuk mendukung sistem teknologi informasi ke depan, BEI tak tanggung-tanggung untuk mempersiapkan investasi cukup besar. BEI memproyeksikan anggaran investasi hingga Rp58,91 miliar atau naik 23,66% pada 2013 dibandingkan dengan revisi rencana kerja anggaran tahunan (RKAT) 2012 sebesar Rp47,64 miliar.

Kenaikan investasi ini didorong inisiatif BEI untuk melakukan investasi strategis di bidang teknologi informasi pada sistem perdagangan, portal media sosial untuk pengembangan pasar, serta sistem untuk pengembangan emiten dan anggota bursa.

Tentunya, dengan nilai investasi yang cukup besar untuk pengembangan TI pasar modal diharapkan mampu memberikan kelancaran dalam transaksi saham di bursa sehingga tidak lagi direpotkan oleh masalah klasik seperti error trading maupun pemadaman lampu.

Memang ironis, jika di tengah persaingan ketat industri pasar modal dengan negara tetangga dan tuntutan peningkatan kapitalisasi transaksi hingga jumlah investor, ternyata pasar modal dalam negeri masih tertinggal jauh soal TI. Bila demikian, jangan berharap industri pasar modal mampu bersaing dan unggul dengan negara tetangga lainnya. Padahal, pengembangan IT dalam industri pasar modal menjadi keharusan dan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan bila berbicara industri pasar modal.

BERITA TERKAIT

Obligasi Tiphone Resmi Tercatat di Bursa

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mencatatkan dan memperdagangkan obligasi berkelanjutan II Tiphone Mobile Indonesia Tbk…

Korupsi dan Transaksi Bursa

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Perdagangan bursa di awal tahun 2019 mencetak IHSG…

Ekonomi Global Mulai Membaik - OJK Bidik Himpun Dana di Bursa Rp 250 Triliun

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis penggalangan dana di pasar modal tahun ini dapat mencapai Rp200 triliun hingga…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Berharap Dana Riset dan Pengembangan Swasta

  Oleh: Nailul Huda Peneliti Indef, Centre of Innovation and Digital Economy Seminggu ini publik dihebohkan oleh salah satu cuitan…

Revolusi Mental Menjungkirbalikkan Akal - Oleh : EdyMulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Pekan silam atmosfir media kita, untuk kesekian kalinya, kembali disesaki isu-isu tak bermutu. Ada Walikota Semarang  Hendrar Prihadi yang bikin…

Sinkronisasi RTRW Jabodetabek

  Oleh: Yayat Supriatna Pengamat Tata Kota Presiden Jokowi telah menugaskan Wakil Presiden Jusuf Kalla memnenahi persoalan pengelolaan rencana tata…