Rencanakan Akuisisi, Hotel Mandarine Terbitkan Rights Issue - Bidik Dana Rp 103,13 Miliar

NERACA

Jakarta – Rencanakan akuisisi perusahaan dan bayar utang, PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) menerbitkan saham baru atau rights issue sebesar 1.031.357.180 lembar saham atau sebesar 45,95% dari jumlah moal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan dengan nilai nominal Rp100 dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (19/11). Disebutkan, nantinya perolehan dana dari rights issue akan digunakan untuk melakukan akuisisi perusahaan sekitar 87,19%, sekitar 5,94% untuk pembayaran pinjaman ke Bank Mandiri, 3,96% untuk proyek renovasi hotel dan sisanya sekitar 2,91% untuk modal kerja perseroan.

Sebagaimana diketahui, perseroan akan melakukan penawaran umum terbatas (PUT)/rights issue dalam rangka HMETD dan total dana yang diraih dari hasil penawaran umum terbatas ini sebesar Rp103,13 miliar.

Setiap pemegang saham yang memiliki 20 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 3 Desember 2012 mempunyai 17 HMETD dengan setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru.

Setiap pelaksanaan tiga HMETD dalam rangka membeli tiga saham baru yang ditawarkan dalam rights issue ini akan memperoleh satu waran seri II secara cuma-cuma dengan satu waran seri II dapat digunakan untuk membeli satu saham biasa bernilai nominal Rp100 dengna harga pelaksanaan waran seri II sebesar Rp125.

Periode pelaksanaan waran seri II pada 5 Juni 2013-4 November 2013. Dengan penawaran umum terbatas ini maka akan diterbitkan waran sebanyak-banyaknya 343.785.727 dengan total nilai Rp42,97 miliar. Adapun pemegang saham perseroan SEA Link Investment Ltd dan Radius Prawiro akan melaksanakan seluruh bagian HMETD yang menjadi haknya sesuai dengan porsi kepemilikan dalam penawaran umum terbatas ini.

Bila sisa saham tidak diambil bagian oleh para poemegang saham maka PT Kasindo Graha Kencana bertindak sebagai standby buyer dengan harga pelaksanaan penawaran umum terbatas Rp100. Kemudian pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan sesuai dengan porsi sahamnya maka kepemilikan proporsi sahamnya akan mengalami dilusi mencapai 53,12%.

Pelaksaaan penawaran umum terbatas ini akan efektif bila mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 November 2012.

Jadwal penawaran umum terbatas antara lain tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD di pasar reguler dan negoisasi pada 28 November 2012 dan pasar tunai pada 3 Desember 2012, distribusi HMETD dan formulir pada 4 Desember 2012, pencatatan saham hasil HMETD dan waran seri II di BEI pada 5 Desember 2012, periode perdagangan pada 5 Desember-11 Desember 2012, pelaksanaan HMETD pada 5 Desember-11 Desember 2012. (bani)

BERITA TERKAIT

Pangkas Beban Utang - Sidomulyo Cari Modal Lewat Rights Issue

NERACA Jakarta -Perusahaan jasa angkutan kimia PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) berencana mencari pendanaan di pasar modal lewat aksi korporasi…

Tunggu Pernyataan Efek Efektif OJK - Krida Jaringan Bidik Dana IPO Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Menyatakan siap mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Krida Jaringan Nusantara Tbk tengah menunggu pernyataan efektif penerbitan…

Bangun Pabrik di Kalimantan - Waskita Beton Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –Danai pengembangan bisnis, yakni membangun pabrik di daerah Kalimantan,PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melakukan periode penawaran awal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…