Tekan NPL, BRI Agro Akan Bentuk Divisi Khusus Kredit

NERACA

Jakarta - PT Bank BRI Agro Tbk terus memperketat proses penyaluran kredit perseroan demi menekan rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) yang sampai dengan September 2012 telah mencapai 3,2% (gross).Langkah tersebut dilakukan dengan cara membentuk divisi khusus kredit dan melakukan pembinaan secara aktif maupun pasif.

“Kita akan bentuk divisi khusus kredit sendiri. Dengan begitu sampai dengan akhir tahun kita ingin tekan NPL di level tiga persen,” kata Direktur Utama BRI AGRO, Heru Sukanto, di Jakarta, Senin (19/11). Dia menuturkan, sampai September 2012, kualitas kredit perseroan tercatat terus mengalami perbaikan, yakni NPL gross tercatat turun dari 3,68% pada September 2011 menjadi 3,20% pada September 2012.

Adapun kredit yang disalurkan sebesar Rp2,19 triliun, kredit lancar mencapai Rp2,04 triliun, sedangkan kredit dalam perhatian khusus mencapai Rp79,42 miliar. “Total bila dilihat dari kolektibilitas, kredit kurang lancar Rp40,46 miliar, diragukan Rp9,2 miliar, dan macet Rp20 miliar,” jelas dia.

Sementara itu, terkait ikhtisar rasio keuangan per 30 September 2012, CAR perseroan tercatat 15,45%, ROA 1,33%, ROE 9,26%, NIM 6,32%, BOPO 89,05%, NPL Net 0,49% dan LDR 90,48%. BRI Agro, sambung Heru, juga memperkirakan laba bersih tahun ini setelah pajak penghasilan mengalami kenaikan 30% dibandingkan pada akhir 2011 menjadi Rp50,58 miliar.

Hingga kuartal III 2012, laba bersih perseroan baru mencapai Rp22,25 miliar. “Kami optimis sampai akhir tahun bisa tumbuh 30%,” ungkapnya. Dia mengatakan, laba bersih di kuartal ketiga memang tercat melemah 14,41% dibandingkan di kuartal ketiga tahun lalu sebesar Rp26,15 miliar.

Meski demikian, dirinya optimis laba bersihnya dapat capai target karena adanya cadangan restrukturisasi kredit yang berbalik menjadi laba. Total aset anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk ini sendiri di kuartal III 2012 sebesar Rp3,18 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,44 triliun.

Sedangkan untuk kredit yang diberikan di sembilan bulan pertama tahun ini menjadi Rp2,19 triliun dari Rp1,8 triliun pada setahun sebelumnya. “Untuk kredit yang disalurkan, sampai dengan 31 Desember 2012 kami menargetkan tumbuh menjadi Rp2,4 triliun. Sedangkan untuk dana pihak ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp3,14 triliun dari Rp2,42 triliun di kuartal ketiga 2012,” papar Heru.

Kenaikan tersebut karena adanya restrukturisasi aset di laporan keuangan perseroan pasca pemberlakuan konvergensi laporan keuangan perseroan. Sementara itu, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio) BRI Agro di kuartal III 2012 turun menjadi 15,45% dari 16,96% di kuartal III 2011.

Tingkat pengembalian aset (return on asset) perseoran juga turun 1,33% dari 1,41% dan tingkat pengembalian modal (return on equity) juga turun menjadi 9,26% dari 12,26%. Marjin laba bersih (net interest margin) perseroan naik menjadi 6,32% dari 5,30%. BOPO perseroan naik menjadi 89,05% dari 88,42%. Rasio utang berbanding deposito perseroan naik menjadi 90,48% dari 67,57%. [dias/ardi]

BERITA TERKAIT

Survei BI : Pertumbuhan Kredit Baru Capai 78,3%

    NERACA   Jakarta - Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) menunjukkan pertumbuhan triwulanan kredit baru meningkat pada triwulan II-2019…

Pemerintah Akan Terapkan B30 untuk Kurangi Porsi Impor Bahan Bakar

Pemerintah Akan Terapkan B30 untuk Kurangi Porsi Impor Bahan Bakar  NERACA  Jakarta – Kepala Litbang Kementerian Energi dan Sumber Daya…

Jokowi : "Saya Akan Kejar Pelaku Pungli!"

  Oleh : Muhammad Ridwan, Pengamat Sosial dan Politik   Dalam pidatonya pada acara Visi Indonesia, Presiden Republik Indonesia Joko…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Serap Rp22 Triliun dari Lelang SUN

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp22,05 triliun dari lelang tujuh seri surat utang negara (SUN)…

IMF Desak Negara-negara Hindari Kebijakan Perdagangan Terdistorsi

    NERACA   Jakarta - Ketegangan perdagangan sejauh ini tidak secara signifikan mempengaruhi ketidakseimbangan neraca berjalan global, tetapi membebani…

BI Yakin Arus Modal Asing Tetap Deras - Suku Bunga Acuan Turun

      NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini aliran modal asing akan tetap masuk…