Tingkatkan Penjualan, Wismilak Rambah Pasar Asia - Harga IPO Rp 575-Rp 800 Per Saham

NERACA

Jakarta – Meskipun bisnis produsen rokok saat ini tengah bersaing ketat, tidak membuat PT Wismilak Inti Makmur menurunkan produksi rokok. Sebaliknya, produsen rokok Wismilak ini terus meningkatkan produksi tahun depan meningkat 60%.

Presiden Direktur Wismilak Ronald Walla mengatakan, perseroan menargetkan penjualan rokok 2013 tumbuh 60% dan penjualan rokok mencapai 1,8 miliar batang, “Peningkatan penjualan akan didukung dengan menambah penetrasi ke pasar rokok yang mencapai pedalaman,”katanya di Jakarta, Senin (19/11).

Menurutnya, dengan memperluas pasar penjualan menjadi strategi meningkatkan penjualan dan perolehan laba. Pasalnya, perseroan akan terus memperluas pasar penjualan di kota-kota besar selain Jakarta hingga ke daerah.

Saat ini produksi rokok dari pabrik Wismilak mencapai tiga miliar batang per tahun. Rata-rata dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan perseroan mencapai 30% dari segi produksi.

Tahun depan, Wismilak juga menargetkan pendapatan laba bersih tumbuh 60%. Per Oktober, laba bersih perseroan mencapai Rp 60 miliar, “Kita perkiraan pertumbuhan laba pada 2013 tumbuh 50-60% dibandingkan dengan 2012. Laba bersih Rp60 miliar,”ungkapnya.

Ronald menuturkan, hingga Oktober 2012 pendapatan Wismilak sudah tembus di kisaran angka Rp933 miliar. Target tersebut diupayakan melalui, peningkatan kapasitas produksi, dan perluasan market share."Meningkatkan kapasitas produksi, market share Jawa Timur dan Jawa Tengah lima persen, Sumatera Utara 10-11%,"tandasnya.

Ekspansi ke Asia

Selain itu, perseroan juga akan melakukan ekspansi bisnis ke tiga negara yang dinilai memiliki market share yang besar untuk rokok. Ekspansi akan dilakukan ke Malaysia, Hongkong, dan Singapura, “Ekspansi tahun ini, launch produk baru mild di semester II," kata Ronald Walla.

Perseroan melauncing produk mild jenis premium, yakni Diplomat Mild dan diharapkan dengan produk baru ini menjadi pendorong pertumbuhan perusahaan. Lanjut Ronald, dengan upaya ekspansi ke Asia akan membuat perusahaannya berkembang dan menjadi brand perusahaan.

Namun, dia tidak mengungkapkan secara eksplisit berapa porsi asing yang ditargetkan."Porsi asing masih belum bisa ditentukan, namun kami akan menyasar tiga negara Malaysia, Hongkong, Singapura. Harganya kita lihat disana bagaimana. Kita lihat demandnya seperti apa," tegasnya.

Dalam penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO), Wismilak melepas 30% saham baru ke pasar modal dengan penawaran harga saham perdana Wismilak di kisaran Rp575 - Rp800 per lembar saham.

Kata Direktur Mandiri Sekuritas Iman Rachman, penawaran harga pada kisaran harga Rp575 - Rp800 dengan PE sebanyak-banyaknya 10-14 kali dari laba 2013. Rencananya, penggunaan dana IPO selain untuk bayar utang, juga untuk belanja modal pembelian mesin untuk ekspansi dan penguatan IT. Dengan adanya IPO, perseroan juga mengharapkan ada dampak pada perluasan market share di atas 1%. Untuk pelaksanaan IPO sendiri, perseroan mempercayakan PT Mandiri Securitas dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi. (bani)

BERITA TERKAIT

Gelar Private Placement - J Resource Asia Bidik Dana Rp 534,49 Miliar

NERACA Jakarta – Danai eksplorasi untuk menggenjot produksi tambang emas lebih besar lagi, PT J Resource Asia Pasifik Tbk (PSAB)…

Niaga Bilateral - Indonesia-Amerika Berkomitmen Tingkatkan Nilai Perdagangan

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda menyatakan Republik Indonesia dan Amerika Serikat berkomitmen meningkatkan…

Komitmen RI-AS Tingkatkan Nilai Perdagangan

Oleh: Muhammad Razi Rahman Perang dagang bukanlah salah satu istilah yang disenangi oleh Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita karena mengatasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…